• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, October 5, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Industri Binatu, Mikroplastik, dan Laut Tercemar: Siapa Bertanggung Jawab?

by admin
September 22, 2025
in Berita, Liputan Khusus
0
Industri Binatu, Mikroplastik, dan Laut Tercemar: Siapa Bertanggung Jawab?

Ilustrasi bisnis binatu. Foto: www.vecteezy.com

37
SHARES
106
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter


Koreksi, Jakarta- Suara deru mesin cuci bergemuruh dari kios laundry atau binatu di gang sempit di Jakarta Timur. Aroma detergen menguar, bercampur dengan bau pakaian basah yang menggunung di keranjang plastik.

Bagi Reni Oktari, pegawai swasta, binatu adalah penyelamat waktu di sela-sela kesibukannya bekerja. “Paling tidak seminggu sekali saya nge-binatu. Ya, baju, seprai, selimut, sampai boneka, semuanya saya binatu. Kerjaan padat, jadi tidak sempat mencuci sendiri,” katanya, Rabu (13/8/2025).

Namun di balik tumpukan baju bersih yang wangi dan terlipat rapi, tersembunyi jejak tak kasatmata. Jutaan partikel mikroplastik terlepas dari setiap proses pencucian, mengalir bersama air limbah ke selokan, sungai, hingga laut, menjadi santapan ikan yang akhirnya sampai ke meja makan manusia. Setiap putaran drum mesin cuci melepaskan jutaan partikel mikroplastik yang bertahan ratusan tahun di lingkungan.

Partikel itu khususnya berasal dari serat sintetis pakaian seperti polyester, nylon, dan acrylic, bahan yang banyak digunakan dalam pakaian modern karena murah dan praktis.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu kios binatu. Dari jasa cuci kiloan di sudut kota hingga fasilitas pencucian skala industri turut berkontribusi memperbanyak jejak mikroplastik.

Namun di tengah perundingan Plastic Treaty, pakta global yang diharapkan menjadi solusi polusi plastik, isu mikroplastik dari sektor binatu nyaris tak terdengar.

Reni pun belum pernah mengetahui soal mikroplastik dari proses mencuci pakaian. “Kalau ada pilihan jasa binatu yang lebih aman untuk lingkungan, saya tertarik. Tapi saya belum tahu layanan itu di mana dan berapa harganya,” katanya.

Di Jakarta Timur, Enie Triana (43 tahun) pemilik usaha binatu kiloan sejak Oktober 2023 mengaku belum pernah mendapatkan informasi atau pelatihan tentang bahaya mikroplastik. Ia hanya tahu bahwa pakaian luntur harus dipisah agar tak menodai pakaian lainnya, dan baju bermanik sebaiknya dicuci manual sebelum monte-montenya rusak dan rontok.

“Hal penting lainnya adalah pakaian harus bersih dan wangi, agar pelanggan suka. Soal air bekas cucian, ya langsung dibuang ke saluran air,” katanya, Senin (18/8/2025).

Enie mencuci ribuan kilogram baju pelanggan dalam sebulan. Artinya, setiap liter air bekas cucian mengalir ke pembuangan, tanpa proses penyaringan, seperti yang terjadi di kios binatu pada umumnya.

Jika ada mesin cuci atau alat lain yang bisa menyaring mikroplastik sebelum limbah mengalir ke pembuangan, Enie berminat. “Pasti harganya mahal. Asalkan konsumen bersedia membayar lebih atas fasilitas itu, kami bersedia.”

Ilustrasi limbah dari mesin cuci. Foto: www.vecteezy.com

Industri binatu belum memiliki regulasi atau standar khusus terkait mikroplastik, menurut Khaidir Khaliq, Sekretaris Jenderal Asosiasi Laundry Indonesia (ASLI). Bahkan isu ini belum pernah menjadi pembicaraan asosiasi yang beranggotakan lebih dari 3000 pebisnis binatu dengan 30.000an pengikut di platform digital Facebook.

Topik keberlanjutan di ASLI sejauh ini sebatas membahas produk detergen dan pewangi ramah lingkungan. Jika ada bahan tekstil berbahaya menghasilkan mikroplastik, kata Khaidir, Senin (18/8/2025), “Seharusnya pemerintah tegas melarang penggunaan bahan itu. Binatu hanya mengumpulkan limbah, bukan menciptakan sumbernya.”

Khaidir menilai, isu ini perlu masuk dalam pembahasan kebijakan nasional maupun perundingan internasional seperti Plastic Treaty. “Kalau ada aturan, perlu juga disertai panduan teknis dan insentif. Misalnya, subsidi filter penangkap serat atau pelatihan pengelolaan limbah cucian,” usulnya.

ASLI juga mendorong kerja sama antara pemerintah, industri, dan produsen mesin cuci. “Kalau pabrik mesin cuci bisa langsung memproduksi mesin dengan filter bawaan, itu akan memudahkan pelaku usaha. Jadi, bukan hanya tanggung jawab binatu, tapi seluruh rantai pasok,” tegasnya.

Prigi Arisandi, Direktur Eksekutif Ecological Observation and Wetland Conservations (Ecoton) menyebut mikroplastik dari binatu sebagai silent killer. “Tidak terlihat mata tapi jumlahnya massif, satu kali cuci pakaian sintetis bisa melepas ratusan ribu hingga jutaan partikel mikroplastik,” katanya, Senin (18/8/2025).

Riset Ecoton terhadap 68 sungai strategis di 24 provinsi di Indonesia pada 2022 menyimpulkan mikroplastik ditemukan hampir di semua sungai tersebut dan limbah dari pencucian tekstil adalah musabab utama.

“Serat dari kain sintetis atau fiber akibat binatu dan limbah industri tekstil mencapai 49,20 persen sumber mikroplastik yang mencemari sungai. Ini ancaman serius untuk perairan Indonesia,” urainya.

Jawa Timur adalah provinsi dengan cemaran mikroplastik terbanyak, mencapai 636 partikel per 100 liter air, berdasarkan riset tersebut. Lainnya adalah Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing dengan 520 partikel dan 508 partikel mikroplastik per 100 liter air.

Riset Ecoton juga menemukan mikroplastik dalam air minum dan tubuh ikan yang dikonsumsi manusia. “Bahkan partikel mikroplastik itu kami temukan dalam air ketuban ibu melahirkan, di dalam rahim, yang selama ini dianggap tempat paling aman di dunia,” katanya.

Teknologi filter mikroplastik untuk mesin cuci telah tersedia di beberapa negara, namun belum diadopsi di Indonesia. Prancis menjadi negara pertama yang mewajibkan filter mikrofiber pada mesin cuci baru sejak Januari 2025, sementara Australia dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat masih mempertimbangkan aturan serupa.

“Masalahnya di Indonesia belum ada regulasi yang mendorong produsen mesin cuci atau pelaku binatu memasangnya. Padahal kalau itu diterapkan, beban lingkungan bisa berkurang signifikan,” kata Prigi.

Prigi menekankan pentingnya memasukkan isu ini dalam Plastic Treaty agar tersedia standar global penanganan mikroplastik dari tekstil. “Indonesia punya posisi strategis dalam perundingan ini, apalagi kita negara kepulauan. Kalau kita diam saja, negara lain juga akan menganggap isu ini tidak penting,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan 100 persen sampah tertangani pada 2029, termasuk sampah plastik. Langkah-langkah praktis konsolidasi bersama masyarakat, industri, dan pemerintah negara lain juga terus dilakukan, meski perjanjian Plastic Treaty belum mencapai kesepakatan.

“Indonesia mendorong untuk segera merumuskan langkah-langkah yang sistematis dalam mewujudkan legally binding terkait dengan perjanjian Plastic Treaty global,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, usai konsolidasi Komite Negosiasi Antarpemerintah tentang instrumen internasional pencemaran plastik di Jakarta, Jumat (15/8/2025), dikutip dari Antara. 

Mengenai mikroplastik, khususnya dari industri binatu atau tekstil, Widji Hatini, Kepala Kelompok Kerja Industri Kementerian Lingkungan Hidup, mengatakan itu belum menjadi isu prioritas pemerintah. “Kementerian Lingkungan Hidup belum punya kebijakan soal mikroplastik. Sejauh ini kami baru mengkaji keberadaan mikroplastik di badan air,” kata Hatini, Kamis (21/8/2025).

Penulis: Hayati Nupus

\

Tags: binatulaundrymesin cucimikroplastik
admin

admin

Related Posts

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

by Annisa Salim
October 1, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar Harapan Rakyat mendampingi guru di salah satu sekolah swasta Islam di Kota Tangerang...

Bara-Baraya Yang Masih Berjuang di Tengah Konflik dan Kekerasan

Bara-Baraya Yang Masih Berjuang di Tengah Konflik dan Kekerasan

by Muhammad Firman
September 23, 2026
0

Koreksi, Makassar- Konflik lahan di Bara-Baraya kembali memuncak pada Selasa, 15 September 2026. Puluhan orang menyerang dengan senjata tajam dan...

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran PLTGU Jawa-1 Karawang

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran PLTGU Jawa-1 Karawang

by admin
September 14, 2026
0

Perubahan lingkungan akibat PLTGU Jawa-1 Karawang mengurangi pendapatan keluarga nelayan dan petani di sekitarnya. Beban psikologis perempuan dan terganggunya pendidikan...

Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

by admin
September 9, 2026
0

JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

by Petrus Riski
September 7, 2026
0

Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih, kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

by Muhammad Firman
September 9, 2026
0

Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...

Next Post
Lewat Forest Defender Camp, Pemuda Adat Bicara Hutan Papua dari Lemba Knasaimos menuju Brasil

Lewat Forest Defender Camp, Pemuda Adat Bicara Hutan Papua dari Lemba Knasaimos menuju Brasil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org