• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, September 28, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

Amuk Massa

by Nanang FS
August 31, 2025
in OPINI
0
Amuk Massa

Aksi di depan Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (29/8/2025)

49
SHARES
140
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Amuk massa, sebuah fenomena sosial yang menggejala di berbagai belahan dunia, kembali mencuat ke permukaan di tengah gejolak sosial dan politik Indonesia. Peristiwa tragis yang menimpa seorang pengemudi ojek daring, yang dipicu oleh tindakan represif aparat kepolisian, telah menyulut serangkaian bentrokan dan kekerasan yang meluas.

Namun, amuk massa ini bukanlah sekadar ledakan emosi sesaat, ia adalah cerminan dari akumulasi kekecewaan dan kemarahan yang telah lama terpendam, sebuah drama sosial yang berakar pada ketidakadilan dan ketimpangan struktural.

Menurut kacamata antropologi, amuk massa dapat dipahami sebagai bentuk ritual perlawanan yang muncul ketika mekanisme penyelesaian konflik formal telah gagal. Ini adalah respons kolektif yang tak terhindarkan ketika norma-norma keadilan dan kesetaraan yang diakui secara sosial dilanggar secara sistematis.

Masyarakat, yang telah lama menggantungkan harapan pada institusi negara untuk menegakkan keadilan, kini merasakan adanya jurang pemisah yang lebar antara janji dan kenyataan. Menurut antropolog René Girard dalam teorinya tentang kekerasan mimetic, kekerasan sering kali menyebar melalui peniruan. Dalam konteks amuk massa, kekerasan yang dilakukan oleh aparat atau elit politik dapat memicu respons kekerasan serupa dari publik.

Ketika ketidakadilan merajalela, masyarakat melihatnya sebagai tanda bahwa norma-norma sosial telah runtuh, dan satu-satunya cara untuk menegakkan kembali tatanan adalah melalui kekerasan yang membalas.

Aksi massa yang menyasar markas polisi dan gedung dewan, tempat yang seharusnya menjadi simbol perlindungan dan representasi rakyat, adalah bukti nyata dari runtuhnya kepercayaan ini. Masyarakat tidak lagi melihat institusi-institusi tersebut sebagai pelindung, melainkan sebagai sumber penindasan.

Fenomena ini juga dapat dilihat melalui lensa antropologi politik. Kekerasan yang tidak proporsional oleh aparat keamanan, ditambah dengan pernyataan-pernyataan kosong dari para elit, telah menciptakan krisis legitimasi yang mendalam. Para ahli melihat ini sebagai sebuah “pembangkangan simbolik”—sebuah cara bagi rakyat untuk menolak otoritas yang dianggap tidak lagi berfungsi.

Dalam situasi ini, massa tidak lagi takut. Rasa takut, yang sering digunakan sebagai alat kontrol sosial, telah digantikan oleh kemarahan yang membuncah. Hilangnya rasa takut ini menandakan pergeseran kekuatan yang signifikan, dari penguasa kepada yang dikuasai.

Amuk massa yang meluas, dengan sasaran yang jelas dan ketidaktakutan yang nyata, menimbulkan pertanyaan fundamental tentang kesehatan demokrasi di Indonesia. Apakah ini merupakan pertanda runtuhnya sendi-sendi demokrasi? Jawabannya mungkin iya.

Demokrasi pada dasarnya didasarkan pada kontrak sosial antara rakyat dan negara. Rakyat menyerahkan sebagian kebebasan mereka sebagai imbalan atas perlindungan dan keadilan dari negara. Namun, ketika kontrak ini dilanggar, ketika negara tidak lagi hadir dalam hidup rakyat, yang tersisa hanyalah kekecewaan dan kemarahan.

Kesenjangan sosial yang kian melebar, di mana segelintir elit sibuk mengumpulkan kekayaan sementara rakyat berjuang untuk bertahan hidup, telah mempercepat erosi kepercayaan ini.

Rakyat yang merasa terabaikan dan tertindas, merasa seolah-olah mereka adalah tamu di negeri sendiri. Dalam kondisi seperti ini, mereka tidak lagi melihat pemerintah sebagai perwakilan mereka, tetapi sebagai entitas yang asing dan menindas.

Amuk massa, dengan segala kengeriannya, adalah jeritan pilu dari mereka yang telah putus asa—sebuah pengingat sarkastik bahwa bahkan dalam badai kekacauan, masih ada secercah harapan untuk keadilan, walau harus ditebus dengan harga yang begitu mahal.

Pada akhirnya, fenomena ini adalah sebuah cermin yang jujur bagi bangsa. Sebuah cermin yang menunjukkan wajah-wajah yang lelah, mata-mata yang penuh amarah, dan hati-hati yang telah terkoyak oleh janji-janji kosong.

Amuk massa adalah pertanda bahwa jika negara tidak segera berbenah, bara api kekecewaan ini akan terus membakar, mengancam untuk menjebol sendi-sendi persatuan dan kebangsaan.

Peristiwa unjuk rasa yang dipicu oleh sikap bebal politisi dan pemerintah merupakan Peringatan keras bagi para elit bangsa ini. Situasi ini adalah ultimatum yang tidak bisa diabaikan.

Para elit politik dan aparatur negara, terutama aparat penegak hukum, harus segera menyadari bahwa bibit yang mereka tanam hari ini adalah badai yang akan mereka tuai di masa depan.

Kekerasan yang mereka sebarkan, ketidakadilan yang mereka biarkan, dan retorika kosong yang mereka lontarkan, telah menciptakan ladang subur bagi kemarahan rakyat.

Jika mereka terus membiarkan perpecahan dan kesenjangan sosial merajalela, jika mereka terus menggunakan kekuasaan untuk menindas alih-alih melayani, maka takdir mereka akan serupa dengan takdir rezim-rezim yang runtuh di masa lalu.

Sudah saatnya bagi mereka untuk melepaskan jubah arogansi dan kembali ke fitrahnya sebagai pelayan rakyat.

Memperbaiki sistem yang telah keropos, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan menunjukkan empati nyata terhadap penderitaan rakyat adalah satu-satunya jalan untuk memadamkan amarah yang membara.

Jika tidak, maka amuk massa ini hanyalah awal dari gelombang pasang yang akan menenggelamkan mereka, dan rakyat akan menjadi saksi sejarah dari kehancuran yang mereka ciptakan sendiri.

Nanang Farid Syam, Alumni Antropologi Universitas Andalas

Tags: demo dpr
Nanang FS

Nanang FS

Related Posts

Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

by admin
August 27, 2026
0

“Kalau obatnya putus, kondisinya bisa memburuk.” Kalimat itu tidak diucapkan di ruang sidang, bukan pula dalam rapat sebuah lembaga bantuan...

Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

by admin
August 21, 2026
0

Online scam kini berkembang menjadi industri kriminal lintas negara dengan rantai pelaku, teknologi, dana, dan operasi yang semakin multinasional. Bagi...

Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

by Nanang FS
August 19, 2026
0

Sebuah Dialog Imajiner Nanang Farid Syam dengan Tan Malaka di Usia 81 Tahun Republik Delapan puluh satu tahun sudah Republik...

Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

by admin
July 14, 2026
0

TANGGAL 12 Juli 2026 menandai sepuluh tahun sejak putusan arbitrase Laut China Selatan diumumkan. Selama satu dekade, putusan tersebut terus...

Belajar dari Sepak Bola Dunia

Belajar dari Sepak Bola Dunia

by Nanang FS
July 9, 2026
0

Oleh : Nanang FS* Setiap empat tahun sekali, dunia seperti berhenti berdenyut. Bukan karena perang atau wabah, melainkan karena si...

Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

by admin
June 18, 2026
0

Oleh Firdaus Cahyadi Pembelaan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini terhadap kebijakannya di The Economist (10 Juni 2026) hanya memperkuat keyakinan...

Next Post
Anarkisme yang Diciptakan, Represi yang Disiapkan

Anarkisme yang Diciptakan, Represi yang Disiapkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org