• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Thursday, October 22, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Ed Sheeran dan Solidaritas Irlandia-Palestina 

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

by admin
May 29, 2026
in Berita, SUARA WARGA
0
Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

29
SHARES
83
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta–Dua puluh delapan tahun setelah reformasi bergulir, sebagian anak muda merasa kebebasan bersuara justru semakin mahal. Keluhan itu terdengar lantang dalam Aksi Kamisan ke-908, ketika mahasiswa dan pelajar berdiri bersama menyusutnya ruang demokrasi. . 

Aksi ini juga diikuti berbagai elemen masyarakat, dari buruh hingga ibu rumah tangga turut berkerumun di depan Istana Negara tepat selepas tengah hari, saat panas aspal masih memantul kuat. 

Di balik deretan payung hitam, simbol perlawanan dan tuntutan atas pelanggaran HAM yang belum tuntas, Zyla turut berdiri bersama massa aksi. Ia masih berstatus pelajar sekolah menengah. Bukan kali pertama baginya menghadiri Aksi Kamisan. Ia mengaku telah rutin hadir ke Kamisan sejak aksi ke-896. Sebagai pelajar, aksinya dilatarbelakangi bahwa ia merasa negara masih enggan mendengarkan suara rakyat.

“Negara ini belum beres, makanya aku masih ngelawan sampai hari ini,” ungkapnya pada Kamis (21/5) di depan Istana Negara. 

Secara khusus, Zyla menyoroti penangkapan terhadap pelajar dan anak muda dalam gelombang demonstrasi besar Agustus 2025 lalu, yang sebagian berujung pada status tahanan politik. Baginya, kondisi tersebut menunjukkan kebebasan berekspresi masih dibatasi dan menjadi ancaman bagi HAM serta demokrasi. 

“Ketika pelajar ditangkap, itu tuh sudah sangat membuktikan bahwa demokrasi masih belum berjalan,” ungkap Zyla pada tim Koreksi.org.

Bagi Zyla, ruang berpikir kritis bagi pelajar tidak hanya menyempit di ruang publik, tetapi juga di lingkungan terdekat mereka sendiri. Pelajar yang bersuara soal politik, menurutnya, kerap dianggap terlalu muda untuk memahami persoalan negara atau bahkan dipandang sebagai ancaman. Pembungkaman itu, katanya, bisa datang dari tempat yang selama ini dianggap aman: sekolah, keluarga, hingga aparat. 

Pengalaman serupa pernah ia alami usai mengunggah video kritik terhadap RUU TNI di media sosialnya yang kemudian viral. Tak lama setelahnya, ia mengaku pihak kepolisian menghubungi sekolah dan keluarganya agar video tersebut dihapus.

“Waktu itu tuh polisi nelpon ke sekolahku, terus juga nelpon ke orang-orang sekitarku katanya aku harus hapus video yang sempat viral,” ucapnya. 

Dalam hal ini, Zyla mengatakan kekerasan yang dilakukan negara kepada pelajar amat berlebihan. “Kalau memang belum bisa merespon baik paling tidak gak perlu dibungkam ya,” kata Zyla menutup wawancara dengan tim Koreksi.org. 

Pengalaman intimidasi yang dialami Zyla tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir keterlibatan pelajar dalam aksi protes publik semakin terlihat, bersamaan dengan meningkatnya laporan represi terhadap massa aksi. 

Kekhawatiran soal pembatasan ruang ekspresi itu tercermin dalam catatan Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi. Organisasi ini mencatat setidaknya terdapat 703 massa yang ditangkap dalam demonstrasi Agustus silam, dengan 76 diantaranya berstatus sebagai pelajar. 

Sumber: Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK)

Keterlibatan pelajar dan anak muda dalam aksi protes juga sejalan dengan temuan sejumlah kajian internasional. Artikel ‘How Young People Can Prevent Democratic Backsliding’ yang diterbitkan Chatham House, menyebutkan bahwa generasi muda saat ini mengimplementasikan kesadaran politiknya melalui cara cara informal seperti, mengikuti demonstrasi, membuat diskusi publik, juga bersuara di media sosial.

Pelajar mengikuti demonstrasi, oleh Koreksi.org

Keresahan serupa juga datang dari Virdian Aurelio, mantan Ketua BEM Universitas Padjadjaran yang selama ini cukup vokal menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara yang ia anggap merugikan masyarakat. Baginya, kekerasan aparat pada massa aksi demonstrasi Agustus 2025 merupakan respons berlebihan yang mengarah pada represi sistemik terhadap anak muda yang menyuarakan kemarahan atas tata kelola negara yang buruk. 

“Ini merupakan penangkapan terbesar pasca reformasi 98. Sedih dan menakutkan. Harus kita lawan,” ucapnya pada Kamis (21/5). 

Virdian pun menilai tahanan politik yang masih ditahan perlu segera dibebaskan dan dipulihkan hak-haknya, termasuk pelajar yang ikut terjerat. Selain itu, ia menekankan perlu ada reformasi terhadap institusi Polri. 

“Kalau hari ini kita marah itu karena kita gak mau negara ini hancur sebab anggaran yang boncos dan korupsi yang jalan terus, ini bentuk cinta terhadap republik,” ungkap Virdian.

Irwansyah dalam “Kuliah Jalanan” di Aksi Kamisan.

oleh Beni/Jakartanicus

Menjelang sore, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia, Irwansyah, berdiri di tengah massa untuk merefleksikan kembali marwah Reformasi 1998. Dalam orasinya, ia menyebut persoalan tidak berhenti pada represi di ruang publik. Pendidikan belum benar-benar menghadirkan pengetahuan yang kritis, justru menjadi corong kekuasaan dan turut berperan dalam membentuk sikap apatis terhadap politik dan HAM

“Begitulah jahatnya lembaga-lembaga pendidikan, yang seharusnya menghasilkan nilai-nilai luhur, mengajarkan hak asasi manusia. Mereka memilih untuk menyembunyikan dan tidak mengajarkan sejarah sehingga generasi baru tidak peduli pada politisi, tidak peduli pada demokrasi, tidak peduli pada hak asasi manusia, dan tidak peduli satu sama lain,” ungkapnya di “Kuliah Jalanan” pada Aksi Kamisan ke-908 ini. 

Massa aksi Kamisan ke-908, oleh Beni/Jakartanicus

Aksi berakhir pada malam hari saat payung-payung mulai ditutup, namun tuntutan yang dibawa massa belum usai: penyelesaian  kasus pelanggaran HAM berat, penghentian berbagai bentuk intimidasi terhadap masyarakat sipil, serta jaminan bahwa suara anak muda dan pelajar yang kritis tidak diperlakukan sebagai ancaman demokrasi. 

*Liputan ini merupakan bagian dari Anugrah Jurnalisme Warga (AJW), Nayla Wulandari merupakan seorang penggerak Paralegal Depok, dan Arby Maulana merupakan penggerak Intimuda Jakarta.

Penulis: Nayla Wulandari dan Arby Maulana
Editor: Izam Komaruzaman

Tags: Aksi KamisanpelajarReformasi
admin

admin

Related Posts

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025 yang Ditangkap di Malaysia

Refleksi Tahanan Politik Aksi 2025 yang Ditangkap di Malaysia

by admin
October 8, 2026
0

Ditulis oleh Mansurni Abadi, kader dan mantan pengurus riset dan pengembangan keilmuwan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Malaysia (2021-2022) dan mantan tahanan...

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

by Annisa Salim
October 1, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar Harapan Rakyat mendampingi guru di salah satu sekolah swasta Islam di Kota Tangerang...

Bangunan (Seperti)  Apartemen di Lapas Cibinong

Bangunan (Seperti)  Apartemen di Lapas Cibinong

by admin
September 29, 2026
0

Oleh: Bambang Yulistyo Tedjo (Forum Akar Rumput Indonesia) Kami,  dari Forum Akar Rumput Indonesia (FARI) sudah lama mengenal wajah penjara...

Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

by admin
September 9, 2026
0

JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

by Petrus Riski
September 7, 2026
0

Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih, kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

by Muhammad Firman
September 9, 2026
0

Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...

Next Post
Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

Cerita Foto: Mahasiswa dan Pelajar Soroti Kematian Demokrasi di Aksi Kamisan ke-908

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org