• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, September 15, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Suasana tahanan politik diberi arahan oleh polisi di sebuah ruang unit reserse polda metro jaya pada Rabu, (8/9).

    Serial “Kembali ke Barak”: Pemprov DKI Wajibkan Pelajar Pendemo Ikut Pembekalan Bela Negara

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Kecewa Pemkot Surabaya Abaikan Aspirasi, Petani Tambak Keputih Tutup Akses Jalan

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Serial “Kembali ke Barak”: Tolak Militerisasi Kampus, Mahasiswa Baru UINAM Diancam DO

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Warga Simogunung Surabaya Desak Penghentian Kriminalisasi Sengketa Tanah Dengan TNI AU

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Gubernur Papua Barat Daya Blakblakan soal Hutan hingga Tambang di Papua Milik Jenderal

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Koalisi Masyarakat Adat Sepakat Tolak PSN hingga Proyek Eksploitatif di Papeda Summit

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Menko Zulkifli Hasan Kabur saat Ditanya Papeda Summit dan Janji 1,7 Juta Hutan Adat di Papua

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Aksi Pemuda Adat Papua Tolak Papeda Summit 2026 di Sorong: NGO Fasilitasi Aktor Perusak Hutan

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    Serial “Kembali ke Barak”: Warga Kwini 8 Melawan Klaim Sepihak Militer

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Serial “Kembali ke Barak”: Bahaya Laten TNI Ambil Alih Tugas Sipil

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Dari Jakarta ke Phnom Penh: Perang Melawan Scam yang Tak Bisa Ditangani Satu Negara Saja

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Apakah Kemerdekaan Seperti Ini yang Engkau Maksud, Datuk?

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home SUARA WARGA

Wonder Mom Award: Apresiasi atau Diskriminasi

by admin
December 27, 2025
in SUARA WARGA
0
Wonder Mom Award: Apresiasi atau Diskriminasi

Ilustrasi Hari Ibu. Pixabay

8
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Zulfatun Mahmudah

Tanggal 22 Desember menjadi momen yang istimewa bagi perempuan Indonesia. Tanggal tersebut diagung-agungkan sebagai hari ibu. Sebuah hari yang terkesan menjadi sebuah pengakuan atas dedikasi dan perjuangan perempuan.

Tidak sekedar diperingati. Sejumlah lembaga bahkan beramai-ramai menggelar ajang ‘mom award’.  Untuk membuat kesan keagungan gelaran itu, panitia pun menyiapkan panggung megah disertai tata cahaya yang mengesankan kemewahan ajang tersebut. Sebagai bentuk perhatian terhadap kaum perempuan, tentu saja gelaran tersebut layak diapresiasi.

Persoalannya adalah apakah pemilihan para penerimanya sudah tepat? Bagaimana mekanisme seleksinya? Apakah mereka yang terpilih benar-benar perempuan yang tulus berjuang untuk keluarga dan masyarakat sekitarnya? Pertanyaan tersebut layak dimunculkan, mengingat begitu banyaknya perempuan yang berjuang dengan segenap jiwa raga, bertumpu di atas kaki sendiri tapi luput dari apresiasi.

Di sisi lain, gelaran “wonder mom award” terkesan lebih menyasar pada mereka yang memiliki posisi tertentu di pemerintahan. Padahal logikanya, mereka menjalankan tugas yang sudah seharusnya mereka kerjakan, bukan pencapaian ‘beyond’  dari posisi yang diembannya. Mereka bahkan bergerak menggunakan dana negara, bukan keluar dari kantong pribadi karena ketulusannya untuk berjuang.

Hal yang lebih miris lagi adalah, tidak jarang ‘mom award’ diberikan kepada mereka yang dianggap berprestasi memimpin organisasi.  Padahal, kepemimpinan itu dilekatkan belum tentu karena prestasi, melainkan karena posisinya sebagai istri atau anak pejabat. Sebut saja, penghargaan penggerak pembangunan untuk ketua PKK, bunda PAUD, pemberdayaan masyarakat melalui Dekranasda. Semua penghargaan itu seringkali diraih oleh para istri Bupati dan Gubernur, yang notabene ketua organisasi tersebut.

Lantas, bagaimana dengan perempuan biasa yang menebar kebaikan? Para relawan perempuan yang berjibaku turun di medan bencana. Para ibu rumah tangga yang berjuang untuk menghidupi keluarga dalam segala keterbatasannya.  Para aktivis sosial yang mencoba melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar tanpa dukungan biaya negara. Para guru perempuan, khususnya mereka yang bertugas di daerah terpencil. Mereka adalah “wonder mom” sejati yang luput dari sorot kamera penyelenggara ajang tersebut.

Jika demikian kondisinya, filosofi apa sejatinya yang ingin dibangun? Benarkan ajang ‘wonder mom award’ menjadi bentuk apresiasi yang tepat untuk perempuan? Atau ajang tersebut justru menjadi bentuk diskriminasi terhadap peran perempuan? Banyaknya penerima penghargaan dari kalangan pejabat, perempuan elit yang diuntungkan oleh birokrasi, dan mereka yang tumbuh menjadi perempuan “hebat” berkat nama besar suami dan orang tua, secara tidak langsung menjadi bentuk peliyanan terhadap peran perempuan yang tidak berada dalam kelompok tersebut.

Stasiun TV dan Glorifikasi Mom Award

Diskriminasi terselubung di balik ajang penghargaan itu begitu tampak nyata di layar kaca. Stasiun TV yang notabene memiliki kemampuan melihat langsung realitas di lapangan justru menjadi agen yang merayakan peliyanan itu.

Di saat begitu banyak ibu memeluk anaknya yang kelaparan di tengah bencana, di saat begitu banyak ibu yang mengais sampah untuk mencari sesuap nasi, stasiun TV mempertontonkan kemewahan para perempuan yang dianggap “hebat”. Dalam sorot lampu yang begitu terang, terlihat sekali bahwa mereka adalah perempuan elit yang penampilannya sangat berbeda dengan perempuan pada umumnya, apalagi mereka yang hidup di tengah bencana.

Dilihat dari sudut pandang teori media, penayangan perempuan baik yang menerima penghargaan maupun yang sekedar hadir sebagai undangan di gelaran itu, menjadi bentuk seksisme di media. Sebuah penggambaran yang tidak merepresentasikan kondisi real perempuan. Haraldsson dan Wängnerud memaknai seksisme di media sebagai “the (re) production of societal sexism through under- and misrepresentation of women in media, leading to a false portrayal of society through a gendered lens”.

Hall dalam tulisannya yang berjudul Represenatation and the Media meyakini bahwa berbagai pesan yang dikomunikasikan oleh media bersifat kompleks dan terkait erat dengan relasi kuasa dan kepentingan ideologis tertentu.

Jika dikaitkan dengan berbagai teori di atas dan juga realitas kehidupan perempuan pada umumnya, glorifikasi ajang penghargaan itu justru mengesankan adanya kapitalisme tanpa nurani dan empati. Hal itu terlihat dari banyaknya sponsor dan iklan yang pastinya berkontribusi dalam jumlah yang besar. Alih-alih menjadi bagian dari apresiasi. Ajang itu justru terkesan menjadi media meraih pendapatan dengan mengatasnamakan apresiasi terhadap perempuan.

Keberpihakan terhadap perempuan tidak harus ditunjukkan melalui glorifikasi award. Membangun program yang bisa dirasakan langsung oleh perempuan yang tengah berjuang untuk kehidupan diri dan anak-anaknya, jauh lebih bermakna. Stasiun TV adalah lembaga yang memiliki kuasa besar melakukan hal itu. Masih banyak ibu yang berjuang tanpa suara dan kehadiran media. Kehadiran stasiun TV idealnya menjadi jembatan mereka, yang tidak memiliki kuasa untuk menyuarakan nasibnya.

Penulis adalah peneliti isu gender, Doktor Bidang Kajian Budaya dan Media, lulusan Universitas Gadjah Mada

admin

admin

Related Posts

Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

Menjaga Hak Hidup: Kisah Perempuan ODHIV dalam Pusaran Hukum Narkotika

by admin
August 27, 2026
0

“Kalau obatnya putus, kondisinya bisa memburuk.” Kalimat itu tidak diucapkan di ruang sidang, bukan pula dalam rapat sebuah lembaga bantuan...

Ketika Pengalaman Menjadi Sejarah: Membaca Ulang Manusia Lewat Buku “Experience: A History”

Ketika Pengalaman Menjadi Sejarah: Membaca Ulang Manusia Lewat Buku “Experience: A History”

by admin
August 5, 2026
0

Lawrence Kramer. “Experience: A History.” Penerbit: University of California Press, 2026. Ada satu pertanyaan sederhana yang tampaknya mudah dijawab, tetapi...

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

by admin
June 23, 2026
0

“Pukul satu malam mereka datang Mendobrak pintu dan menodong senapan Kami pikir penagih hutang Ternyata polisi suruhan kandang” Potongan lirik...

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

by admin
June 15, 2026
0

Pelajar ditempatkan menjadi kelompok rentan yang giat direpresi hari ini. Negara melalui tangan besinya merepresi pelajar dari berbagai sektor: di...

Harga BBM Naik: Alarm yang Sudah Lama Berbunyi, Tapi Siapa yang Mendengar?

Harga BBM Naik: Alarm yang Sudah Lama Berbunyi, Tapi Siapa yang Mendengar?

by admin
June 15, 2026
0

Oleh: Lukman Nurhakim Per 10 Juni 2026, Pertamax naik, senyap, tanpa proklamasi, seolah kenaikan harga adalah urusan administratif yang tak...

Satu Minggu di Gedung CICG: Catatan dari Sidang ILO Jenewa

Satu Minggu di Gedung CICG: Catatan dari Sidang ILO Jenewa

by admin
June 8, 2026
0

Delegasi SEPETA Bangun Nugroho Sudah enam hari sidang Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 berlangsung di Gedung CICG, Jenewa, Swiss. Dua...

Next Post
TNI Rampas Ponsel Jurnalis di Aceh Utara

TNI Rampas Ponsel Jurnalis di Aceh Utara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org