• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, September 21, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

Masalah Agraria dan Tafsir Beda Putusan Mahkamah Konstitusi

by admin
October 27, 2024
in OPINI
0
Masalah Agraria dan Tafsir Beda Putusan Mahkamah Konstitusi
12
SHARES
34
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) ditafsirkan berbeda oleh DPR dalam rancangan Perubahan UU Pilkada menuai protes massal yang meluas. Namun bukan kali ini saja putusan MK ditafsirkan berbeda oleh DPR dan pemerintah. Di MK juga pernah dilakukan pengujian undang-undang akibat putusan MK ditafsirkan berbeda oleh DPR dan pemerintah.

Dalam perkara pengujian UU No.7/2004 tentang Sumber Daya Air, putusan MK adalah konstitusional bersyarat, sepanjang dimaknai peraturan pemerintah yang akan dibentuk sesuai dengan pertimbangan MK. Ketika kemudian peraturan pemerintah pelaksana UU Sumber Daya Air tidak sesuai dengan prinsip dasar pembatasan pengelolaan sumber daya air, UU Sumber Daya Air digugat kembali di MK dengan putusan UU Sumber Daya Air bertentangan dengan UUD 1945.

Adapun perkara pengujian UU No. 39/2014 tentang Perkebunan dimohonkan karena memberikan pengaturan petani harus mendapatkan izin dalam mencari, mengembangkan, dan mengedarkan benih, padahal dalam perkara pengujian UU No. 12/1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, MK memberikan putusan perizinan sebagaimana tersebut di atas tidak boleh diberlakukan kepada petani. Sehingga pengaturan dalam UU Perkebunan tersebut MK memberikan putusan bertentangan dengan UUD 1945.

Jika dalam dua perkara sebagaimana tersebut di atas MK mempertahankan putusannya, berbeda dalam perkara UU Cipta Kerja. MK dalam putusan pengujian formil UU Cipta Kerja, menyatakan bahwa UU Cipta Kerja inkonstitusional secara bersyarat.

Bukannya menjalankan putusan MK untuk melakukan perbaikan UU Cipta Kerja dan menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis dan berdampak luas, serta menangguhkan pembentukan peraturan pelaksana yang berkaitan dengan UU Cipta Kerja, Presiden justru mengesahkan Perpu No. 2/2022 tentang Cipta Kerja yang kemudian oleh DPR disahkan menjadi UU No. 6 Tahun 2023 tentang Perpu No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi UU.

UU Penetapan Perpu Cipta Kerja Menjadi UU kemudian diuji dalam sidang MK. Jika pada putusan MK dalam pengujian formil UU Cipta Kerja, dari sembilan Hakim Konstitusi, lima Hakim Konstitusi mendukung putusan UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat. Setelah Hakim Aswanto diganti, dalam putusan pengujian formil UU Penetapan Perpu Cipta Kerja Menjadi UU, menjadi lima orang Hakim Konstitusi mendukung putusan undang-undang tersebut konstitusional.

Berdasarkan sebagaimana tersebut di atas, berarti jika tidak ada judicial review dari masyarakat, maka tidak ada upaya mengawal putusan MK. Lalu bagaimana MK menjaga putusanya ? Pertanyaan tersebut menjadi penting karena selalu ada putusan MK yang ditafsirkan berbeda oleh DPR dan pemerintah.

Hak Konstitusional

Pengujian undang-undang di MK, bukan sekedar permasalahan undang-undang, melainkan dalam rangka pemajuan dan pembelaan hak-hak konstitusional rakyat Indonesia. Oleh karenanya tafsir yang berbeda atas putusan MK oleh DPR dan pemerintah potensial kontradiktif dengan tujuan dan putusan pengujian undang-undang tersebut.

Dalam perkara pengujian UU No. 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, MK berpendapat bahwa UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani telah membatasi kelembagaan petani pada Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Asosiasi Komoditas Pertanian dan Dewan Komoditas. Penyebutan secara limitatif organisasi kelembagaan petani dengan penulisan nama organisasi dalam huruf besar menunjukan nomenklatur organisasi yang telah ditentukan. Dalam putusannya MK menyatakan pengaturan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai termasuk kelembagaan petani yang dibentuk oleh para petani.

Namun Peraturan Menteri Pertanian No.67/PERMENTAN/SM.050/12/2016 Tentang Pembinaan Kelembagaan Petani, tidak memasukkan kelembagaan petani yang dibentuk oleh para petani dalam kelembaagaan petani yang diatur dalam Permentan tersebut. Dampaknya ada banyak kelembagaan petani yang dibentuk oleh para petani terhalangi aksesnya kepada bantuan pemerintah, Sehingga hak konstitusional berserikat, berpendapat, dan secara kolektif memperjuangkan kepentingan petani terhalangi.

Terkait hak konstitusional tanah bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat, dalam perkara pengujian UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal, pengaturan kemudahan pelayanan untuk penanaman modal berupa HGU (Hak Guna Usaha) dengan jangka waktu 95 tahun dengan cara diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus dan dapat diperbarui setelah dilakukan evaluasi, MK memberikan putusan pengaturan tersebut telah mengurangi, memperlemah, atau bahkan dalam keadaan tertentu menghilangkan kedaulatan rakyat di bidang ekonomi.

Meski demikian Permen ATR/Kepala BPN No. 7/2017 tentang Pengaturan dan Tata Cara Penetapan HGU, PP No. 64/2021 tentang Bank Tanah, dan UU No. 21/2023 tentang Perubahan atas UU No. 3/2022 tentang Ibu Kota Negara, dimungkinkan pemberian HGU dengan jangka 90 tahun, perpanjangan dan pembaruan hak atas tanah di atas HPL (Hak Pengelolaan). dapat diberikan sekaligus setelah dimanfaatkan dan diperjanjikan, serta di IKN pemberian HGU untuk jangka waktu 95 tahun melalui satu siklus pertama, dapat ditambah dengan jangka waktu 95 tahun melalui siklus kedua berdasarkan kriteria dan tahapan evaluasi, sehingga total pemberian HGU dapat hingga 190 tahun.

DPR dan pemerintah memberikan tafsir yang berbeda atas putusan MK dalam perkara pengujian UU Penanaman Modal. Putusan MK tersebut hanya dimaknai sebagai larangan pemberian dan perpanjangan HGU sekaligus di muka, sehingga perpanjangan HGU dapat dengan sekaligus di belakang, yaitu pada perpanjangan dan pembaruan HGU, serta dengan melalui dua siklus.

Padahal yang ditekankan dari Putusan MK adalah, pertama, kewenangan negara menjadi terbatas karena negara tidak boleh menghentikan atau membatalkan hak-hak atas tanah tersebut di luar alasan-alasan yang secara terbatas (limitatif) telah ditentukan; dan kedua menghambat negara untuk melakukan pemerataan kesempatan untuk memperoleh hak- hak atas tanah tersebut secara adil.

Pengaduan Konstitusional

Tafsir berbeda berpotensi menimbulkan dualisme hukum, untuk itu MK perlu melakukan terobosan hukum guna mengawal putusannya, tidak hanya lewat mekanisme sidang pengujian undang-undang, tetapi MK dapat menerima pengaduan konstitusional adanya tafsir berbeda atas putusan MK, untuk kemudian menjadi dasar memberi peringatan kepada DPR dan Pemerintah.

Gunawan

Penasehat Senior IHCS (Indonesian Human Rights Committee for Social Justice), dan Aktivis Kepal (Komite Pembela Hak Konstitusional)

Tags: agrariamahkamah konstitusi
admin

admin

Related Posts

Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

by admin
August 27, 2026
0

“Kalau obatnya putus, kondisinya bisa memburuk.” Kalimat itu tidak diucapkan di ruang sidang, bukan pula dalam rapat sebuah lembaga bantuan...

Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

by admin
August 21, 2026
0

Online scam kini berkembang menjadi industri kriminal lintas negara dengan rantai pelaku, teknologi, dana, dan operasi yang semakin multinasional. Bagi...

Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

by Nanang FS
August 19, 2026
0

Sebuah Dialog Imajiner Nanang Farid Syam dengan Tan Malaka di Usia 81 Tahun Republik Delapan puluh satu tahun sudah Republik...

Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

by admin
July 14, 2026
0

TANGGAL 12 Juli 2026 menandai sepuluh tahun sejak putusan arbitrase Laut China Selatan diumumkan. Selama satu dekade, putusan tersebut terus...

Belajar dari Sepak Bola Dunia

Belajar dari Sepak Bola Dunia

by Nanang FS
July 9, 2026
0

Oleh : Nanang FS* Setiap empat tahun sekali, dunia seperti berhenti berdenyut. Bukan karena perang atau wabah, melainkan karena si...

Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

by admin
June 18, 2026
0

Oleh Firdaus Cahyadi Pembelaan Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini terhadap kebijakannya di The Economist (10 Juni 2026) hanya memperkuat keyakinan...

Next Post
Pertemuan Diaspora Dibubarkan Sekelompok Orang Tak Dikenal

Pertemuan Diaspora Dibubarkan Sekelompok Orang Tak Dikenal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org