Koreksi, Jakarta- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menggelar Pesta Media yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 11-12 April 2026.
AJI Jakarta mengusung tema “Facing for Future, Collaboration for Our Nature”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, serta masyarakat untuk mendiskusikan berbagai isu penting yang sedang dihadapi Indonesia.
Tiga isu penting yang diangkat yaitu media, lingkungan hidup, dan kecerdasan buatan (AI), melalui berbagai format acara, mulai dari diskusi, lokakarya, pameran foto, pemutaran film, membuat zine hingga penampilan seni.
“Situasi terbaru memperlihatkan makin kuat intimidasi yang dialami oleh jurnalis baik oleh aktor tidak terlihat,” jelas Ketua AJI Jakarta Irsyan Hasyim, Jumat, 10 April 2026 di Jakarta.
Ia menambahkan dalam sektor ketenagakerjaan, berbagai kasus pemutusan hubungan kerja dan pemberangusan serikat pekerja media juga menjadi wajah suram ekosistem pers di Indonesia.
“Kami dari AJI Jakarta berharap melalui agenda Pesta Media, konsolidasi antara jurnalis, CSO, kampus, dan pemangku kepentingan bisa menginspirasi munculnya gagasan memperkuat perlindungan bagi jurnalis dan pekerja media, khususnya yang meliput isu lingkungan maupun krisis iklim,” kata Irsyan menambahkan.
Untuk diskusi di Pesta Media, AJI Jakarta menampilkan topik-topik beragam, seperti kerentanan jurnalis perempuan dalam ruang redaksi dan pekerjaan, nasib media saat ini, konservasi dan perlindungan satwa liar, keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan kaum muda, ekstraktif batubara dan ekspansi nikel, hingga perempuan adat.
Pesta Media juga akan menghadirkan lokakarya khusus bagi jurnalis terkait personal branding, jurnalisme solusi, dan jurnalisme untuk konservasi. Selain itu, ada lokakarya zine yang akan bertemakan soal hutan dan pemutaran film yang menampilkan resiliensi masyarakat adat terhadap ekspansi pembangunan di Papua.
Saat ini, sudah ada 16 lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan media, 26 media partner, serta 6 rekan universitas, yang berpartisipasi baik mengisi acara atau mengisi 30 booth/stand promosi yang disediakan di Selasar dan Lantai 2 Gedung Teater Wahyu Sihombing.
































