• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Saturday, October 3, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Tidak Percaya Hingga Tuntutan Pembubaran DPR, Lantas Apa?

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

by Ari Yani
January 23, 2026
in Berita
0
PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

Ketua DPC PERMAHI Kota Sorong M Rizal Abusama di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (22/1/2026).(dok Istimewa)

30
SHARES
85
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koreksi, Sorong – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Mahasiswa Hukum Indonesia atau DPC PERMAHI Sorong, mendesak panitia Natal Partai Gerindra bertanggung jawab atas pemanfaatan kayu mangrove jadi tiang.

Desakan tersebut disampaikan Ketua DPC PERMAHI Kota Sorong M Rizal Abusama merespons gelombang kecaman dari warga hingga akademisi, terkait kayu mangrove.

Rizal Abusama menegaskan, penggunaan kayu mangrove secara masif tidak boleh dianggap remeh, sebab akan berdampak pada ekologi dan abrasi pantai.

“Mangrove punya peran vital menjaga agar tidak terjadi abrasi, panitia jangan hanya lempar opini lalu lepas tangan,” ujar Rizal kepada Koreksi.org, Kamis (22/1/2026).

Rizal Abusama menjelaskan bahwa pohon mangrove adalah tumbuhan hidup yang perlu dilestarikan, sehingga menjadi tanggung jawab bersama mempertahankan habitatnya.

“Jangan lagi saling menyalahkan orang lain, kita semua bertanggung jawab menjaga agar mangrove tetap hidup di pesisir,” katanya.

Menurutnya, persoalan yang heboh di Sorong kemarin harus menjadi pemantik, agar seluruh pihak termasuk setiap politisi bisa berpikir konservatif menjaga lingkungan.

Kehadiran mangrove selain berdampak bagi lingkungan, juga menjadi rumah bagi spesies biodiversitas udang rawa hingga kerang.

“Kayu mangrove ini selalu menjadi tiang saat momentum politik, pelantikan dan lainnya, termasuk Natal Gerindra, paradigma ini salah dan harusnya mereka segera sadar,” jelasnya.

“Kalian bersyukur karena ada media massa empati mengkritisi kegiatan seperti ini.”

Pihaknya berharap, panitia Natal Gerindra segera bertanggung jawab atas penggunaan kayu mangrove saat buat hajatan di Sorong.

Terpisah, melalui video berdurasi 5.24 menit, Sekretaris DPD Panitia Gerindra Papua Barat Daya Otis Homer menuding pihak yang ikut komentar adalah kelompok tidak jelas.

“Menurut kami kritikan mereka terkait kayu mangrove itu tidak menunjukkan keaslian yang sebenarnya,” katanya.

Otis menjelaskan, penggunaan mangrove menjadi tiang bendera sudah terjadi puluhan tahun, dan kenapa baru dikritisi hari ini.

“Kami melihat media ini (Koreksi.org) adalah abal-abal, tak ada box Redaksi dan lainnya, serta baru dengar nama media,” jelasnya.

Penggunaan Kayu Mangrove

Pemasangan atribut Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menuai kecaman dari masyarakat adat Papua di Provinsi ke-38 Republik Indonesia.

Kecaman itu, berkaitan dengan penggunaan batang kayu mangrove jadi tiang bendera saat perayaan Natal Nasional partai besutan Presiden Indonesia Prabowo Subianto itu.

Torianus Kalami seorang pemuda adat suku Malamoi Sorong mengatakan, hari ini Partai Gerindra menunjukkan sikap yang tak etis terkait keberlanjutan ekosistem lingkungan.

“Saya kecewa, pemakaian kayu mangrove buat tiang bendera menunjukkan bahwa mereka kurang empati soal lingkungan,” ujar Totianus kepada Koreksi, Sabtu (17/1/2026).

Menurutnya, bendera bertebaran masuk di areal pembatas jalan Sorong hingga Aimas, memberi peringatan soal ancaman hilangnya tutupan hutan mangrove di daerah Sorong.

Negara dalam pertemuan Conference of the Parties ke-30 (COP30) di Belém, Brasil, telah berkomitmen agar menjaga iklim melalui kebijakan perlindungan tutupan hutan.

Namun realitasnya, partai penguasa malah membuat langkah salah dengan menjadikan pohon mangrove sebagai umbul-umbul.

“Pohon mangrove ini punya kontribusi besar ke lingkungan, mulai dari cegah abrasi, iklim hingga mencegah penipisan ozon,” katanya.

“Kita data total sekitar enam ribuan kayu mangrove dijadikan tiang bendera.”

Pihaknya menjelaskan, bendera bertiang kayu mangrove tumbuh subur bagaikan jamur di musim hujan, mulai dari Jenderal Ahmad Yani, Basuki Rahmat, serta Sorong-Aimas.

Ketua AMAN Sorong Malamoi itu berpesan, pemerintah bisa lebih tegas dalam membuat regulasi, agar melindungi pohon mangrove.

Samuel Moifilit selaku Juru Kampanye Gerakan Selamatkan Manusia, Tanah dan Hutan Malamoi menegaskan, mangrove adalah pertahanan alami warga pesisir baik abrasi, ombak hingga persoalan krisis iklim.

“Penebangan pohon (mangrove) berdampak ke perubahan suhu bumi, banjir rob hingga abrasi di pesisir, akibat krisis iklim,” jelasnya.

Bagi Samuel, panitia penyelenggara Natal Nasional secara sadar dan turut serta dalam merusak ekologi serta kelestarian mangrove di Sorong Raya, Papua Barat Daya.

“Mangrove ini memiliki fungsi vital sebagai penyelamatan ekosistem dan pelindung alami bagi pesisir pulau-pulau, hingga penyumbag karbon dunia,” ucapnya.

Penggunaan batang pohon mangrove bukan hari ini di Sorong, praktik semacam ini sudah terjadi lama setiap masuk momen politik.

Pihaknya menyarankan, paradigma primitif yang memanfaatkan pohon mangrove buat tiang bendera harusnya diubah, sebab akan merusak dan mengancam ekosistem alam.

“Pemeriksaan jangan tutup mata, ekosistem mangrove di Papua Barat Daya ini terancam karena partai politik memanfaatkan barang ini menjadi tiang atribut mereka,” katanya.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang pengelolaan ekosistem pesisir berkelanjutan, yang menekankan perlindungan, rehabilitasi, dan pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Pihaknya berharap, pemerintah menjaga hutan mangrove sebagai penjaga alamiah pesisir dari abrasi, yang lebih hijau dan aman.

Kecaman Akademisi soal Hutan Mangrove

Faridz Macab seorang akademisi Universitas Muhammadiyah (UNAMIN) Sorong merasa prihatin terkait pemanfaatan kayu mangrove sebagai umbul-umbul partai politik Gerindra.

“Sumber daya ekosistem mangrove di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, terancam rusak karena pemanfaatan berlebihan seperti dijadikan tiang umbul-umbul,” tutur Faridz.

Sebelum dijadikan atribut umbul-umbul, pihak partai politik harusnya bisa jeli melihat nilai urgensi barang mangrove ini kepada alam.

Pasalnya, jika minim pemahaman yang ada hanyalah ikut menligitimasi kerusakan alam pesisir, dan membuka ruang abrasi di pesisir.

“Mangrove memiliki peluang menjadi benteng pelindung bagi pesisir, biodiversitas, hingga menjaga iklim tetap asri,” jelasnya.

Dari data Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Tahun 2022, wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya memiliki areal mangrove yang rusak seluas 10 persen.

Berdasarkan data mangrove nasional 2021 luasan mangrove di Papua Barat dan Papua Barat Daya, yakni sekitar 475.116 hektar.

Sebanyak 36.890 hektare lahan telah berada di daerah abrasi, lahan terbuka, tanah timbul dan daerah tambang.

Pihaknya berpesan, seluruh orang termasuk pemerintah dan politisi agar wajib lindungi biodiversitas dan luasan hutan mangrove di wilayah Sorong, Papua Barat Daya.

Terpisah, Redaksi Koreksi telah melakukan upaya konfirmasi ke Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Papua Barat Daya Oktasari Sabil, namun dirinya menyampaikan agar dikonfirmasi ke pihak panitia.

Tags: gerindramangovepapua
Ari Yani

Ari Yani

Related Posts

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

Guru Korban PHK di Sekolah Islam Tangerang Selatan Temui Penasihat Presiden

by Annisa Salim
October 1, 2026
0

Koreksi, Jakarta- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar Harapan Rakyat mendampingi guru di salah satu sekolah swasta Islam di Kota Tangerang...

Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

by admin
September 9, 2026
0

JAKARTA, Koreksi.org — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan program pembekalan bela negara bagi pelajar tingkat SMA yang ditangkap pada...

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

by Petrus Riski
September 7, 2026
0

Penutupan akses jalan ini dilakukan karena warga yang tergabung dalam Pokdakan Cahaya Keputih, kecewa dengan sikap Pemkot Surabaya yang enggan mendengarkan aspirasi warga yang menuntut pembukaan akses jalan menuju tambak, yang dibangun untuk lapangan padel.

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

by Muhammad Firman
September 9, 2026
0

Koreksi, Makassar–Aksi protes sejumlah mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang membentangkan poster penolakan militerisme di kampus pada...

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

by Petrus Riski
September 6, 2026
0

Puluhan warga RW 01 Simogunung, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polrestabes Kota...

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

by Ari Yani
September 5, 2026
0

Koreksi, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menyoroti minimnya perhatian pemerintah pusat kepada daerah se-Tanah Papua, termasuk Papua...

Next Post
Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org