• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, June 15, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

    Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Abolisi dan Amnesti: Barter Dukungan Politik dan Pelemahan Pemberantasan Korupsi

    Dua Puluh Lima Media di Sumatera Selatan Digugat Perdata

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Sengketa Tanah di Lakkang Caddi, Puluhan Warga Digugat di Pengadilan Negeri Makassar

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

    Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

    Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Abolisi dan Amnesti: Barter Dukungan Politik dan Pelemahan Pemberantasan Korupsi

    Dua Puluh Lima Media di Sumatera Selatan Digugat Perdata

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

by Nanang FS
May 1, 2026
in OPINI
0
May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

May Day bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah frekuensi darurat (M’aider) bagi jiwa-jiwa yang terperangkap dalam sel kebijakan yang buta dan tuli. Di saat anggaran program gizi rakyat rentan menjadi "bancakan" birokrasi yang bebal, sementara suara kritis dari pengamat dan aktivis terus dinafikan, kita sedang berada dalam situasi bahaya. Jangan biarkan para pekerja kita tetap menjadi hantu dalam sistem yang opresif. Mari tajamkan akal sehat, hancurkan sel ketidakadilan! ✊⛓️ Baca opini selengkapnya melalui tautan di bio. #MayDay #Emergency #SocialHorror #JusticeForWorkers #Maider #AntropologiSosial

47
SHARES
135
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Nanang Farid Syam*

Di ruang gelap bioskop, ratusan penonton tertegun menyaksikan fragmen Ghost in the Cell karya Joko Anwar. Euforia itu bukan lahir dari sekadar kekaguman teknis, melainkan karena rasa sakit yang terwakili; mereka melihat diri mereka sendiri di layar—jiwa-jiwa yang terperangkap dalam sel sempit kemiskinan struktural. Namun, begitu lampu bioskop menyala, penonton pulang ke realitas yang jauh lebih horor. Di luar sana, anggaran negara seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dikucurkan dalam angka fantastis, namun gizi rakyat tak kunjung naik karena terus “menguap” di tangan birokrasi yang bebal. Di saat yang sama, KPK seolah kehilangan taji di hadapan isu-isu publik yang krusial, sementara para aktivis yang bersuara justru dihadapi dengan kekerasan fisik dan represi. Ironisnya, di puncak menara gading, para pejabat kita justru sibuk mengeluarkan pernyataan yang menafikkan kritik, seolah tulisan pengamat dan teriakan aktivis hanyalah angin lalu yang mengganggu kenyamanan mereka.

Situasi ini membawa kita kembali pada makna purba dari tanggal satu Mei. Secara etimologis, “May Day” adalah sebuah paradoks sejarah yang pahit. Ia adalah tugu peringatan darah di Haymarket, Chicago, yang kini setiap tahunnya berubah menjadi samudera merah di jalanan Jakarta. Namun, dalam frekuensi radio darurat internasional, ia adalah pelafalan Anglikan dari bahasa Prancis, m’aider—yang berarti “tolong aku”. Sebagai sebuah fenomena budaya, May Day bukan sekadar ritual kalender tahunan, melainkan sebuah sinyal bahaya—panggilan darurat dari jutaan raga yang terjepit di antara mesin produksi dan kebijakan yang kehilangan kompas moralnya.

Dalam kacamata antropologi, buruh-buruh kita hari ini tengah mengalami proses dehumanisasi yang sangat nyata. Jika kita menyelami semesta visual distopia yang kini populer, kita akan menemukan bahwa horor yang paling menakutkan bukanlah sosok hantu, melainkan kengerian masa depan: manusia-manusia yang menjadi “hantu” dalam sistem yang mereka gerakkan sendiri. Hidup bagi kelas pekerja di Indonesia seringkali terasa seperti berada dalam sel yang kuncinya dipegang oleh para pembuat kebijakan yang anti-kritik. Mereka ada, mereka bekerja, namun mereka tidak dianggap sebagai manusia yang utuh dengan hak perlindungan yang nyata.

Kenyataannya, realitas di lapangan jauh lebih mencekam daripada fiksi mana pun. Mayoritas tenaga kerja kita kini bermuara di sektor informal, sebuah ruang abu-abu “kaum prekariat” yang hidupnya ditentukan oleh algoritma dingin dan ketidakpastian hukum. Bagi mereka, jatuh sakit adalah lonceng kematian finansial karena status mereka yang tidak dianggap sebagai “pekerja” secara formal. Sementara itu, program-program besar yang diluncurkan dengan narasi kemanusiaan seringkali hanya menjadi bancakan bagi para pemburu rente. Inilah potret antropologis yang menyedihkan: seorang buruh mungkin sedang memeras keringat di pabrik, sementara anaknya di sekolah memakan nasi kotak yang kualitasnya telah dikompromikan oleh korupsi yang dibiarkan.

Di titik inilah, lembaga penjaga gerbang keadilan seperti KPK seharusnya hadir bukan hanya sebagai pencatat administrasi. Namun, yang sering dirasakan publik adalah kesunyian yang mencekam. Amnesia kolektif bangsa ini seolah dipelihara agar kita lupa bahwa ada darah aktivis dan keringat buruh di setiap inci pembangunan yang dibanggakan. Ratusan ribu massa yang memenuhi jantung Jakarta pada setiap May Day sebenarnya sedang melakukan sebuah ritual protes terhadap ketulian kekuasaan.

Jika kita terus membiarkan para pekerja kita tetap menjadi hantu dalam sistem yang opresif dan korup, maka kita sedang menuju keruntuhan sosial yang nyata. Kita tidak bisa membangun peradaban yang maju di atas fondasi pekerja yang rapuh dan suara kritis yang dibungkam. Dibutuhkan lebih dari sekadar janji manis; kita membutuhkan pengakuan hukum yang memanusiakan manusia dan transparansi radikal yang mampu mengusir para monster birokrasi.

May Day adalah suara m’aider yang bergema dari kerumunan jalanan hingga ke pelosok pabrik. Ia adalah alarm yang mengingatkan bahwa kondisi kita tidak sedang baik-baik saja. Sudah saatnya kita menghancurkan sel-sel ketidakadilan itu dan mengembalikan martabat ke dalam raga para pekerja kita. Sebab, kemakmuran sebuah bangsa tidak pernah diukur dari seberapa megah gedung pencakar langit, melainkan dari seberapa tenang seorang buruh bisa memejamkan mata di malam hari, yakin bahwa hari esok tidak akan dirampas oleh ketamakan sistem yang buta dan tuli.

*) Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK 2010-2012

Tags: alertaantropologisbahayaburuhcelldaruratdemokrasighosthantuhari buruhIndonesiajusticekeadilankorupsikpkmay dayMBGsosialunjukrasa
Nanang FS

Nanang FS

Related Posts

Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

by Sasmito Madrim
June 11, 2026
0

Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin (8/6/2026) di Istana...

Membaca Senyum Purbaya

Membaca Senyum Purbaya

by Nanang FS
May 18, 2026
0

Oleh: Dr. Zulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS Dalam sebuah pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan,  jika Purbaya masih tersenyum, maka kondisi keuangan...

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

by Sasmito Madrim
May 13, 2026
0

Pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya jurnalis Dandhy Dwi Laksono mengalami intimidasi hingga pembubaran paksa oleh TNI di sejumlah daerah....

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

by Nanang FS
May 7, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam Pada pagi hari, 6 Mei 2026, ruang konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menjadi saksi...

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

by admin
May 1, 2026
0

Setiap tanggal 1 Mei, dunia kembali dipenuhi ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tidak terkecuali May Day 2026....

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

by Nanang FS
April 30, 2026
0

Oleh : Zulfatun Mahmudah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah...

Next Post
May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org