Koreksi, Jakarta- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) mengadakan konferensi pers di Jakarta pada Jumat (19/12/2025), untuk menyuarakan persoalan yang terjadi di Pati. Persoalan tersebut adalah dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Dalam kasus ini, KPK telah memanggil Sudewo sempat diperiksa KPK sebagai saksi pada Rabu (27/8/2025) dan Senin (22/9/2025). Koordinator AMPB Suharno meminta KPK serius dalam mengusut dugaan keterlibatan Sudewo.
“Kami meminta KPK tegas dan serius dalam mengusut keterlibatan Sudewo dalam skandal korupsi DJKA ini, bukan karena benci atau beda pilihan politik. Namun ini adalah persoalan integritas yang harus dijaga dan dimiliki oleh seorang pemimpin daerah. Jadi, sekalipun ini kasus lama, kami tidak ingin nantinya daerah kami memaklumkan tindakan korupsi dan para koruptor. Sekali korupsi, besar potensinya untuk melakukan lagi,” jelas Suharno pada Jumat (19/12/2025).
Perwakilan AMPB juga menegaskan, aksinya selama ini tidak ada kaitan dengan kepentingan tokoh atau partai politik manapun.
“Gerakan AMPB ini murni dari suara akar rumput Pati yang menginginkan Pati yang bersih, adil, dan memberi kemakmuran bagi rakyatnya. Tudingan gerakan kami ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu kami tegaskan itu salah besar,” tambah Suharno.
Sejak 10 Desember 2025, AMPB telah di Jakarta untuk mengawal proses yang tengah berlangsung di KPK terkait skandal korupsi yang melibatkan Sudewo.
“Kami akan mengawal dan mendukung KPK agar mengusut tuntas keterlibatan Sudewo hingga jelas-jelas naik menjadi status tersangka dalam korupsi di DKJA,” terang Agus salah satu anggota AMPB.
Sementara itu, mengutip Tempo.co, KPK masih mendalami kesaksian Bupati Pati Sudewo terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan. Penyidik menduga para pelaku korupsi mengondisikan penunjukan vendor pelaksana proyek pembangunan jalur kereta api tersebut.
“Karena memang dari sejumlah titik tersebut saling terkait dan diduga dikondisikan,” kata juru bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Desember 2025 seperti dikutip dari Tempo.co.

































