• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 31, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Konferensi Republik Maumere: Negara Hadir dalam Simbol, tetapi Absen dalam Layanan

    Konferensi Republik Maumere: Negara Hadir dalam Simbol, tetapi Absen dalam Layanan

    Konferensi Republik: Rektor IFTK Ledalero Sebut Konferensi Republik Jadi Ruang Merespons Kegelisahan Demokrasi

    Konferensi Republik: Rektor IFTK Ledalero Sebut Konferensi Republik Jadi Ruang Merespons Kegelisahan Demokrasi

    Konferensi Republik: APTIK Serukan Kaum Intelektual Harus Berani Mengoreksi Kekuasaan dan Menyelamatkan Republik

    Konferensi Republik: APTIK Serukan Kaum Intelektual Harus Berani Mengoreksi Kekuasaan dan Menyelamatkan Republik

    Konferensi Republik di Flores, Dorong Suara Daerah dalam Percakapan Masa Depan Bangsa

    Konferensi Republik di Flores, Dorong Suara Daerah dalam Percakapan Masa Depan Bangsa

    Koalisi ISPA Desak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Komoditas Pemicu Karhutla dan Bersolidaritas Padamkan Api

    Koalisi ISPA Desak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Komoditas Pemicu Karhutla dan Bersolidaritas Padamkan Api

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Konferensi Republik Maumere: Negara Hadir dalam Simbol, tetapi Absen dalam Layanan

    Konferensi Republik Maumere: Negara Hadir dalam Simbol, tetapi Absen dalam Layanan

    Konferensi Republik: Rektor IFTK Ledalero Sebut Konferensi Republik Jadi Ruang Merespons Kegelisahan Demokrasi

    Konferensi Republik: Rektor IFTK Ledalero Sebut Konferensi Republik Jadi Ruang Merespons Kegelisahan Demokrasi

    Konferensi Republik: APTIK Serukan Kaum Intelektual Harus Berani Mengoreksi Kekuasaan dan Menyelamatkan Republik

    Konferensi Republik: APTIK Serukan Kaum Intelektual Harus Berani Mengoreksi Kekuasaan dan Menyelamatkan Republik

    Konferensi Republik di Flores, Dorong Suara Daerah dalam Percakapan Masa Depan Bangsa

    Konferensi Republik di Flores, Dorong Suara Daerah dalam Percakapan Masa Depan Bangsa

    Koalisi ISPA Desak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Komoditas Pemicu Karhutla dan Bersolidaritas Padamkan Api

    Koalisi ISPA Desak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Komoditas Pemicu Karhutla dan Bersolidaritas Padamkan Api

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Konferensi Republik Maumere: Negara Hadir dalam Simbol, tetapi Absen dalam Layanan

by Annisa Salim
October 31, 2026
in Berita
0
Konferensi Republik Maumere: Negara Hadir dalam Simbol, tetapi Absen dalam Layanan

Konferensi Republik di Ledalero, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (31/10/2026). Foto: Panitia

1
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koreksi, Maumere– Konferensi Republik yang berlangsung di Ledalero, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (31/10/2026), menilai negara tengah menghadapi persoalan serius dalam menjalankan tanggung jawab konstitusionalnya. Negara dinilai hadir melalui simbol-simbol kekuasaan, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan dasar dan melindungi hak-hak warganya.

Dalam pernyataan tersebut, Nusa Tenggara Timur disebut sebagai gambaran nyata ketimpangan pembangunan di Indonesia. Meskipun ekonominya tumbuh di atas lima persen, angka kemiskinan di provinsi itu masih mencapai 17,52 persen. Hampir empat dari sepuluh balita tumbuh pendek, sementara indeks pembangunan manusia (IPM) NTT dinilai tertinggal sekitar seperempat abad dibandingkan dengan Jakarta.

Konferensi juga menyoroti merosotnya kepuasan publik terhadap demokrasi, dari 74 persen pada awal 2024 menjadi 40 persen pada Oktober 2026. Kondisi tersebut dinilai sebagai peringatan serius atas menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan negara.

“Negara hadir dalam simbol, tetapi absen dalam layanan,” demikian salah satu diagnosis utama yang disampaikan dalam pernyataan sikap tersebut.

Berpijak pada Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan Manifesto Konferensi Republik, para peserta menyampaikan sembilan tuntutan kepada penyelenggara negara (pemerintah).

Pertama, pembangunan harus diukur berdasarkan kualitas hidup masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan angka pertumbuhan ekonomi. Penyelenggara negara juga diminta untuk menjamin integritas statistik dengan tidak menyembunyikan penderitaan. Data harus disusun bersama warga, dan warga harus menjadi pemegang saham pembangunan, bukan pemangku kepentingan yang diundang sesudah keputusan diambil. Negara, pasar, dan masyarakat, termasuk gereja, harus menjadi mitra yang setara, dan ekonomi dibangun dari potensi setempat.

Kedua, Konferensi Republik mendesak penghentian resentralisasi dan militerisasi urusan sipil. Penyelenggara negara diminta mengembalikan kewenangan dan sumber daya kepada pemerintah daerah dan desa, sekaligus menjamin standar pelayanan minimum. Pemangkasan transfer ke daerah dinilai telah menyulitkan sejumlah pemerintah daerah dalam membiayai layanan dasar.

Ketiga, pembangunan harus tunduk pada batas ekologis; tanah dan air adalah ruang hidup, bukan komoditas energi. Konferensi secara khusus menyoroti penetapan Flores sebagai “pulau panas bumi” dari Jakarta yang dinilai dilakukan tanpa persetujuan warga terdampak.

Proyek panas bumi di Sokoria, Mataloko, dan Atadei disebut memperlihatkan persoalan sengketa tanah, krisis air, kerusakan lingkungan, serta ancaman terhadap masyarakat adat. Karena itu, konferensi menuntut peninjauan ulang penetapan Flores sebagai pulau panas bumi, keterbukaan peta konsesi, kajian dampak independen, serta penghentian perluasan proyek tanpa persetujuan bebas dan sadar masyarakat terdampak.

Keempat, pemerintah diminta segera memenuhi layanan dasar bagi masyarakat, terutama pengungsi bencana. Konferensi menyoroti kondisi pengungsi di Nagekeo, penyintas erupsi Lewotobi, dan warga Palue yang masih menunggu pemenuhan kebutuhan hunian dan layanan dasar.

Pernyataan tersebut juga menyinggung banyaknya korban meninggal di pengungsian pascagempa Nagekeo. Para peserta menilai kematian yang dapat dicegah harus dipertanggungjawabkan dan meminta pemerintah menjamin ketersediaan air bersih, layanan kesehatan, hunian, serta kemudahan distribusi logistik bencana bagi pemerintah daerah.

Kelima, konferensi mendesak perlindungan perempuan dan anak melalui penyediaan layanan terpadu hingga tingkat desa, rumah aman, tenaga profesional, dan anggaran yang memadai. Perdagangan orang dan kekerasan berbasis gender juga harus ditangani dari akar persoalannya, termasuk kemiskinan dan migrasi tidak aman.

Keenam, bantuan sosial harus ditempatkan sebagai hak warga negara, bukan alat politik untuk membeli dukungan atau membungkam kritik. Penerima bantuan tetap memiliki hak untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan mengkritik pemerintah.

Ketujuh, pemerintah dituntut menegakkan HAM tanpa diskriminasi dan tanpa setengah hati. Konferensi mendesak penuntasan 12 peristiwa pelanggaran HAM berat melalui Komnas HAM dan Pengadilan HAM, termasuk pemenuhan keadilan bagi korban peristiwa 1965 di Sikka.

Selain itu, konferensi meminta penghentian penangkapan sewenang-wenang terhadap peserta aksi, kekerasan aparat, serta teror dan doxing terhadap warga yang menyampaikan kritik. Anak yang berhadapan dengan hukum juga harus diperlakukan sesuai prinsip perlindungan anak.

Kedelapan, pendidikan harus memanusiakan manusia, berakar pada kebudayaan, dan membebaskan. Negara diminta menjamin hak setiap warga atas pendidikan bermutu, termasuk pemerataan kualitas pendidikan antara wilayah timur dan barat Indonesia.

Konferensi menegaskan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), harus menjadi alat bantu pendidikan, bukan pengganti guru. Perguruan tinggi juga harus tetap menjadi ruang kebebasan berpikir dan pengembangan nalar kritis.

Kesembilan, mandat rakyat harus dapat ditagih dan dikoreksi. Pemerintah diminta membenahi kabinet, memulihkan kebijakan berbasis bukti, membuka anggaran untuk pengawasan publik, serta berhenti mencurigai kritik masyarakat.

“Rakyat berhak mengoreksi pengurusnya dan bila perlu mencabut mandatnya, melalui jalan demokratis dan konstitusional,” demikian penegasan dalam pernyataan tersebut.

Bangun Gerakan dari Desa, Paroki, dan Kampus

Tidak hanya menyampaikan tuntutan kepada pemerintah, Konferensi Republik juga menyatakan tekad untuk mengambil bagian langsung dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.

Para peserta berkomitmen menyusun rapor pelayanan publik dari tingkat desa, paroki, dan kampus; mengawal anggaran daerah, Dana Desa, serta dana bencana; dan mendampingi korban kekerasan tanpa menyalahkan korban.

Konferensi juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga agama melalui konsep tiga tungku, dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai ruang musyawarah dan perubahan sosial.

Dalam bidang lingkungan, peserta bertekad menjaga hutan, mata air, laut, dan sawah sebagai bela negara yang sesungguhnya. Upaya tersebut akan dilakukan dengan memadukan sains dan pengetahuan ekologis warisan leluhur.

“Kami tidak berhimpun untuk merebut kekuasaan. Kami berhimpun untuk mengembalikannya kepada pemiliknya: rakyat,” demikian penegasan Konferensi Republik.

Pernyataan sikap yang ditutup di Maumere pada 31 Oktober 2026 itu diakhiri dengan seruan bahwa republik merupakan milik seluruh rakyat dan tanggung jawab untuk merawat serta memperbaikinya harus dimulai dari masyarakat sendiri.

“Republik ini milik kita. Kita yang mendirikannya, kita yang merawatnya, dan kita pula yang akan memperbaikinya. Dari Flores. Mulai hari ini.”

Tags: IFTK Ledalerokonferensi republikmaumerenegara
Annisa Salim

Annisa Salim

Related Posts

Konferensi Republik: Rektor IFTK Ledalero Sebut Konferensi Republik Jadi Ruang Merespons Kegelisahan Demokrasi

Konferensi Republik: Rektor IFTK Ledalero Sebut Konferensi Republik Jadi Ruang Merespons Kegelisahan Demokrasi

by admin
October 31, 2026
0

Koreksi, Ledalero– Rektor Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, Otto Gusti Ndegong Madung, mengatakan bahwa Konferensi Republik bukan sekadar...

Konferensi Republik: APTIK Serukan Kaum Intelektual Harus Berani Mengoreksi Kekuasaan dan Menyelamatkan Republik

Konferensi Republik: APTIK Serukan Kaum Intelektual Harus Berani Mengoreksi Kekuasaan dan Menyelamatkan Republik

by Annisa Salim
October 31, 2026
0

Koreksi, Ledalero- Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), Johanes Eka Priyatma, mengajak kaum intelektual dan perguruan tinggi, serta semua elemen...

Konferensi Republik di Flores, Dorong Suara Daerah dalam Percakapan Masa Depan Bangsa

Konferensi Republik di Flores, Dorong Suara Daerah dalam Percakapan Masa Depan Bangsa

by Annisa Salim
October 31, 2026
0

Koreksi, Ledalero– Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero bersama jejaring perguruan tinggi dan masyarakat sipil menggelar Konferensi Republik pada...

Koalisi ISPA Desak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Komoditas Pemicu Karhutla dan Bersolidaritas Padamkan Api

Koalisi ISPA Desak Kedutaan Negara Mitra Evaluasi Perdagangan Komoditas Pemicu Karhutla dan Bersolidaritas Padamkan Api

by admin
October 24, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Inisiatif Solidaritas Publik Anti-Asap Karhutla (ISPA) mendatangi Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok...

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

by Annisa Salim
October 1, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar Harapan Rakyat mendampingi guru di salah satu sekolah swasta Islam di Kota Tangerang...

Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

by admin
September 9, 2026
0

JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org