Join App Koreksi Now!
  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, April 13, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Tahanan Politik Era Paling Baru

    Tahanan Politik Era Paling Baru

    Demokrasi yang Tersandera

    Demokrasi yang Tersandera

    Anarkisme yang Diciptakan, Represi yang Disiapkan

    Anarkisme yang Diciptakan, Represi yang Disiapkan

    Amuk Massa

    Amuk Massa

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Tahanan Politik Era Paling Baru

    Tahanan Politik Era Paling Baru

    Demokrasi yang Tersandera

    Demokrasi yang Tersandera

    Anarkisme yang Diciptakan, Represi yang Disiapkan

    Anarkisme yang Diciptakan, Represi yang Disiapkan

    Amuk Massa

    Amuk Massa

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Polda Jatim Seret Dua Aktivis Prodemokrasi dalam Kasus Kerusuhan Kediri

by Moh Busri
October 9, 2025
in Berita
0
Polda Jatim Seret Dua Aktivis Prodemokrasi dalam Kasus Kerusuhan Kediri

TAUD Jatim mendampingi Eko Prasetyo dan Naysilla saat menghadiri Panggilan Penyidik Polda Jatim, Kamis (9/10/2025). (Foto: Doc LBH Surabaya)

31
SHARES
88
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koreksi, Surabaya – Kasus pemburuan aktivis prodemokrasi oleh institusi kepolisian terus terjadi di Jawa Timur (Jatim). Pasalnya, penangkapan aktivis itu terjadi sebagai bagian dari rentetan dugaan kasus kerusuhan yang terjadi di Kediri.

Sebelumnya, Tim Kepolisian Daerah (Polda) Jatim menangkap paksa aktivis social asal Yogyakarta, Muhammad Fakhrurrozi, pada Sabtu (27/9/2025). Pria yang akrab disapa Paul itu, kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi dengan alasan pengembangan kasus penangkapan sejumlah aktivis di Kediri. Penetapan tersangka ini, diduga mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.

Teranyar, Polda Jatim kembali menyeret dua aktivis prodemokrasi dalam kasus tersebut. Mereka adalah Eko Prasetyo dan Naysilla Rose. Keduanya dipanggil ke Mapolda untuk menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi pada Sabtu (9/10/2025).

Direktur YLBHI-LBH Surabaya, Habibus Shalihin mengungkapkan, pemanggilan Eko dan Naysilla oleh Polda Jatim, diduga sebagai bentuk upaya baru pembungkaman terhadap gerakan reformasi kepolisian. Sebab, dua aktivis prodemokrasi tersebut, tidak memiliki keterkaitan dengan kasus kerusuhan yang terjadi di Kediri.

“Ini justru menimbulkan kejanggalan dan kecurigaan publik,” ungkapnya, Sabtu (9/10/2025).

Menurut Habibus, pemanggilan Eko dan Naysilla terkesan tergesa-gesa dan bahkan diduga mengabaikan hak hukum. Awalnya, surat panggilan dari Polda Jatim untuk Eko dan Naysilla, diterbitkan pada 1 Oktober 2025. Mereka diminta hadir ke Mapolda pada 6 Otober 2025.

“Tetapi surat itu baru diterima oleh Eko pada 3 Oktober, dan oleh Naysilla pada 4 Oktober,” kata Habibus.

Atas pemanggilan polisi tersebut, Eko dan Naysilla menganggap perlu untuk berkoordinasi dengan tim pendamping hukumnya. Sehingga, mereka secara pribadi berkirim surat secara resmi kepada Penyidik Polda Jatim agar menunda pemeriksaan.

Namun, hak hukum Eko dan Naysilla terkesan diabaikan. Dugaan tersebut dibuktikan dengan diterbitkannya surat panggilan kedua dari Polda Jatim. Mereka diminta hadir memenuhi proses pemeriksaan pada Kamis (9/10/2025).

“Seharusnya, penyidik memberikan balasan atas surat yang dikirimkan Eko dan Naysilla,” jelasnya.

Kini, proses pemeriksaan yang tengah dijalani Eko dan Naysilla, mendapat pendampingan hukum dari Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) Jatim. Terdapat 26 pengacara dari berbagai lembaga masyarakat sipil yang turut berpartisipasi memberikan pendampingan.

Sejumlah lembaga itu meliputi YLBHI-LBH Surabaya, YLBHI-LBH Pos Malang, YLBHI-LBH Yogyakarta, Center of Economic and Law Studies (CELIOS), serta AMAR Law Firm & Public Interest Law Office. Kemudian juga ada KontraS Surabaya, Kantor Hukum Suarkala (Yogyakarta), Unit Konsultasi & Bantuan Hukum (UKBH) Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) Fakultas Hukum Universitas Ahmad Dahlan dan WALHI Jawa Timur.

Mengenai kejanggalan proses hukum terhadap Eko dan Naysilla, TAUD Jatim menganggap Langkah kepolisian sebagai bentuk tekanan terhadap aktivis. Bahkan, hal itu juga melanggar prinsip due process of law (proses hukum yang adil).

“Hingga kini, penyidik belum menerima BAP tersangka utama, Muhammad Fakhrurrozi. Sehingga, kami menilai, dasar pemeriksaan terhadap saksi menjadi kabur,” tegasnya.

Sementara itu, Eko menyatakan siap dan tidak gentar untuk menjalani proses pemeriksaan. Bersamaan dengan itu, dia menyematkan pesan untuk muridnya di Akademi Kepolisian (Akpol). Menurutnya, upaya membangun kepolisian yang humanis adalah perjuangan panjang dan bukan sebuah ancaman.

“Saya siap memenuhi panggilan menjadi saksi di Polda Jatim,” ucapnya pada Kamis (9/10/2025)

Naysilla pun memberikan pernyataan senada atas kesiapannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan dari Penyidik Polda Jatim. Dia menegaskan, semua perjuangan yang dilakukan memiliki tujuan besar, yaitu ruang aman bagi warga negara untuk bersuara.

“Kami datang dengan kepala tegak. Karena yang kami perjuangkan adalah ruang aman bagi warga untuk bersuara,” tegasnya.

Sampai berita ini ditulis, proses pemeriksaan terhadap Eko dan Naysilla oleh Penyidik Polda Jatim masih berlangsung. Pemeriksaan tersebut baru dimulai sekitar pukul 13.30 WIB.

Eko Prasetyo (kanan) didampingi oleh Fatkhul Khoir, TAUD Jatim, saat menghadiri Panggilan Penyidik Polda Jatim, Kamis (9/10/2025). (Foto: Andre Yuris)

Perjuangan Panjang Eko Prasetyo

Nama Eko Prasetyo sebagai pejuang reformasi institusi Polri sudah cukup dikenal. Gagasan pemikiran dan gerakannya, konsisten dilakukan dari era 90-an hingga saat ini. Dia bukan sekadar menyampaikan kritik, tetapi juga merumuskan gerakan perubahan yang tulus.

Eko adalah salah satu pemikir awal Community Oriented Policing (COP). Gagasannya menekankan pendekatan posisi polisi sebagai pelayan masyarakat, bukan penguasa yang membangun kesan menakutkan.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 1995, Eko menjadi penyunting Buku “Polisi, Masyarakat, dan Negara.” Pengantar buku ini, ditulis langsung oleh Kapolri pada masa itu, Jenderal Polisi Drs. Banurusman. Literatur tersebut mampu membuka pemahaman baru tentang relasi kepolisian dengan masyarakat sipil.

Pada masa yang hampir bersamaan, Eko merumuskan sebuah konsep pelatihan kepolisian berbasis nilai kemanusiaan dan kedekatan sosial. Rancangan konsep tersebut digagas sebelum masa reformasi tahun 1998.

Perjuangan Eko mengenai reformasi institusi Polri, konsisten dilakukan sampai sekarang. Salah satunya yakni berupa pagelaran pameran bertajuk “Surat Cinta untuk Polisi” di Yogyakarta. Kegiatan itu diselenggarakan bersama gerakan Reformasi Polisi Nasional.

Pameran “Surat Cinta untuk Polisi,”dijadikannya sebagai ruang refleksi publik tentang perjalanan kepolisian di Indonesia. Sekaligus, juga menjadi media evaluasi terhadap institusi kepolisian. “Pameran itu adalah ajakan lembut agar polisi kembali pada hati nurani, menjadi pelindung rakyat, bukan penguasa yang menakutkan,” kata Eko.

Tags: polda jatimreformasi polritahanan politik
Moh Busri

Moh Busri

Related Posts

AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

by admin
April 11, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menggelar Pesta Media yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 11-12 April...

Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

by admin
March 24, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto telah mencabut izin 28 perusahaan karena dinilai berkontribusi pada kerusakan lingkungan dan banjir di Sumatera...

100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

by Nurika Manan
March 19, 2026
0

KOREKSI, Jakarta - Pelbagai elemen rakyat atau koalisi sipil penting untuk terus bersuara dan memberikan masukan–sebagai bentuk kontrol sosial–di tengah...

Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

by Nurika Manan
March 14, 2026
0

KOREKSI, Jakarta - Salib Merah sebagai simbol protes dan perlawanan Masyarakat Adat Merauke dari Marga Kamuyen terhadap Proyek Strategis Nasional...

Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

by Wildan Humaidyi
March 10, 2026
0

Pasca demonstrasi pengawalan sidang paripurna DPRD Pati yang berakhir di jalan Pantura Pati-Juwana, Botok dan Teguh berakhir menjadi tahanan politik....

Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

by Wildan Humaidyi
March 9, 2026
0

Malam di Pantura Pati-Juana punya cara mengubur jejak. Di depan gapura desa Widorokandang, ingatan Hanif tentang beberapa menit blokade itu...

Next Post
Tahanan Politik Era Paling Baru

Tahanan Politik Era Paling Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org