• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, September 8, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Dugaan Keterlibatan Amran Sulaiman dalam Konflik Tanah Lakkang Ca’di

    Dugaan Keterlibatan Amran Sulaiman dalam Konflik Tanah Lakkang Ca’di

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Dugaan Keterlibatan Amran Sulaiman dalam Konflik Tanah Lakkang Ca’di

    Dugaan Keterlibatan Amran Sulaiman dalam Konflik Tanah Lakkang Ca’di

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

by Petrus Riski
September 7, 2026
in Berita
0
Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

Blokade jalan oleh petani tambak Keputih menuntut pengusutan pemanfaatan tanah sempadan sungai untuk bangunan (Foto Petrus Riski)

20
SHARES
57
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya – Simpang Lima Keputih yang mengarah ke Jalan Keputih Tegal, Surabaya, ditutup oleh warga dan petani tambak Keputih, Jumat (04/9/2026) sejak siang hari sekitar pukul 10.00 WIB.

Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.

Drako, warga Keputih yang turut mengikuti aksi pemblokiran jalan, mengatakan penutupan akses di Jalan Keputih Tegal dilakukan setelah agenda pertemuan yang membahas mengenai proses pengajuan AMDAL di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Jumat pagi, tidak mengakomodasi keinginan warga petani tambak.

“Informasinya, Jumat pagi diadakan sidang AMDAL di DLH. Kita mengajukan 15 perwakilan dari kami, tapi tidak disetujui karena DLH meminta kami mengajukan 10 orang dan masuknya satu-satu. Kami tidak mau kalau tidak masuk bersama-sama karena khawatir ada pengkondisian,” terang Drako.

Tidak adanya titik temu antara warga dengan DLH sangat disesalkan oleh Drako, karena segala upaya telah ditempuh untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan warga petani tambak secara damai.

“Karena kami telah memberikan jalan untuk akses ini, petani tambak tidak diberikan jalan karena sempadan ditutup oleh lapangan padel, ya, diblokir saja sekalian jalan ini,” ujar Drako.

Juru bicara warga petani tambak, Heroe Budiarto, mengatakan proses sosialisasi AMDAL seharusnya memperjelas maksud dan tujuan dilakukannya pembangunan sebelum keluarnya surat izin. Namun, pada praktiknya, proses yang dilalui melompati proses awal yang seharusnya dilakukan.

“Surat undangan ini tentang pengantar dan pendahuluan izin AMDAL, tapi di agenda acaranya sidang kerangka acuan AMDAL. Jadi, dia langsung melompat ke tahap kedua. Ini proses yang tidak memiliki kewajaran,” kata Heroe Budiarto.

Heroe mengkhawatirkan bahwa tindakan yang dilakukan DLH sebagai sebuah konstruksi pengondisian akan memuluskan keluarnya izin AMDAL PT Taman Timur, pengembang perumahan yang membangun lapangan padel di area sempadan sungai. Selain mengkhawatirkan adanya cacat administrasi, Heroe berharap kejadian ini tidak semakin membuat masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemimpin kota, karena tidak lagi mampu memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

“Kita ini sudah bersurat, mulai kepada Wali Kota, untuk mengadukan aspirasi kami, tapi hanya didisposisi kepada Dinas Cipta Karya. Kita paham jadwal Wali Kota mungkin padat, tapi tidak ada satu pun beliau menerima dan mendengarkan,” tutur Heroe.

Warga petani tambak, kata Heroe, berharap pemerintah mau menemui dan berdialog dengan warganya dan jangan hanya mau mendengarkan suara dari pihak pengembang saja. Melalui aksi ini, warga petani tambak berharap keinginan dan aspirasi mereka dikabulkan, yaitu membuka jalan akses sempadan sungai yang kini ditutup oleh pengembang PT Taman Timur karena diklaim sebagai aset mereka.

“Zaman ini sudah semakin maju, buka transparansi, berdialog, bermusyawarah, menyelesaikan di dalam suatu meja perundingan, tidak begini caranya. Proses aspirasi ditutup, proses dialog ditutup, kemudian kita dipertontonkan pada para badut-badut yang beratraksi dengan perizinan,” ungkap Heroe.

Warga sepakat membuka blokir jalan bila Wali Kota Eri Cahyadi atau Wakil Wali Kota Armuji mau datang menemui warga yang menutup jalan.

“Petani tambak hanya meminta akses jalan menuju tambak, sesimple itu sebenarnya, tapi mbulet ae,” Drako menambahkan.

Akibat aksi penutupan jalan, lalu lintas di sekitar Simpang Lima Keputih padat, karena kendaraan mesti memutar arah ke jalur lain. Aksi puluhan petani tambak di Keputih ini mendapat pengamanan dari aparat kepolisian serta Satpol PP yang membantu mengatur pengalihan lalu lintas.

Blokade jalan oleh petani tambak Keputih menuntut pengusutan atas pemanfaatan tanah sempadan sungai untuk pembangunan lapangan padel. Foto Petrus Riski/Koreksi.org

Sikap Pemkot Surabaya 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Mohammad Fikser, menegaskan pihaknya hanya akan menanggapi proses AMDAL yang sedang berjalan terkait pembangunan lapangan padel di lokasi yang memakan wilayah sempadan sungai. Selama ini DLH, kata Fikser, telah memfasilitasi warga untuk menyampaikan aspirasi dan masukannya kepada pihak pengembang, melalui sidang yang mendengarkan seluruh dokumen yang disusun oleh PT Taman Timur. Namun, sayangnya, kata Fikser, petani tambak tidak mau digelar sidang. Menurut Fikser, AMDAL menjadi ajang untuk membahas dan berdiskusi mengenai dokumen dampak lingkungan secara keseluruhan, bukan sidang untuk memutuskan AMDAL itu diterima atau tidak.

“Kami sudah memberi kesempatan kepada mereka berkali-kali (memberi masukan) tapimereka tidak mau. Sidang pertama waktu di Siola mereka batalkan, alasannya mereka tidak mau ada sidang, kan tidak bisa begitu, kan harus mendengarkan semua pihak,” kata Fikser.

PT Taman Timur, kata Fikser, memiliki semua syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan izin AMDAL, dan prosesnya telah berlangsung sejak 2020. Pemerintah Kota Surabaya, kata Fikser, juga telah memerintahkan pembongkaran bangunan yang berdiri tidak sesuai dengan SKRK yang dikeluarkan oleh pemerintah kota.

“Dia sudah punya SKRK, bahkan ketika mereka melakukan pelanggaran, kita sudah membongkar. Lapangan padel yang tidak sesuai dengan SKRK kita bongkar, Sekarang bangunan diamenyesuaikan,” lanjut Fikser.

Mengenai tuntutan warga agar pengembang membuka jalan, kata Fikser, hal itu menjadi urusan warga dan pengembang, karena lahan yang dijadikan lapangan padel memiliki sertifikat hak guna bangun (HGB) dan sesuai rencana pembangunan berdasarkan luas tanah yang dimiliki. Fikser meminta warga menanyakan kepada yang menerbitkan HGB, bilamempermasalahkan masalah jalan di sempadan sungai.

“Mereka punya HGB, iya ada (sampai plengsengan). Makanya siteplan-nya berdasarkan luas tanah yang mereka miliki, Ya, silakan tanya yang menerbitkan HGB, Saya tidak tahu,” kata Fikser.

SKRK yang mengatur mengenai sempadan, lanjut Fikser, telah dipatuhi oleh pengembang sepanjang 7 meter, dan tidak ada aturan dalam SKRK yang saat ini dilanggar. Selain itu, Fikser mempersilakan warga petani tambak untuk mengajukan gugatan ke PTUN terkait dokumen yang dikeluarkan pemerintah kota, bila dirasa tidak puas atau ada hal yang tidak sesuai.

“Kalau mereka tidak puas terhadap proses perizinan secara keseluruhan, karena (AMDAL) ini dokumen secara keseluruhan, bukan satu-satu, silakan ajukan gugatan, PTUN-kan pemerintah kota terhadap dokumen yang dikeluarkan. Kami akan memberikan keterangan terkait itu,” pungkas Fikser. 

Tags: Keputih.Pemkot SurabayaPetani Tambaksurabaya
Petrus Riski

Petrus Riski

Jurnalis di Surabaya

Related Posts

Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

by Muhammad Firman
September 7, 2026
0

Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

by Petrus Riski
September 6, 2026
0

Puluhan warga RW 01 Simogunung, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polrestabes Kota...

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

by Ari Yani
September 5, 2026
0

Koreksi, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyoroti minimnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah se-Tanah Papua, termasuk Papua...

Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

by Ari Yani
September 5, 2026
0

Koreksi, Sorong - Koalisi masyarakat adat dan sipil menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) dan kegiatan eksploitatif yang mengancam ruang hidup...

Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

by admin
September 4, 2026
0

Koreksi, Sorong - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memilih kabur saat ditanya jurnalis soal proyek strategis nasional (PSN)...

Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

by Ari Yani
September 3, 2026
0

Koreksi, Sorong- Sejumlah pemuda adat Papua menggelar aksi penolakan terhadap kegiatan "Papeda Summit 2026" di Jalan Frans Kaisiepo, Kilometer 7,...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org