• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Sunday, June 14, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

    Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Abolisi dan Amnesti: Barter Dukungan Politik dan Pelemahan Pemberantasan Korupsi

    Dua Puluh Lima Media di Sumatera Selatan Digugat Perdata

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

    Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Abolisi dan Amnesti: Barter Dukungan Politik dan Pelemahan Pemberantasan Korupsi

    Dua Puluh Lima Media di Sumatera Selatan Digugat Perdata

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

by Nanang FS
April 30, 2026
in OPINI
0
Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

Zulfatun Mahmudah

33
SHARES
94
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Zulfatun Mahmudah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah ke area tengah rangkaian kereta. Usulan ini disampaikan menyusul tragedi KRL dihantam Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260428133846-20-1352996/menteri-pppa-usul-gerbong-perempuan-krl-dipindah-ke-tengah-rangkaian).

Pernyataan tersebut bisa jadi dimaksudkan sebagai bentuk keberpihakan seorang menteri PPPA terhadap gender tertentu (baca: perempuan). Keberpihakan dan pembelaan terhadap perempuan memang penting dalam konteks kinerja kementerian PPPA. Persoalannya adalah, keberpihakan tersebut tidak boleh mengandung konotasi peliyanan apalagi keinginan mengorbankan gender lain (baca: laki-laki).

Dilihat dari konteks kajian gender, pernyataan tersebut justru menunjukkan adanya keberpihakan yang membabi buta. Sebab, kajian gender pada dasarnya memfokuskan pada persoalan sosial yang lebih luas, bukan sekedar persoalan jenis kelamin. Diskriminasi, marginalisasi, dan ketidakadilan yang dialami oleh semua jenis gender, baik itu laki-laki maupun perempuan, menjadi fokus utama dalam kajian tersebut.

Sebagai sesama perempuan, tentu saja kita sangat prihatin, karena korban kecelakaan tersebut kebanyakan kaum perempuan. Kita juga sangat berduka atas tragedi itu, dan berharap agar ada upaya untuk menghindari tragedi serupa. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat kita picik dalam melihat persoalan.

Usulan memindahkan gerbong perempuan ke posisi yang dinilai lebih aman, justru menunjukkan adanya diskriminasi sistemik yang melibatkan aparat negara. Pernyataan tersebut terkesan bahwa perempuan tidak boleh menjadi korban sendirian.

Padahal, kecelakaan adalah persoalan universal terkait banyak hal, seperti kebijakan transportasi, keamanan dan keselamatan berkendara, serta budaya dan perilaku seseorang di jalan raya. Pembenahan harus dilakukan menyeluruh untuk menghindari adanya korban jiwa dan fasilitas pendukungnya, tanpa memandang gendernya (baca: jenis kelamin).

Kepicikan dalam melihat suatu persoalan, justru menjadi problema yang memicu kegagalan cita-cita perjuangan kesetaraan gender itu sendiri. Sangat disayangkan, jika kedangkalan berpikir tersebut muncul dari pihak yang seharusnya menjadi garda terdepan persoalan kesetaraan. Sebuah kesetaraan yang menyandarkan pada perolehan hak-hak yang sama untuk semua gender, tanpa diskriminasi dan marginalisasi.

Bahasa Bukan Private Game

Kritik terhadap pernyataan menteri PPPA ini, bisa saja dimentahkan dengan berbagai argumen. Misalnya, usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengorbankan gender lain di luar perempuan. Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa pernyataan tersebut berada sekaligus beredar di ruang publik. Masyarakat dengan sangat cepat menyebarkan usulan yang kontroversial itu melalui berbagai platform media. Alhasil, publik pun berupaya menerjemahkan informasi tersebut sesuai dengan kehendak dan kapasitasnya masing-masing.

Pernyataan itu pun tidak sekadar menjadi bahasa dalam konteks linguistik. Narasi itu tidak lagi sekedar deretan ujaran, yang didengar dan diterima begitu saja oleh publik. Di sinilah pentingnya pejabat publik berhati-hati dalam membuat pernyataan. Sebab, bahasa tidak pernah menjadi private game sepenuhnya.

Stuart Hall menjelaskan, makna bahasa bukan milik ataupun hak prerogative pembicara. Bahasa juga bukan sekadar mengekspresikan niatan pembicara. Sebab, bahasa yang digunakan oleh pembicara bukanlah milik pribadi, melainkan hasil kesepakatan sosial yang dimiliki bersama. Pembicara tetap tunduk pada aturan bahasa yang disepakati secara sosial.

Dalam pendekatan semiotika yang merujuk pada pendapat Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes, makna bahasa sendiri tidak bisa dilepaskan dari cara kerja oposisi biner. Ketika kita berbicara perlindungan perempuan, bisa saja diartikan, ada jenis kelamin lain yang mungkin terabaikan. Pernyataan itupun terkesan tendensius, hanya peduli pada keselamatan satu pihak semata.

Dalam konteks keselamatan publik, hal tersebut jelas tidak bisa dibenarkan. Negara harus bisa melindungi semua warganya, tak terkecuali. Usulan pemindahan gerbong perempuan yang didasarkan pada keselamatan perempuan, justru mengindikasikan kegagalan memahami konsep kesetaraan gender. Kebijakan dan keberpihakan tidak seharusnya menabrak prinsip kesataraan.

Hal lain yang harus dipahami bersama adalah semua persoalan di bumi ini sejatinya bersifat universal. Persoalan ketidakadilan, keselamatan, kesehatan, kemiskinan, dan minimnya lapangan kerja, misalnya, dihadapi oleh semua pihak, baik laki-laki maupun perempuan. Jika ditelisik lebih dalam, akar masalahnya bukan pada persoalan gender, namun lebih pada persoalan adanya perbedaan relasi kuasa.

Dalam konteks ini, kekuasaan tidak boleh dipandang sempit, seolah hanya terkait negara. Merujuk pendapat Foucault, kekuasaan bersifat menyebar. Di setiap lini kehidupan ada pemilik kuasa. Seorang dokter ahli jiwa misalnya, memiliki kuasa untuk menyatakan seseorang gila. Bahkan perempuan pun memiliki kuasa atas perempuan lainnya. Hal ini dibuktikan oleh beberapa kejadian, pelaku kekerasan terhadap perempuan tidak selamanya laki-laki.

Realitas itu mengajarkan kita untuk melihat persoalan secara komprehensif. Sangat disayangkan, ketika pejabat setingkat menteri masih menggunakan strategi segmentatif dalam menyelesaikan persoalan. Atau inilah cara agar seseorang terlihat bersuara mewakili kaumnya? Semoga tidak sesederhana itu sebuah usulan disampaikan.

(Zulfatun Mahmudah)

Tags: diskriminasigenderkeselamatanlaki-lakiperempuanPPAproteksitransportasi
Nanang FS

Nanang FS

Related Posts

Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

by Sasmito Madrim
June 11, 2026
0

Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin (8/6/2026) di Istana...

Membaca Senyum Purbaya

Membaca Senyum Purbaya

by Nanang FS
May 18, 2026
0

Oleh: Dr. Zulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS Dalam sebuah pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan,  jika Purbaya masih tersenyum, maka kondisi keuangan...

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

by Sasmito Madrim
May 13, 2026
0

Pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya jurnalis Dandhy Dwi Laksono mengalami intimidasi hingga pembubaran paksa oleh TNI di sejumlah daerah....

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

by Nanang FS
May 7, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam Pada pagi hari, 6 Mei 2026, ruang konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menjadi saksi...

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

by admin
May 1, 2026
0

Setiap tanggal 1 Mei, dunia kembali dipenuhi ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tidak terkecuali May Day 2026....

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

by Nanang FS
May 1, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam* Di ruang gelap bioskop, ratusan penonton tertegun menyaksikan fragmen Ghost in the Cell karya Joko Anwar....

Next Post
Penyelewengan BBM Subsidi di Sorong Diduga Libatkan Polisi

Penyelewengan BBM Subsidi di Sorong Diduga Libatkan Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org