• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, September 14, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Dugaan Keterlibatan Amran Sulaiman dalam Konflik Tanah Lakkang Ca’di

by admin
September 1, 2026
in Berita, Liputan Khusus
0
Dugaan Keterlibatan Amran Sulaiman dalam Konflik Tanah Lakkang Ca’di

Pemandangan Masjid Hj. Andi Nurhadi dari Lakkang Ca'di, pada Jumat (14/8). Foto: Koreksi

97
SHARES
278
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Waktu mereka pasang patok, kami datangi langsung dan tanya kenapa dipasang di sini. Mereka menjawab hanya menjalankan perintah dari AAS Building.”

Koreksi.org, Makassar–Persoalan sengketa tanah di Lakkang Ca’di bergulir ke babak baru. Skala sengketa yang mencakup sepertiga Pulau Lakkang memicu dugaan di tengah masyarakat mengenai adanya kepentingan investasi berskala besar. Penelusuran lapangan mengarah pada satu nama entitas, AAS Building.

AAS Building merupakan gedung perkantoran modern berlantai 13 yang dimiliki oleh Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian RI dan berfungsi sebagai kantor pusat bagi berbagai unit bisnis Tiran Group, pusat operasional AAS Foundation, serta Sekretariat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas)

Andi Amran Sulaiman saat ini merupakan tokoh nasional asal Sulawesi Selatan. Ia berkerabat dengan Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) dan juga kakak kandung dari Andi Sudirman Sulaiman yang saat ini menjabat Gubernur Sulawesi Selatan, serta ayah dari Anggota Komisi III DPR RI, Andi Amar Ma’ruf Sulaiman.

Dugaan keterlibatan korporasi ini menguat setelah warga melaporkan adanya pola pematokan sepihak, intimidasi, hingga upaya pembelian tanah secara paksa di bawah harga pasar.

Junar Hakim, warga yang lahannya masuk dalam objek gugatan ahli waris Moha bin Batjo (Persil 29), menceritakan ketegangan awal April 2026. Saat itu, pihak penggugat bersama sejumlah orang memasang patok dan mendirikan posko di lokasi sengketa.

Saat Junar dan warga memprotes tindakan tersebut kepada Lili yang merupakan perwakilan keluarga penggugat ahli waris Moha, mereka mendapat jawaban mengejutkan.

“Waktu mereka pasang patok, kami datangi langsung dan tanya kenapa dipasang di sini. Mereka menjawab hanya menjalankan perintah dari AAS Building,” ungkap Junar via wawancara WhatsApp (12/7).

Warga kemudian mengendus keberadaan pria bernama Anwar, pekerja AAS Building yang kerap terlihat memantau lokasi sengketa dan diduga kuat bertindak sebagai penanggung jawab lapangan. Informasi yang beredar di antara warga mengindikasikan bahwa telah terjadi kesepakatan transaksi di balik layar antara pihak AAS Building dan ahli waris Moha.

Menindaki informasi tersebut, pada 19 April 2026, sejumlah warga tergugat mendatangi Kantor AAS Building di Jalan Urip Sumoharjo No. 3, Makassar. Tujuan mereka ingin menemui Anwar untuk mengklarifikasi sekaligus melayangkan protes atas dugaan transaksi sepihak tersebut.

Namun, upaya warga kandas, petugas keamanan melarang mereka masuk dengan dalih belum membuat janji temu. “Kami datang kesana ingin mempertegas bahwa itu tanah kami, bukan milik penggugat,” kata Junar Hakim (17/7).

Dua hari berselang, 21 April 2026, komunikasi bergeser ke ruang informal. Seorang warga menerima pesan WhatsApp dari pria bernama Tawang yang mengaku sebagai representasi AAS Building. Pertemuan digelar di Warkop Aspirasi, Jalan A.P. Pettarani, Makassar.

Alih-alih mendapatkan kejelasan transaksi, warga justru diminta menyerahkan fotokopi seluruh dokumen kepemilikan tanah mereka untuk diserahkan ke manajemen AAS Building.

Mengkonfirmasi hal tersebut, tim Koreksi.org melakukan wawancara via Whatsapp kepada Anwar dan Tawang. Namun hingga tulisan ini dibuat, Anwar enggan memberikan jawaban.

Pada wawancara 27 Juli 2026, Tawang mengatakan pernah terlibat dalam sengketa di Lakkang Ca’di menjadi bagian pengurus dari pihak penggugat. Namun dirinya mengaku telah mengundurkan diri setelah mendapat informasi bahwa tanah tersebut bermasalah.

“Pernah disodorkan ke saya atas nama ahli waris Moha, setelah saya cek-cek berkasnya, belum ditindaklanjuti sudah ada kabar tanah itu bermasalah sengketa”, tulis Tawang.

Lebih jauh mempertanyakan kerjasamanya dengan Anwar perihal sengketa tanah di Lakkang Ca’di. Hingga tulisan ini diterbitkan, Tawang belum memberikan jawaban.

Keterlibatan Keluarga Menteri

Investigasi Koreksi.org menemukan indikasi keterlibatan yang meluas hingga ke lingkaran keluarga inti Menteri Pertanian. Misbahuddin, Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Kecamatan Panakkukang, mengonfirmasi bahwa pada awal Juli, adik kandung Menteri Pertanian, Andi Suriana Sulaiman, mendatangi kantor Camat bersama seseorang yang diduga kuat dari pihak ahli waris Moha.

“Baru-baru ini datang, belum cukup satu minggu. Saya sempat pertemukan juga salah satu warga tergugat dengan dia (adik Amran),” ungkap Misbahuddin saat ditemui di ruang kerjanya (10/7).

Dugaan keterlibatan Amran Sulaiman kian dipertegas oleh bukti digital berupa rekaman video yang diabadikan warga saat berdialog dengan Solle, penjaga lokasi sengketa dari kubu ahli waris Moha.

Dalam rekaman bertanggal 5 Juli tersebut, Solle menggunakan bahasa lokal yang menyatakan bahwa Amran Sulaiman akan mengucurkan dana begitu posisi hukum mereka menang di pengadilan.

“Punna amran, kupauangko nak, antu amran nah turun tangan punna pembayaran. Punna resmi mi anjo surakka nampai mi anjo nia” (Kalau Amran, saya beritahu kamu nak, Amran itu turun tangan kalau soal pembayaran. Kalau surat-suratnya sudah resmi (menang pengadilan), barulah dia datang.

Antara Kemegahan Masjid Baru dan Kecemasan Warga Lakkang Ca’di

Proyek Masjid Hj. Andi Nurhadi dari tanah sengketa Lakkang Ca’di pada Jumat (14/8).

Pemandangan dari balik pagar kawat sengketa itu memperlihatkan kemegahan kubah masjid Hj. Andi Nurhadi–yang merupakan nama dari ibu kandung Andi Amran Sulaiman–di seberang Pulau Lakkang yang kini memasuki tahap akhir pembangunan. Kubah emasnya tampak berdiri tegak dan memantulkan kilauan cahaya keemasan yang dapat menyilaukan mata.

Rumah ibadah megah yang didanai oleh AAS Foundation, yayasan sosial milik menteri pertanian Amran Sulaiman berdiri kokoh di tepi timur pulau, hanya dipisahkan oleh anak sungai kurang lebih selebar delapan meter yang kini telah dilengkapi jembatan kayu penyeberangan. Jalur ini pula yang kerap dilalui Amran Sulaiman saat mengunjungi kawasan Lakkang Ca’di.

Namun, masjid ini barulah awal dari rencana besar. Berdasarkan data yang telah dipublikasikan akun resmi @aasfoundation.idn, diketahui AAS Foundation juga bersiap membangun mega proyek lainnya: AAS Islamic International School dan AAS International Hospital. Hingga saat ini, titik pasti koordinat kedua fasilitas internasional tersebut masih menjadi teka-teki.

Di tengah ketidakpastian itu, beredar kabar mengenai rencana pembukaan jalan baru yang membelah tengah Pulau Lakkang. Jalan ini direncanakan membentang dari area Masjid Hj. Andi Nurhadi di ujung timur, hingga menembus langsung ke Jalan Tol Layang A.P. Pettarani di sebelah barat pulau.

Rencana ekspansi masif ini mulai memicu kekhawatiran di kalangan warga Lakkang Ca’di. Mereka cemas ruang hidup mereka akan tergerus oleh pembangunan sarana penunjang proyek tersebut.

“Katanya nanti itu pembangunannya satu kilometer. Kalau satu kilometer pembangunan di samping jalan yang akan dibuat nanti, bakalan habis ini Lakkang Ca’di,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan pada 5 Agustus 2026.

Guna menelusuri kepastian dan detail cetak biru proyek di Lakkang Ca’di, Koreksi.org telah berupaya meminta konfirmasi serta klarifikasi dari berbagai pihak terkait. Upaya hubung telah dilakukan kepada Anwar, yang diduga kuat sebagai penanggung jawab lapangan, serta pihak manajemen AAS Building dan AAS Foundation. Namun, hingga laporan ini diturunkan, seluruh pihak terkait memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi.

Tags: AAS BuildingAndi AmranLakkang Ca'dimenteri pertaniansengketa lahan
admin

admin

Related Posts

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran PLTGU Jawa-1 Karawang

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran PLTGU Jawa-1 Karawang

by admin
September 14, 2026
0

Perubahan lingkungan akibat PLTGU Jawa-1 Karawang mengurangi pendapatan keluarga nelayan dan petani di sekitarnya. Beban psikologis perempuan dan terganggunya pendidikan...

Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

by admin
September 9, 2026
0

JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

by Petrus Riski
September 7, 2026
0

Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih, kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

by Muhammad Firman
September 9, 2026
0

Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

by Petrus Riski
September 6, 2026
0

Puluhan warga RW 01 Simogunung, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polrestabes Kota...

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

by Ari Yani
September 5, 2026
0

Koreksi, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyoroti minimnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah se-Tanah Papua, termasuk Papua...

Next Post
Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org