Pelajar ditempatkan menjadi kelompok rentan yang giat direpresi hari ini. Negara melalui tangan besinya merepresi pelajar dari berbagai sektor: di sekolah, di ruang digital, di buku pelajaran, di titik aksi, hingga di rumah tahanan. Tempat tempat itu menjadi saksi mata pembungkaman suara pelajar, kekerasan yang dilaksanakan secara sistemik oleh negara terhadap orang muda.
Dua belas tahun lamanya selama wajib belajar, pelajar disuguhi materi demokrasi dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Di kelas XI Semester dua, negara memperkenalkan istilah itu sebagai cerminan hak warga negara untuk berpendapat, mengkritik, dan bersuara. Namun, pada praktiknya, alih-alih dilindungi, suara pelajar diintimidasi, ditangkap, bahkan ditahan di jeruji besi. (Arby Maulana/Nayla Chania)Potret Ahmad Faiz Yusuf dari belakang di Pengadilan Negeri Kediri pada 23 desember 2025. Faiz adalah pelajar yang dikriminalisasi pasca demonstrasi Agustus 2025 silam. (Istimewa)Majelis hakim PN Kediri menjatuhkan pidana selama 6 bulan pada 7 Juni 2026 lalu. Pidana kurungannya diganti masa dengan pengawasan selama satu tahun kepada Faiz. Selepas sidang, ia bersama keluarga dan kerabat berfoto mengepalkan tangan. (Istimewa)Farhan Indra Setiawan, pelajar di Jakarta di sidang putusan atas dakwaan pencurian senjata api pada 11 Maret 2026. Ia adalah pelajar SMAN 62 Jakarta yang didakwa 10 bulan penjara. Dakwaanya tak sekadar membredel ruang bersuaranya, lebih dari itu kepolisian telah memalsukan sejumlah barang bukti dan memaksa farhan mengakui hal yang tidak dilakukannya. (Beni/Nayla Chania)Farhan menjadi salah satu dari total 114 tahanan politik yang menjalani masa vonis di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Tak sekadar menjadi kurungan, Rutan Cipinang menjadi saksi bagaimana pembungkaman kepada masyarakat yang bersuara telah berlangsung di Indonesia. Ia ditahan di rutan Cipinang sejak 20 Januari 2026 atas dakwaan yang tidak dilakukannya. (Arby Maulana/Nayla Chania)
JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...
Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih, kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.
Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...
Koreksi, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyoroti minimnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah se-Tanah Papua, termasuk Papua...