• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Sunday, July 5, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Pemuda Adat Papua Tolak Program Cetak Sawah di Sorong

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Berita

Sederet Masalah ketika Peleburan Kelas BPJS Diberlakukan

by admin
August 14, 2024
in Berita
0
Sederet Masalah ketika Peleburan Kelas BPJS Diberlakukan
7
SHARES
19
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Koreksi, YOGYAKARTA – Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, menjadi sorotan masyarakat.

Perpres tersebut memuat peleburan kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan yang kemudian disebut sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Widya Eky Kusmayanti (37), mengaku khawatir kebijakan ini nantinya merugikan warga yang semula kelas 1 dan 2.

“Jalan pikiran ‘tidak membeda-bedakan pelayanan’ ini saya setuju. Yang jadi persoalan, teknis penerapan kebijakannya nanti seperti apa, itu yang patut diwaspadai,” ungkap warga Berbah, Sleman, Yogyakarta, Rabu (14/8/2024).

Hal yang paling mengkhawatirkan, kata dia, apabila nanti iurannya dinaikkan. Sedangkan peserta BPJS yang sebelumnya membayar lebih mahal ini mendapatkan hak apa saja.

“Selama ini, iuran BPJS ini cukup menjadi beban. Misalnya satu keluarga 5 orang, kelas 2 Rp 100 ribu per orang, artinya kita menanggung beban Rp 500 ribu per bulan. Ini sudah cukup berat, harapan kami iuran BPJS tidak dinaikkan,” katanya.

Direktur Social Movement Institute (SMI), Eko Prasetyo mengatakan pelayanan kesehatan model BPJS Kesehatan sebetulnya sejak awal bermasalah.

“Karena menerapkan klasifikasi atau pembedaan-pembedaan fasilitas melalui kelas-kelas pelayanan,” katanya, Selasa (13/8/2024).

Beban Biaya Tambahan

Ketika ada upaya untuk peleburan kelas, masalah berikutnya adalah adanya beban biaya tambahan lagi.

Eko menyebut, sedikitnya ada tiga indikator mengenai persoalan peleburan Kelas 1, 2 dan 3 BPJS Kesehatan ini. Pertama, kesiapan infrastruktur rumah sakit.

“Adanya peleburan kelas tersebut, jelas membutuhkan sarana prasarana tambahan yang memadai,” katanya.

Tidak semua rumah sakit mampu memenuhi syarat fisik ketersediaan infrastruktur tersebut. “Saya rasa, ini bisa menjadi masalah di masa mendatang apabila terjadi peleburan kelas BPJS ini,” ungkapnya.

Kedua, sistem mekanisme pembayaran. Saat ini, sudah adanya isu kenaikan iuran untuk kelas 1 dan 2. Menurutnya, ini akan memberikan beban tambahan kepada masyarakat. Adanya beban biaya tambahan untuk penunjang sarana prasarana, tentu akan berdampak terhadap kenaikan iuran peserta BPJS.

“Kondisi masyarakat sekarang ini mengalami tekanan ekonomi yang luar biasa. Harga bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), dan lain-lain mengalami kenaikan harga,” katanya.

Biaya pendidikan yang sejauh ini tidak murah. Sedangkan pendapatan masyarakat cenderung tidak mengalami peningkatan secara signifikan.

“Kesehatan ini tugas dan tanggung jawab pemerintah. Artinya, pemerintah harus mensubsidi untuk sektor ini.”

Ketiga, perlu adanya evaluasi terlebih dahulu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk publik. Selama ini, kata dia, belum ada evaluasi secara independen.

“Mestinya, layanan BPJS yang selama ini belum optimal harus diperbaiki terlebih dahulu. Sebelum ada kebijakan-kebijakan yang menambah beban publik,” imbuh dia.

Dia mengakui, BPJS Kesehatan ini secara substansi memang meringankan beban masyarakat. Yang menjadi permasalahan adalah sistem dan tata kelolanya yang belum optimal.

Implementasi dan faktanya, lanjut Eko, setiap rumah sakit memiliki kualitas pelayanan yang berbeda-beda. Pelayanan birokrasi yang panjang dan rumit. Antrean yang banyak, masa rawat inap yang belum sesuai kebutuhan pasien.

“Pelayanan publik seperti inilah yang selama ini masih bermasalah,” ujarnya.

Dikatakannya, BPJS Kesehatan selama ini masih menggunakan model kuratif (upaya pengobatan atau penyembuhan) bukan preventif (upaya pencegahan penyakit). Akibatnya, beban lebih banyak.

“Belum lagi tidak semua jenis penyakit bisa dicover.”

Menurutnya, pelayanan BPJS ini memang membutuhkan kultur baru dengan tidak membeda-bedakan kelas atas dasar kemampuan ekonomi masyarakat. BPJS perlu melakukan sosialisasi tentang hak-hak masyarakat tentang pelayanan kesehatan di rumah sakit secara terbuka.

“Selama ini sangat jarang mendengar penjelasan tentang hak-hak pasien BPJS. Yang ada hanya kewajiban-kewajiban pasien,”

Karena minim sosialisasi hak-hak pasien, lanjut dia, ketika terjadi permasalahan (misalnya), salah penanganan, pasien tidak bisa komplain. Sebab, masyarakat yang menjadi pasien ini masih banyak yang tidak paham atau mengatahui haknya.

“Hak-hak pasien ini yang mestinya dijelaskan terlebih dahulu melalui rumah sakit secara terbuka,” katanya.

Distribusi Dokter belum Merata

Berikutnya, tata kelola rumah sakit sejauh ini, menurut dia, belum optimal. Jumlah dokter dengan jumlah pasien di Indonesia, kata dia, termasuk ideal. Namun selama ini masih kerap ditemukan antrean pasien yang panjang.

“Satu dokter misalnya melayani hingga 40 pasien dalam sehari, tentu akan mengakibatkan konsultasi tidak optimal. Dokter-dokter spesialis menumpuk di rumah sakit pusat. Pasien pun akan menumpuk. Ini menurut saya tata kelola rumah sakit yang belum baik.”

Sedangkan fasilitas kesehatan puskesmas yang merupakan wilayah paling dekat dengan masyarakat justru tidak memiliki dokter spesialis. Seharusnya, distribusi dokter harus merata agar pelayanan tidak menumpuk di rumah sakit pusat.

“Jika terjadi penumpukan pasien, ini menunjukkan bahwa distribusi dokter selama ini tidak merata,”

Rumah Sakit dengan BPJS belum Sejalan

Idealnya, puskesmas dilengkapi sarana prasaran dan dokter-dokter spesialis agar mampu memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat secara mudah.

“Rumah sakit seharusnya memang hanya menangani penyakit yang sudah terlalu parah,” katanya.

Dia menyebut contoh penumpukan pelayanan pasien yang kerap terjadi di Instalasi Kanker Terpadu “Tulip” RS Sardjito Yogyakarta. Pasien kanker dari berbagai daerah menumpuk.

“Saya melihat hal seperti ini tidak efektif. Distribusi dokter yang tidak merata ini menunjukkan bahwa tata kelola rumah sakit dengan BPJS ini belum sejalan,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sofyan Setyo Darmawan mengatakan bahwa setiap kebijakan harus menggunakan prinsip keadilan. Termasuk implementasi kebijakan peleburan kelas pasien BPJS tersebut.

“Adil itu tidak harus sama angkanya. Keadilan itu bersifat proporsional, sesuai tempat, manfaat, fungsi dan kebutuhan,” katanya.

Selama ini, iuran BPJS Kesehatan untuk Kelas 1 Rp 150.000, Kelas 2 Rp 100.000 dan dan Kelas 3 Rp 42.000 (kecuali Penerima Bantuan Iuran/PBI yang sepenuhnya ditanggung pemerintah).

“Nah, iuran yang berbeda-beda ini jika nantinya disamaratakan pelayanannya itu namanya tidak memenuhi asas keadilan,” katanya.

Regulasi Jangan Malah Menambah Repot Masyarakat

Sofyan mengaku sempat mencermati rencana peleburan kelas BPJS tersebut. Namun ia mengakui belum sampai pada tahap pendalaman. Secara tujuan, menurutnya, rencana peleburan kelas BPJS ini cukup berdasar, yakni standarisasi pelayanan.

“Pembaharuan kebijakan itu tidak masalah selama substansinya memperbaiki sistem dan pelayanan. Regulasi jangan malah menambah repot masyarakat,” katanya.

Untuk memenuhi prinsip keadilan, menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian secara komprehensif dan transparan. Baik dalam pengambilan keputusan maupun transparan terhadap penggunaan dana.

“Misalnya, dari mana biaya gaji pegawai BPJS? Jangan sampai iuran BPJS dari masyarakat untuk gaji pegawai BPJS,” ujarnya.

Dia menilai, peserta yang semula kelas 1 dan 2 bila nanti dileburkan harus tetap mendapatkan hak secara adil.

“Peserta yang semula kelas 1 dan 2, selain mendapatkan pelayanan standar umum harus tetap mendapatkan hak peningkatan pelayanan,” katanya.

Sedangkan peserta kelas 3 (disubsidi oleh pemerintah), lanjut dia, pelayanannya menggunakan standar umum. Artinya tidak mendapatkan pelayanan plus. Peserta yang semula kelas 1 dan 2 membayar lebih tinggi dari kelas 3 sebagai asas gotong royong.

“Konsekuensinya harus tetap mendapatkan peningkatan pelayanan. Menurut saya peluang keadilannya di situ,” katanya.

Catatannya, penyelenggara BPJS sekali lagi harus transparan. Bila nanti kebijakan peleburan kelas BPJS ini diberlakukan, dia berharap tarif iuran tidak dinaikkan. “Apabila dinaikkan, tentu akan memicu protes dari publik,” katanya.

Penulis: Abdul Mughis

Tags: bpjs kesehatanwarga miskin
admin

admin

Related Posts

Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

by Izam Komaruzaman
June 27, 2026
0

Jakarta, 27 Juni 2026 – Delapan tahun setelah Kepolisian Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran Bareskrim Nomor SE/01/II/2018 yang mendorong pendekatan...

Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

by admin
June 27, 2026
0

Negara belum benar-benar hadir di Pulau Masela. Delapan tahun berlalu, layanan kesehatan masih  Koreksi, Maluku Barat Daya–Setiap pagi, sebelum matahari...

Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

by Muhammad Firman
June 27, 2026
0

Komisi B DPRD Sulawesi Selatan resmi menghentikan sementara proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Tamalanrea karena pertimbangan keselamatan lingkungan dan...

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

by admin
June 23, 2026
0

“Pukul satu malam mereka datang Mendobrak pintu dan menodong senapan Kami pikir penagih hutang Ternyata polisi suruhan kandang” Potongan lirik...

Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

by Muhammad Firman
June 18, 2026
0

Makassar, Koreksi.org–Sejumlah massa dari berbagai lembaga dan individu yang tergabung dalam Aliansi Lakkang Bersatu melakukan aksi demonstrasi di Pengadilan Negeri...

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

by admin
June 15, 2026
0

Pelajar ditempatkan menjadi kelompok rentan yang giat direpresi hari ini. Negara melalui tangan besinya merepresi pelajar dari berbagai sektor: di...

Next Post
Instrumen Penilaian KJMU Bermasalah, Pengguna Air Galon Dicabut Beasiswanya

Instrumen Penilaian KJMU Bermasalah, Pengguna Air Galon Dicabut Beasiswanya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org