• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Friday, October 9, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Polda Jatim Seret Dua Aktivis Prodemokrasi dalam Kasus Kerusuhan Kediri

by Moh Busri
October 10, 2025
in Berita
0
Polda Jatim Seret Dua Aktivis Prodemokrasi dalam Kasus Kerusuhan Kediri

TAUD Jatim mendampingi Eko Prasetyo dan Naysilla saat menghadiri Panggilan Penyidik Polda Jatim, Kamis (9/10/2025). (Foto: Doc LBH Surabaya)

31
SHARES
89
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koreksi, Surabaya – Kasus pemburuan aktivis prodemokrasi oleh institusi kepolisian terus terjadi di Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, penangkapan aktivis itu terjadi sebagai bagian dari rentetan dugaan kasus kerusuhan yang terjadi di Kediri.

Sebelumnya, Tim Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menangkap paksa aktivis social asal Yogyakarta, Muhammad Fakhrurrozi, pada Sabtu (27/9/2025). Pria yang akrab disapa Paul itu, kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dengan alasan pengembangan kasus penangkapan sejumlah aktivis di Kediri. Penetapan tersangka ini, diduga mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.

Teranyar, Polda Jatim kembali menyeret dua aktivis prodemokrasi dalam kasus tersebut. Mereka adalah Eko Prasetyo dan Naysilla Rose. Keduanya dipanggil ke Mapolda untuk menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi pada Sabtu (9/10/2025).

Direktur YLBHI-LBH Surabaya, Habibus Shalihin mengungkapkan, pemanggilan Eko dan Naysilla oleh Polda Jatim, diduga sebagai bentuk upaya baru pembungkaman terhadap gerakan reformasi kepolisian. Sebab, dua aktivis prodemokrasi tersebut, tidak memiliki keterkaitan dengan kasus kerusuhan yang terjadi di Kediri.

“Ini justru menimbulkan kejanggalan dan kecurigaan publik,” ungkapnya, Sabtu (9/10/2025).

Menurut Habibus, pemanggilan Eko dan Naysilla terkesan tergesa-gesa dan bahkan diduga mengabaikan hak hukum. Awalnya, surat panggilan dari Polda Jatim untuk Eko dan Naysilla, diterbitkan pada 1 Oktober 2025. Mereka diminta hadir ke Mapolda pada 6 Otober 2025.

“Tetapi surat itu baru diterima oleh Eko pada 3 Oktober, dan oleh Naysilla pada 4 Oktober,” kata Habibus.

Atas pemanggilan polisi tersebut, Eko dan Naysilla menganggap perlu untuk berkoordinasi dengan tim pendamping hukumnya. Sehingga, mereka secara pribadi berkirim surat secara resmi kepada Penyidik Polda Jatim agar menunda pemeriksaan.

Namun, hak hukum Eko dan Naysilla terkesan diabaikan. Dugaan tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya surat panggilan kedua dari Polda Jatim. Mereka diminta hadir memenuhi proses pemeriksaan pada Kamis (9/10/2025).

“Seharusnya, penyidik memberikan balasan atas surat yang dikirimkan Eko dan Naysilla,” jelasnya.

Kini, proses pemeriksaan yang tengah dijalani Eko dan Naysilla, mendapat pendampingan hukum dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Jatim. Terdapat 26 pengacara dari berbagai lembaga masyarakat sipil yang turut berpartisipasi memberikan pendampingan.

Sejumlah lembaga itu meliputi YLBHI-LBH Surabaya, YLBHI-LBH Pos Malang, YLBHI-LBH Yogyakarta, Center of Economic and Law Studies (CELIOS), serta AMAR Law Firm & Public Interest Law Office. Kemudian juga ada KontraS Surabaya, Kantor Hukum Suarkala (Yogyakarta), Unit Konsultasi & Bantuan Hukum (UKBH) Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan dan WALHI Jawa Timur.

Mengenai kejanggalan proses hukum terhadap Eko dan Naysilla, TAUD Jatim menganggap Langkah kepolisian sebagai bentuk tekanan terhadap aktivis. Bahkan, hal itu juga melanggar prinsip due process of law (proses hukum yang adil).

“Hingga kini, penyidik belum menerima BAP tersangka utama, Muhammad Fakhrurrozi. Sehingga, kami menilai, dasar pemeriksaan terhadap saksi menjadi kabur,” tegasnya.

Sementara itu, Eko menyatakan siap dan tidak gentar untuk menjalani proses pemeriksaan. Bersamaan dengan itu, dia menyematkan pesan untuk muridnya di Akademi Kepolisian (Akpol). Menurutnya, upaya membangun kepolisian yang humanis adalah perjuangan panjang dan bukan sebuah ancaman.

“Saya siap memenuhi panggilan menjadi saksi di Polda Jatim,” ucapnya pada Kamis (9/10/2025)

Naysilla pun memberikan pernyataan senada atas kesiapannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari Penyidik Polda Jatim. Dia menegaskan, semua perjuangan yang dilakukan memiliki tujuan besar, yaitu ruang aman bagi warga negara untuk bersuara.

“Kami datang dengan kepala tegak. Karena yang kami perjuangkan adalah ruang aman bagi warga untuk bersuara,” tegasnya.

Sampai berita ini ditulis, proses pemeriksaan terhadap Eko dan Naysilla oleh Penyidik Polda Jatim masih berlangsung. Pemeriksaan tersebut baru dimulai sekitar pukul 13.30 WIB.

Eko Prasetyo (kanan) didampingi oleh Fatkhul Khoir, TAUD Jatim, saat menghadiri Panggilan Penyidik Polda Jatim, Kamis (9/10/2025). (Foto: Andre Yuris)

Perjuangan Panjang Eko Prasetyo

Nama Eko Prasetyo sebagai pejuang reformasi institusi Polri sudah cukup dikenal. Gagasan pemikiran dan gerakannya, konsisten dilakukan dari era 90-an hingga saat ini. Dia bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga merumuskan gerakan perubahan yang tulus.

Eko adalah salah satu pemikir awal Community Oriented Policing (COP). Gagasannya menekankan pendekatan posisi polisi sebagai pelayan masyarakat, bukan penguasa yang membangun kesan menakutkan.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 1995, Eko menjadi penyunting Buku “Polisi, Masyarakat, dan Negara.” Pengantar buku ini, ditulis langsung oleh Kapolri pada masa itu, Jenderal Polisi Drs. Banurusman. Literatur tersebut mampu membuka pemahaman baru tentang relasi kepolisian dengan masyarakat sipil.

Pada masa yang hampir bersamaan, Eko merumuskan sebuah konsep pelatihan kepolisian berbasis nilai kemanusiaan dan kedekatan sosial. Rancangan konsep tersebut digagas sebelum masa reformasi tahun 1998.

Perjuangan Eko mengenai reformasi institusi Polri, konsisten dilakukan sampai sekarang. Salah satunya yakni berupa pagelaran pameran bertajuk “Surat Cinta untuk Polisi” di Yogyakarta. Kegiatan itu diselenggarakan bersama gerakan Reformasi Polisi Nasional.

Pameran “Surat Cinta untuk Polisi,”dijadikannya sebagai ruang refleksi publik tentang perjalanan kepolisian di Indonesia. Sekaligus, juga menjadi media evaluasi terhadap institusi kepolisian. “Pameran itu adalah ajakan lembut agar polisi kembali pada hati nurani, menjadi pelindung rakyat, bukan penguasa yang menakutkan,” kata Eko.

Tags: polda jatimreformasi polritahanan politik
Moh Busri

Moh Busri

Related Posts

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

by Annisa Salim
October 1, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar Harapan Rakyat mendampingi guru di salah satu sekolah swasta Islam di Kota Tangerang...

Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

by admin
September 9, 2026
0

JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

by Petrus Riski
September 7, 2026
0

Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih, kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

by Muhammad Firman
September 9, 2026
0

Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

by Petrus Riski
September 6, 2026
0

Puluhan warga RW 01 Simogunung, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polrestabes Kota...

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

by Ari Yani
September 5, 2026
0

Koreksi, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyoroti minimnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah se-Tanah Papua, termasuk Papua...

Next Post
Tahanan Politik Era Paling Baru

Tahanan Politik Era Paling Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org