• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, May 20, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

by Nanang FS
April 30, 2026
in OPINI
0
Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

Zulfatun Mahmudah

30
SHARES
86
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Zulfatun Mahmudah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah ke area tengah rangkaian kereta. Usulan ini disampaikan menyusul tragedi KRL dihantam Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. (https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260428133846-20-1352996/menteri-pppa-usul-gerbong-perempuan-krl-dipindah-ke-tengah-rangkaian).

Pernyataan tersebut bisa jadi dimaksudkan sebagai bentuk keberpihakan seorang menteri PPPA terhadap gender tertentu (baca: perempuan). Keberpihakan dan pembelaan terhadap perempuan memang penting dalam konteks kinerja kementerian PPPA. Persoalannya adalah, keberpihakan tersebut tidak boleh mengandung konotasi peliyanan apalagi keinginan mengorbankan gender lain (baca: laki-laki).

Dilihat dari konteks kajian gender, pernyataan tersebut justru menunjukkan adanya keberpihakan yang membabi buta. Sebab, kajian gender pada dasarnya memfokuskan pada persoalan sosial yang lebih luas, bukan sekedar persoalan jenis kelamin. Diskriminasi, marginalisasi, dan ketidakadilan yang dialami oleh semua jenis gender, baik itu laki-laki maupun perempuan, menjadi fokus utama dalam kajian tersebut.

Sebagai sesama perempuan, tentu saja kita sangat prihatin, karena korban kecelakaan tersebut kebanyakan kaum perempuan. Kita juga sangat berduka atas tragedi itu, dan berharap agar ada upaya untuk menghindari tragedi serupa. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat kita picik dalam melihat persoalan.

Usulan memindahkan gerbong perempuan ke posisi yang dinilai lebih aman, justru menunjukkan adanya diskriminasi sistemik yang melibatkan aparat negara. Pernyataan tersebut terkesan bahwa perempuan tidak boleh menjadi korban sendirian.

Padahal, kecelakaan adalah persoalan universal terkait banyak hal, seperti kebijakan transportasi, keamanan dan keselamatan berkendara, serta budaya dan perilaku seseorang di jalan raya. Pembenahan harus dilakukan menyeluruh untuk menghindari adanya korban jiwa dan fasilitas pendukungnya, tanpa memandang gendernya (baca: jenis kelamin).

Kepicikan dalam melihat suatu persoalan, justru menjadi problema yang memicu kegagalan cita-cita perjuangan kesetaraan gender itu sendiri. Sangat disayangkan, jika kedangkalan berpikir tersebut muncul dari pihak yang seharusnya menjadi garda terdepan persoalan kesetaraan. Sebuah kesetaraan yang menyandarkan pada perolehan hak-hak yang sama untuk semua gender, tanpa diskriminasi dan marginalisasi.

Bahasa Bukan Private Game

Kritik terhadap pernyataan menteri PPPA ini, bisa saja dimentahkan dengan berbagai argumen. Misalnya, usulan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengorbankan gender lain di luar perempuan. Namun demikian, perlu digarisbawahi bahwa pernyataan tersebut berada sekaligus beredar di ruang publik. Masyarakat dengan sangat cepat menyebarkan usulan yang kontroversial itu melalui berbagai platform media. Alhasil, publik pun berupaya menerjemahkan informasi tersebut sesuai dengan kehendak dan kapasitasnya masing-masing.

Pernyataan itu pun tidak sekadar menjadi bahasa dalam konteks linguistik. Narasi itu tidak lagi sekedar deretan ujaran, yang didengar dan diterima begitu saja oleh publik. Di sinilah pentingnya pejabat publik berhati-hati dalam membuat pernyataan. Sebab, bahasa tidak pernah menjadi private game sepenuhnya.

Stuart Hall menjelaskan, makna bahasa bukan milik ataupun hak prerogative pembicara. Bahasa juga bukan sekadar mengekspresikan niatan pembicara. Sebab, bahasa yang digunakan oleh pembicara bukanlah milik pribadi, melainkan hasil kesepakatan sosial yang dimiliki bersama. Pembicara tetap tunduk pada aturan bahasa yang disepakati secara sosial.

Dalam pendekatan semiotika yang merujuk pada pendapat Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes, makna bahasa sendiri tidak bisa dilepaskan dari cara kerja oposisi biner. Ketika kita berbicara perlindungan perempuan, bisa saja diartikan, ada jenis kelamin lain yang mungkin terabaikan. Pernyataan itupun terkesan tendensius, hanya peduli pada keselamatan satu pihak semata.

Dalam konteks keselamatan publik, hal tersebut jelas tidak bisa dibenarkan. Negara harus bisa melindungi semua warganya, tak terkecuali. Usulan pemindahan gerbong perempuan yang didasarkan pada keselamatan perempuan, justru mengindikasikan kegagalan memahami konsep kesetaraan gender. Kebijakan dan keberpihakan tidak seharusnya menabrak prinsip kesataraan.

Hal lain yang harus dipahami bersama adalah semua persoalan di bumi ini sejatinya bersifat universal. Persoalan ketidakadilan, keselamatan, kesehatan, kemiskinan, dan minimnya lapangan kerja, misalnya, dihadapi oleh semua pihak, baik laki-laki maupun perempuan. Jika ditelisik lebih dalam, akar masalahnya bukan pada persoalan gender, namun lebih pada persoalan adanya perbedaan relasi kuasa.

Dalam konteks ini, kekuasaan tidak boleh dipandang sempit, seolah hanya terkait negara. Merujuk pendapat Foucault, kekuasaan bersifat menyebar. Di setiap lini kehidupan ada pemilik kuasa. Seorang dokter ahli jiwa misalnya, memiliki kuasa untuk menyatakan seseorang gila. Bahkan perempuan pun memiliki kuasa atas perempuan lainnya. Hal ini dibuktikan oleh beberapa kejadian, pelaku kekerasan terhadap perempuan tidak selamanya laki-laki.

Realitas itu mengajarkan kita untuk melihat persoalan secara komprehensif. Sangat disayangkan, ketika pejabat setingkat menteri masih menggunakan strategi segmentatif dalam menyelesaikan persoalan. Atau inilah cara agar seseorang terlihat bersuara mewakili kaumnya? Semoga tidak sesederhana itu sebuah usulan disampaikan.

(Zulfatun Mahmudah)

Tags: diskriminasigenderkeselamatanlaki-lakiperempuanPPAproteksitransportasi
Nanang FS

Nanang FS

Related Posts

MEMBACA SENYUM PURBAYA

MEMBACA SENYUM PURBAYA

by Nanang FS
May 18, 2026
0

Oleh: Dr. Zulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS Dalam sebuah pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan,  jika Purbaya masih tersenyum, maka kondisi keuangan...

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

by Sasmito Madrim
May 13, 2026
0

Pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya jurnalis Dandhy Dwi Laksono mengalami intimidasi hingga pembubaran paksa oleh TNI di sejumlah daerah....

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

by Nanang FS
May 7, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam Pada pagi hari, 6 Mei 2026, ruang konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menjadi saksi...

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

by admin
May 1, 2026
0

Setiap tanggal 1 Mei, dunia kembali dipenuhi ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tidak terkecuali May Day 2026....

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

by Nanang FS
May 1, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam* Di ruang gelap bioskop, ratusan penonton tertegun menyaksikan fragmen Ghost in the Cell karya Joko Anwar....

​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

by Nanang FS
March 18, 2026
0

​Oleh: Nanang FS ​Malam 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat bukan sekadar catatan kriminal biasa. Ketika cairan kimia mendarat di...

Next Post
Penyelewengan BBM Subsidi di Sorong Diduga Libatkan Polisi

Penyelewengan BBM Subsidi di Sorong Diduga Libatkan Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org