• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Saturday, July 4, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home SUARA WARGA

Saya Tidak Akan Pernah Lelah Berjuang!

by admin
October 25, 2024
in SUARA WARGA
0
Saya Tidak Akan Pernah Lelah Berjuang!
13
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Testimoni Sabri Bin Umar. Ia adalah pekerja migran dari Indonesia, bekerja di perusahaan pengolahan kayu di Tawau, Sabah, Malaysia. Sabri berangkat ke Malaysia melalui penerbangan dari Makassar-Jakarta-Kuala Lumpur, menempuh jarak sekitar 6.500 km dengan kekhawatiran akan menghadapi masalah di Imigrasi Malaysia.

Selamat pagi kawan-kawan Building and Wood Workers’ International (BWI) yang saya cintai!

Salam perjuangan! Perkenalkan, nama saya Sabri Bin Umar, pekerja migran Indonesia dari Bone Makassar, umur saya 30 tahun. Saya menempuh perjalanan 6. 500 kilometer untuk hadir di sini, bertemu dengan anda semua. Melelahkan, tapi saya bahagia dan bersyukur.

Saya masuk ke Tawau, Sabah, Malaysia ketika lulus sekolah dasar. Orang tua saya sudah lebih dulu menjadi pekerja migran di Malaysia. Saya tidak melanjutkan pendidikan karena orang tua kami tak punya uang dan anak-anak pekerja migran kesulitan mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Menginjak usia 17 tahun, saya mulai bekerja. Saya berpindah-pindah bekerja di berbagai tempat dan akhirnya bekerja di sebuah perusahaan kayu di Tawau, Sabah, milik pengusaha Taiwan. Kami, pekerja di Tawau tinggal di mess pekerja yang sempit dan tidak layak. Di perusahaan ini, keselamatan dan kesehatan kerja tidak mendapatkan perhatian yang layak, kondisi kerjanya buruk.

Ketika pandemi Covid-19 menyerang pada tahun 2020, semua terkena dampak. Operasional perusahaan terganggu, produksi menurun, kami tidak bekerja. Perusahaan, tentu saja tidak mau membayar upah kami. Padahal, Kerajaan Malaysia telah menyatakan bahwa selama upah dan hak pekerja harus dibayarkan. Bisa dibayangkan, bagaimana sulitnya kondisi kami selama pandemi Covid.

Kami, pekerja migran yang bergabung dalam Kesatuan Pekerja-Pekerja Industri kayu Sabah/Sabah Timber Industry Employees Union (STIEU) mengajukan tuntutan agar perusahaan membayar upah kami selama Covid. (Di Malaysia, serikat pekerja dikenal dengan sebutan kesatuan, kata Syarikat justru digunakan untuk menyebutkan perusahaan/company).

Saya termasuk pekerja yang aktif menggalang petisi dan melaporkan kasus ini ke Jawatan Tenaga Kerja di Tawau. Usaha kami berhasil, Jawatan Tenaga Kerja Tawau menyatakan perusahaan wajib membayar upah kami selama Covid. Semua pekerja bergembira, termasuk mereka yang bukan anggota kesatuan pekerja. Kami tahu, mereka yang tidak bergabung dengan kesatuan pekerja seringkali memusuhi kami. Mereka tidak mau bergabung dengan kesatuan pekerja dan lebih sedang menyokong perusahaan. Tapi ketika kami berhasil, mereka ikut menikmati. Setelah kami menang, perusahaan marah. Perusahaan mencari tahu, siapa saja pekerja yang menyokong tuntutan upah. Akhirnya, perusahaan menemukan daftar 36 pekerja yang ikut menyokong tuntutan. Nama saya ada di sana. Saya tahu, sejak saat itu saya menjadi target perusahaan.

Akhirnya, pada April 2022, saya dipecat dari perusahaan tanpa alasan yang jelas. Kemudian, saya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melakukan kekerasan seksual kepada seorang gadis di bawah umur. Gadis itu adalah anak pekerja di perusahaan, teman saya di perusahaan. Ibunya, melaporkan saya ke polisi. Setelah itu, saya ditangkap dan dibawa ke kantor polisi seperti penjahat besar. Saya ditangkap di depan istri saya dan anak saya yang masih bayi. Saya di tahan di kantor polisi.

Polisi tidak bisa membuktikan bahwa saya melakukan kekerasan seksual. Tapi, dengan seketika polisi mengubah tuduhan. Saya dipaksa untuk mengakui bahwa saya pekerja migran tidak berdokumen. Polisi mengatakan kalau saya tidak mengakui, saya akan dipenjara 20 tahun. Saya benar-benar ketakutan. Tanpa bantuan pengacara dan kesatuan pekerja, polisi memasukkan saya ke dalam penjara. Saya dipenjara selama 2 bulan. Penjara itu pengap, gelap, dan penuh dengan pekerja-pekerja migran yang ditahan. Saya benar-benar merasakan penderitaan yang kejam.

Pengadilan memutuskan saya bersalah dan saya dihukum dengan hukuman cambuk. Pada hari eksekusi, saya dihadapkan dengan algojo bertopeng. Badannya kekar dan dua kali lebih besar dari pada badan saya. Saya benar-benar ketakutan. Saya berpikir, saya akan mati hari itu. Di sebuah ruangan, algojo itu mencambuk saya lima kali dengan rotan besar. Pada cambukan kelima, saya tidak kuat menahan sakit dan pingsan. Sejak saat itu, saya mengalami trauma. Trauma yang sangat menyiksa saya.

Saya berterima kasih kepada STIEU dan BWI yang telah membantu saya selama saya ditangkap dan dipenjara. Mereka membantu saya dengan menyediakan pengacara untuk membela saya, berkampanye, mengirimkan surat protes ke Kerajaan Malaysia dan Kedutaan Besar Indonesia. BWI dan STIEU juga mengumpulkan uang untuk membantu istri saya. Selama saya di penjara, istri saya mengalami tekanan luar biasa. Beruntung, STIEU menemani istri dan anak saya yang masih bayi.

Akhirnya, setelah dua bulan, saya bebas dari penjara. Saya tidak diizinkan tinggal di Malaysia. Saya harus kembali ke Indonesia. Saya, istri saya, dan anak yang masih kecil terusir dari Malaysia. Hingga setahun saya tinggal di kampung di Indonesia, saya masih mengalami trauma dan tidak mau bertemu dengan siapapun. Akhirnya, STIEU dan BWI datang ke kampung saya untuk meyakinkan saya agar tetap berjuang.

Dengan pendampingan dari STIEU dan pengacara di Sabah, saya mengajukan 2 gugatan. Saya harus pergi ke Jakarta untuk mengurus semua dokumen. Mengunjungi kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, pergi ke rumah sakit Kepolisian di Jakarta untuk memeriksa kesehatan, dan mengurus semua dokumen penting. Itu sangat melelahkan.

Pada 29 Juli 2024, saya telah meyelesaikan persidangan terakhir di Mahkamah Tinggi Sabah melalui persidangan online. Saya menggugat Kerajaan Malaysia untuk membayar kompensasi atas salah tangkap dan perlakuan polisi yang kejam sebesar 10 juta Ringgit Malaysia. Saya juga menggugat perusahaan melalui Pengadilan Industrial di Tawau agar mereka mempekerjakan saya kembali. Persidangan terakhir di Pengadilan Industrial telah selesai pada 9 September 2024.

Terakhir, melalui testimoni ini, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar BWI dan STIEU serta afiliasinya yang telah mendukung saya. Terima kasih juga secara khusus kepada Brother Peo, Presiden BWI, Brother Ambet Sekretaris Jenderal BWI, Brother Dong di Kuala Lumpur, brotherMartin dan Sister Engrit Kesatuan STIEU.

Saya berharap, perjuangan ini menjadi bagian penting dari upaya BWI untuk membantu dan membela pekerja migran. Saya tidak akan pernah lelah berjuang untuk pekerja migran dan hak asasi manusia! Selamat pagi dan terima kasih.

Salam saya, Sabri Bin Umar, Istri saya Santi, dan 2 anak saya Rayhan dan Salsa. Mohon doa restu untuk istri saya yang akan melahirkan anak ketiga kami pada November 2024.

Tags: buruhmalaysiaserikat pekerja
admin

admin

Related Posts

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

by admin
June 23, 2026
0

“Pukul satu malam mereka datang Mendobrak pintu dan menodong senapan Kami pikir penagih hutang Ternyata polisi suruhan kandang” Potongan lirik...

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

by admin
June 15, 2026
0

Pelajar ditempatkan menjadi kelompok rentan yang giat direpresi hari ini. Negara melalui tangan besinya merepresi pelajar dari berbagai sektor: di...

Harga BBM Naik: Alarm yang Sudah Lama Berbunyi, Tapi Siapa yang Mendengar?

Harga BBM Naik: Alarm yang Sudah Lama Berbunyi, Tapi Siapa yang Mendengar?

by admin
June 15, 2026
0

Oleh: Lukman Nurhakim Per 10 Juni 2026, Pertamax naik, senyap, tanpa proklamasi, seolah kenaikan harga adalah urusan administratif yang tak...

Satu Minggu di Gedung CICG: Catatan dari Sidang ILO Jenewa

Satu Minggu di Gedung CICG: Catatan dari Sidang ILO Jenewa

by admin
June 8, 2026
0

Delegasi SEPETA Bangun Nugroho Sudah enam hari sidang Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 berlangsung di Gedung CICG, Jenewa, Swiss. Dua...

Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

by admin
June 2, 2026
0

“Country roads, take me homeTo the place I belong.” Penggalan lagu itu terdengar lirih dari sudut ruang kunjungan Rutan Cipinang...

Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

by admin
May 29, 2026
0

Jakarta–Dua puluh delapan tahun setelah reformasi bergulir, sebagian anak muda merasa kebebasan bersuara justru semakin mahal. Keluhan itu terdengar lantang...

Next Post
Yuk, Kenalan dengan 6 Delegasi Muda Indonesia di COP 16 CBD, Kolombia.

Yuk, Kenalan dengan 6 Delegasi Muda Indonesia di COP 16 CBD, Kolombia.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org