• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, May 12, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

by admin
November 3, 2025
in OPINI
0
Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

Ilustrasi: chatgpt

101
SHARES
288
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Penulis: Nelson F. Saragih

Tiba-tiba seorang teman di Group WA bertanya, “Bung, keuangan serikat berinovasi ya dari iuran ke persentase gaji komisaris?” Spontan saya jawab “Gak mungkinlah”, dia membalas dengan emoticon senyum. Diskusi berlanjut dan jadilah kurang lebih seperti dibawah ini. Dalam beberapa tahun terakhir, publik menyaksikan gejala baru dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia, aktivis serikat buruh direkrut menjadi komisaris di perusahaan-perusahaan negara.

Fenomena ini tampak sebagai pengakuan terhadap peran buruh dalam ekonomi nasional, tetapi sejatinya mengandung persoalan serius bagi kedaulatan gerakan buruh. Di balik pintu rapat dewan komisaris, terdapat risiko kooptasi yang dapat menjauhkan serikat buruh dari mandat hakikinya sebagai organisasi perjuangan berbasis massa.

Serikat buruh lahir dari kesadaran kolektif kelas pekerja bahwa mereka membutuhkan instrument kekuatan untuk menghadapi modal dalam hubungan industrial. Ia tumbuh sebagai organisasi demokratis yang mendapatkan legitimasi dari anggotanya, bukan dari kekuasaan negara maupun elite korporasi. Ketika pemimpin atau aktivis serikat beralih posisi menjadi bagian dari organ Perusahaan, apalagi sebagai komisaris BUMN, terjadi pergeseran peran yang tidak sederhana dari representasi buruh menjadi representasi pemilik modal dan kekuasaan.

Kooptasi Gerakan Buruh
Dalam literatur sosiologi organisasi, Philip Selznick menyebut fenomena ini sebagai cooptation—suatu mekanisme di mana kekuatan dominan merangkul pemimpin gerakan untuk melumpuhkan daya kritis kelompok asalnya. Kooptasi membuat gerakan sosial tampak tetap eksis secara formal, tetapi kehilangan taji politiknya. Serikat buruh pun bisa terjebak menjadi ornamen demokrasi semata, tetapi tanpa kemampuan menggugat struktur yang menindas.

Ketika aktivis buruh duduk sebagai komisaris, terdapat benturan kepentingan yang tidak terhindarkan. Di satu sisi, ia membawa latar belakang perlawanan terhadap ketidakadilan industrial. Namun pada saat yang sama, ia menjadi bagian dari organ perusahaan yang tugas
utamanya adalah menjaga kepentingan pemilik modal, yaitu negara. Maka posisinya seringkali menjadi dilemma, berjuang untuk buruh, atau mematuhi kepentingan kekuasaan?

Representasi atau Patronase?
Fenomena ini tidak hadir di ruang hampa. Pengangkatan komisaris BUMN sering dikaitkan dengan patronase politik dan kepentingan stabilisasi relasi industrial melalui pendekatan elite cooptation. Aktivis yang dulunya vokal dapat berubah menjadi juru damai kepentingan elite. Lebih buruk lagi, mereka dapat menjadi instrumen legitimasi kekuasaan untuk mengklaim keberpihakan palsu terhadap pekerja. Dengan demikian, perekrutan aktivis buruh sebagai komisaris bukan hanya persoalan individu— melainkan strategi politik terstruktur yang dapat menggerogoti kekuatan kolektif buruh.

Sebagai Sumber Dana Serikat Buruh
Sebagian kalangan membela praktik pengangkatan aktivis serikat sebagai komisaris dengan alasan bahwa sebagian gaji dan fasilitas yang diterima dapat “dialirkan kembali” ke serikat. Seolah ada logika prestasi, naik jabatan demi mendukung organisasi. Namun, skema ini membawa tiga konsekuensi serius:

Pertama, serikat berpotensi mengalami ketergantungan struktural pada dana non-organik. Ketika sumber pembiayaan bukan dari anggota, maka kemandirian politik melemah.

Kedua, distorsi akuntabilitas dapat terjadi. Loyalitas dapat bergeser dari anggota kepada pemilik kekuasaan atau kepada figur komisaris itu sendiri, sehingga internal serikat lebih mirip patronase daripada demokrasi.

Ketiga, risiko pembungkaman advokasi meningkat. Keberanian serikat untuk menggugat kebijakan perusahaan atau negara bisa surut demi menjaga aliran dana tetap tersedia.

Pendanaan organisasi adalah soal politik, bukan sekadar administrasi. Uang dapat mengikat, mengendalikan, bahkan membungkam.

Dari Kesetaraan Menjadi Subordinasi
Jika serikat buruh kehilangan independensinya, maka relasi industrial akan berubah dari perundingan yang setara menjadi subordinasi. Risiko yang mengintai:

  1. Melemahnya daya tawar dalam perundingan
  2. Serikat menjadi tidak responsif terhadap aspirasi basis
  3. Fragmentasi internal dan menurunnya kepercayaan anggota
  4. Hilangnya karakter kritis sebagai kekuatan kelas pekerja

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menghilangkan kepercayaan buruh terhadap Gerakan buruh. Menjaga Kemandirian Gerakan Buruh
Menolak kooptasi bukan berarti menolak representasi pekerja dalam tata kelola perusahaan. Justru sebaliknya: representasi harus diperjuangkan melalui mandat yang jelas dari anggota dan mekanisme demokratis.

Langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan gerakan buruh:

  1. Aturan organisasi harus tegas: setiap pengurus yang menerima jabatan dalam organ perusahaan harus nonaktif dari struktur serikat.
  2. Penguatan kesadaran kelas dan pendidikan kader untuk mencegah penyimpangan peran.
  3. Pendanaan serikat berbasis iuran anggota sebagai jantung kemandirian.
  4. Kampanye publik menolak upaya kooptasi gerakan buruh oleh modan dan kekuasaan.

Gerakan buruh harus kembali pada akar perjuangannya, menegakkan keadilan dan kesejahteraan kolektif. Serikat buruh bukan tangga karier menuju kekuasaan, ia adalah alat perjuangan kelas pekerja.

Melawan Normalisasi Kooptasi
Saat ini yang dipertaruhkan bukan hanya posisi tawar serikat buruh, melainkan masa depan gerakan buruh. Kooptasi adalah ancaman senyap, ia tidak menghancurkan serikat dari luar, tetapi menggerogotinya dari dalam.Serikat buruh adalah milik anggota. Dan suara buruh tidak bisa
dibeli.

Bahan bacaan:

  • BBC News Indonesia. (2024). Sejumlah pendukung politik diangkat jadi komisaris independen BUMN. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c722qmn8l04o
  • Selznick, P. (1949). TVA and the Grass Roots: A Study in the Sociology of Formal Organization. University of California Press.
  • ILO. (2013). Trade Union Financing and Independence. International Labour Organization.
  • Pasal 3 Anggaran Dasar Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)
Tags: buruhkomisarispenjinakkanserikat buruh
admin

admin

Related Posts

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

by Nanang FS
May 7, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam Pada pagi hari, 6 Mei 2026, ruang konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menjadi saksi...

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

by admin
May 1, 2026
0

Setiap tanggal 1 Mei, dunia kembali dipenuhi ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tidak terkecuali May Day 2026....

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

by Nanang FS
May 1, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam* Di ruang gelap bioskop, ratusan penonton tertegun menyaksikan fragmen Ghost in the Cell karya Joko Anwar....

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

by Nanang FS
April 30, 2026
0

Oleh : Zulfatun Mahmudah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah...

​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

by Nanang FS
March 18, 2026
0

​Oleh: Nanang FS ​Malam 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat bukan sekadar catatan kriminal biasa. Ketika cairan kimia mendarat di...

Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

by admin
January 5, 2026
0

Kemenangan Blok Sekutu dalam Perang Dunia II (1939–1945) menempatkan Amerika Serikat (AS) pada posisi dominan dalam tatanan politik global pascaperang....

Next Post
Realita Orang dengan TBC: Dirundung Stigma dan Kemiskinan di Tengah Minimnya Dukungan Sosial

Realita Orang dengan TBC: Dirundung Stigma dan Kemiskinan di Tengah Minimnya Dukungan Sosial

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org