Sumarsih berdiri teguh sebagai seorang ibu. Sebagai seorang penyintas yang anaknya menjadi korban pelanggaran HAM pada masa Orde Baru. Hingga hari ini, ia terus menjaga suara perjuangan, sekaligus menjadi simbol pencarian tak kunjung henti keadilan bagi para keluarga yang ditinggalkan. Dalam bingkai ini, Bu Sumarsih tampak berhadapan dengan aparat berseragam. Sebuah kontras yang merekam pertemuan antara ingatan korban dan wajah negara yang kerap hadir melalui represi terhadap masyarakat. Diambil oleh Beni pada Kamis (21/5). Payung hitam menjadi simbol duka yang tidak usai bagi penyintas kekerasan HAM pada masa Orde Baru. Meski sudah melakukan aksi ke-908, duka mereka tidak bisa dihapuskan begitu saja. Masyarakat sipil tidak lekang di garis perjuangan sebagaimana warna hitam yang lantang bergema menuntut tanggung jawab negara atas impunitas kekerasan HAM. Diambil oleh Beni pada Kamis (21/5). Di bawah payung-payung hitam Aksi Kamisan, langkah kaki para pelajar ikut mengambil tempat. Derap sepatu sekolah di atas aspal bukan sekadar lalu-lalang pulang kelas, melainkan penanda bahwa suara pelajar turut membersamai perlawanan ingatan. Di antara seragam yang dikenakan dan usia yang sering dianggap terlalu muda untuk mengerti politik, tumbuh kesadaran pelan menguatkan ingatan yang tak ingin dibiarkan hilang. Dipotret oleh Arby Maulana pada Kamis (21/5). Nisan dan liang kubur yang dihadirkan dalam Aksi Kamisan ke-908 di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Liang ini menjadi simbol kematian Reformasi yang terus dipertontonkan di hadapan publik. Nisan Reformasi merepresentasikan duka yang belum selesai terhadap negara atas pelanggaran dan pembunuhan Hak Asasi Manusia (HAM) yang terus menyisakan impunitas. Diambil oleh Arby Maulana pada Kamis (21/5).Di akhir hari, massa berkumpul dan berfoto bersama merefleksikan segala tuntutan dan tindakan represi negara yang terus menerus dilakukan. Massa aksi menyoroti kasus kekerasan negara di masa lampau dan hari ini yang belum kunjung selesai, diambil oleh Beni pada Kamis (21/5).
Jakarta–Dua puluh delapan tahun setelah reformasi bergulir, sebagian anak muda merasa kebebasan bersuara justru semakin mahal. Keluhan itu terdengar lantang...
Koreksi, Jakarta—Sejumlah LSM mengkhawatirkan rencana pemerintah untuk membentuk BUMN Khusus Ekspor akan memicu dominasi negara yang berlebihan. Kebijakan itu dinilai...
Koreksi, Jakarta- Sebanyak 25 media di Sumatera Selatan (Sumsel) menghadapi proses gugatan hukum di Pengadilan Negeri Palembang, dengan Nomor Perkara...
Koreksi, Makassar—Ketegangan sengketa lahan di Lakkang Caddi, Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar memuncak pada Minggu (24/5), ketika warga membongkar pagar yang...