• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Wednesday, August 5, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Banner yang ditancapkan warga Karangsari, Pati di lahan yang diklaim PT Rumpun Sari Antan pada Kamis, (14/5). (Bahtiar Yusuf/Arena)

    Serial “Kembali ke Barak”: Perlawanan Warga Karangsari Merebut Kembali Tanah Leluhur Dari Bayang-Bayang Militer

    Warga Tamalanrea Audiensi ke DPR RI, Tolak PLTSa di Tengah Permukiman

    Warga Tamalanrea Audiensi ke DPR RI, Tolak PLTSa di Tengah Permukiman

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Banner yang ditancapkan warga Karangsari, Pati di lahan yang diklaim PT Rumpun Sari Antan pada Kamis, (14/5). (Bahtiar Yusuf/Arena)

    Serial “Kembali ke Barak”: Perlawanan Warga Karangsari Merebut Kembali Tanah Leluhur Dari Bayang-Bayang Militer

    Warga Tamalanrea Audiensi ke DPR RI, Tolak PLTSa di Tengah Permukiman

    Warga Tamalanrea Audiensi ke DPR RI, Tolak PLTSa di Tengah Permukiman

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Masalah Rehabilitasi Narkotika: Diperas, Namun Belum Mendapat Layanan yang Baik

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Delapan Tahun Menunggu Negara, Kisah Pelayanan Kesehatan yang Terbengkalai di Pulau Masela 

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    Didesak Warga, DPRD Sulsel Sepakat Menghentikan Sementara Proyek PLTSa Tamalanrea di Makassar

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Kawal Proses Sidang, Aliansi Lakkang Bersatu Gelar Aksi di Pengadilan Negeri Makassar.

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Sengketa Tanah Lakkang Caddi Bergulir di Pengadilan, Warga dan Solidaritas Serukan Tolak Mafia Tanah

    Delegasi Buruh Indonesia Soroti Konsistensi Keputusan ILC Ke-113 Terkait Palestina dan Arah Pembahasan Pekerja Platform Digital

    Hari Kedua Sidang ILC ke-114: Perlindungan Jutaan Pekerja Platform di Era Algoritma dan Kecerdasan Buatan

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI

    Satu Dekade Arbitrase Laut China Selatan: Refleksi atas Dampaknya terhadap Stabilitas Kawasan

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Belajar dari Sepak Bola Dunia

    Potensi Dominasi Negara dari BUMN Khusus Ekspor

    Prabowonomics, Model Pembangunan yang Harus Ditinggalkan

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Kepada Said Iqbal: Redistribusi Kekayaan Tidak Cukup dengan “Kau Boleh Kaya Tapi Jangan Miskinkan Kami”

    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home SUARA WARGA

Ketika Pengalaman Menjadi Sejarah: Membaca Ulang Manusia Lewat Buku “Experience: A History”

by admin
August 5, 2026
in SUARA WARGA
0
Ketika Pengalaman Menjadi Sejarah: Membaca Ulang Manusia Lewat Buku “Experience: A History”
2
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Lawrence Kramer. “Experience: A History.” Penerbit: University of California Press, 2026.

Ada satu pertanyaan sederhana yang tampaknya mudah dijawab, tetapi sesungguhnya sangat rumit: apa yang dimaksud dengan “pengalaman”?

Setiap hari manusia berbicara tentang pengalaman. Pengalaman hidup, pengalaman cinta, pengalaman perang, pengalaman membaca, pengalaman religius, hingga pengalaman estetik.
Namun, apakah pengalaman itu sesuatu yang murni berasal dari diri manusia? Ataukah ia dibentuk oleh bahasa, budaya, sejarah, dan cara berpikir zamannya?

Pertanyaan itulah yang menjadi inti buku terbaru Lawrence Kramer, Experience: A History, yang diterbitkan University of California Press pada 2026.

Melalui karya ini, Kramer mengajak pembaca melakukan perjalanan intelektual yang panjang untuk menelusuri bagaimana konsep “pengalaman” berubah dari masa ke masa, sekaligus bagaimana perubahan itu memengaruhi cara manusia memahami dirinya sendiri.

Buku ini bukan sekadar sejarah sebuah kata. Ia merupakan sejarah tentang kesadaran manusia.

Pengalaman Tidak Pernah Netral

Selama ini banyak orang menganggap pengalaman sebagai sesuatu yang bersifat langsung. Kita melihat, merasakan, lalu mengalami sesuatu. Sesederhana itu. Namun Lawrence Kramer menunjukkan bahwa pengalaman tidak pernah hadir dalam ruang hampa.

Apa yang kita rasakan selalu dipengaruhi oleh bahasa yang kita gunakan, nilai-nilai budaya tempat kita hidup, agama yang kita anut, pendidikan yang kita terima, bahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Seseorang pada abad pertengahan tentu mengalami rasa takut secara berbeda dengan manusia abad ke-21. Demikian pula pengalaman mendengar musik, membaca puisi, menyaksikan perang, atau jatuh cinta. Semua pengalaman itu memiliki sejarah.

Dengan kata lain, manusia bukan hanya hidup dalam sejarah. Manusia juga mengalami dunia melalui sejarah.

Menelusuri Perjalanan Sebuah Konsep

Sebagai seorang sarjana humaniora yang dikenal luas melalui kajian musik, sastra, dan filsafat budaya, Kramer tidak membatasi pembahasannya pada satu disiplin ilmu. Ia bergerak luwes melintasi filsafat, sastra, musik, psikologi, estetika, sejarah intelektual, hingga teori budaya.

Melalui lintasan itu, pembaca diajak menyaksikan bagaimana pengertian mengenai pengalaman mengalami perubahan besar sejak dunia Yunani kuno, Abad Pertengahan, Renaisans, Pencerahan, Romantisisme, modernisme, hingga masyarakat digital dewasa ini.

Perubahan tersebut bukan hanya soal istilah, melainkan perubahan cara manusia memandang dirinya sendiri.

Cara Manusia Merasakan Dunia

Secara garis besar, Experience: A History mengisahkan bagaimana pengalaman berkembang menjadi salah satu konsep paling penting dalam kebudayaan modern.

Pada masa Yunani kuno, pengalaman lebih dipahami sebagai sumber pengetahuan praktis yang diperoleh melalui kehidupan.

Dalam tradisi Kristen abad pertengahan, pengalaman memperoleh dimensi spiritual. Mengalami berarti membuka diri terhadap kehadiran Tuhan.

Memasuki era Renaisans dan Pencerahan, pengalaman mulai dikaitkan dengan rasionalitas dan ilmu pengetahuan. Manusia diyakini mampu memahami dunia melalui observasi dan eksperimen.

Kemudian datang era Romantisisme yang mengubah semuanya. Pengalaman tidak lagi dipahami terutama sebagai pengetahuan, tetapi sebagai sesuatu yang sangat personal, emosional, bahkan unik bagi setiap individu.

Pandangan inilah yang kemudian melahirkan gagasan modern tentang pengalaman autentik.

Namun Kramer menunjukkan bahwa pada abad ke-20 dan ke-21, pengalaman kembali berubah. Media massa, film, televisi, internet, media sosial, hingga kecerdasan buatan membuat manusia semakin sering mengalami dunia melalui representasi.

Kita tidak hanya mengalami kehidupan secara langsung. Kita juga mengalami pengalaman orang lain.

Sastra Sebagai Laboratorium Pengalaman

Salah satu bagian paling menarik dalam buku ini adalah pembahasan mengenai sastra. Bagi Kramer, sastra bukan sekadar hiburan.

Novel, puisi, dan drama merupakan laboratorium tempat manusia belajar mengalami kehidupan yang belum tentu pernah dialaminya sendiri.

Ketika membaca Anna Karenina, pembaca ikut mengalami kegelisahan Anna. Ketika membaca Pramoedya Ananta Toer, pembaca dapat merasakan tekanan kolonialisme tanpa pernah hidup pada zaman kolonial.

Melalui sastra, pengalaman menjadi sesuatu yang dapat dibagikan melintasi ruang dan waktu. Di sinilah kekuatan sastra. Ia memperluas batas pengalaman manusia.

Musik, Estetika, dan Tubuh

Sebagai salah seorang pemikir terkemuka dalam bidang estetika musik, Kramer juga memberi perhatian besar pada pengalaman mendengar.

Mengapa sebuah lagu mampu membuat seseorang menangis? Mengapa musik tertentu membangkitkan kenangan yang sudah puluhan tahun terlupakan?

Menurut Kramer, pengalaman estetik tidak hanya terjadi di dalam pikiran, tetapi juga melibatkan tubuh. Irama, suara, ritme, bahkan keheningan ikut membentuk cara manusia merasakan dunia.

Pandangan ini membuat buku tersebut terasa berbeda dibandingkan banyak karya filsafat yang hanya menempatkan pengalaman sebagai persoalan kesadaran.

Relevansi di Era Artificial Intelligence

Yang membuat Experience: A History terasa sangat aktual adalah kemampuannya berbicara kepada dunia yang sedang berubah akibat kecerdasan buatan. Kini AI dapat menulis puisi, melukis, membuat musik, bahkan menyusun novel.

Namun muncul pertanyaan mendasar. Apakah AI mempunyai pengalaman? Ataukah AI hanya mengolah data pengalaman manusia?

Kramer memang tidak secara khusus membahas ChatGPT atau model bahasa besar (LLM). Akan tetapi, kerangka berpikir yang ia bangun membantu pembaca memahami mengapa pengalaman tetap menjadi sesuatu yang khas manusia.

Pengalaman bukan sekadar informasi. Ia merupakan perjumpaan antara tubuh, ingatan, emosi, sejarah, dan makna. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gagasan ini menjadi semakin penting.

Pelajaran bagi Pembaca Indonesia

Buku ini juga relevan bagi pembaca Indonesia. Selama ini banyak kajian sastra maupun budaya lebih banyak berfokus pada struktur teks atau teori.

Kramer mengingatkan bahwa karya sastra pada dasarnya berbicara tentang pengalaman manusia. Karena itu, membaca sastra bukan sekadar mencari simbol atau metafora. Membaca sastra berarti memasuki pengalaman hidup orang lain.

Pendekatan tersebut dapat memperkaya pembacaan terhadap karya-karya Pramoedya Ananta Toer, Nh. Dini, Ayu Utami, Eka Kurniawan, hingga penyair seperti Chairil Anwar atau Sapardi Djoko Damono.

Karya-karya mereka bukan hanya dokumen budaya. Ia adalah rekaman pengalaman manusia Indonesia dalam berbagai zaman.

Sebuah Buku yang Menghubungkan Humaniora

Experience: A History bukan buku populer yang ringan dibaca. Ia menuntut kesabaran dan kesiapan intelektual. Namun justru di situlah kekuatannya.

Lawrence Kramer berhasil memperlihatkan bahwa pengalaman adalah titik temu antara sastra, filsafat, sejarah, musik, psikologi, agama, dan budaya. Jarang ada buku yang mampu menjembatani begitu banyak disiplin ilmu tanpa kehilangan kedalaman analisis.

Pada akhirnya, Experience: A History mengingatkan bahwa sejarah bukan hanya rangkaian peristiwa besar yang tercatat dalam buku-buku. Sejarah juga hidup dalam cara manusia merasakan, mengingat, mencintai, menderita, mendengar musik, membaca puisi, dan memberi makna pada kehidupannya.

Di tengah dunia yang semakin dipenuhi algoritma, data, dan kecerdasan buatan, buku ini mengajak kita kembali pada pertanyaan paling mendasar: apa artinya menjadi manusia yang mengalami dunia?

Itulah pertanyaan yang menjadikan Experience: A History bukan sekadar buku tentang sejarah, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai hakikat keberadaan manusia itu sendiri.

*Satrio Arismunandar, mantan penulis cerpen remaja yang semasa kuliah tak punya pengalaman pacaran. Penggemar komik Kindaichi dan Samurai-X.

Tags: Experience: A Historyresensi bukusatrio arismunandar
admin

admin

Related Posts

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

The Strzr: Merawat Ingatan Kolektif dan Narasi Perlawanan di Padarincang Melalui Musik

by admin
June 23, 2026
0

“Pukul satu malam mereka datang Mendobrak pintu dan menodong senapan Kami pikir penagih hutang Ternyata polisi suruhan kandang” Potongan lirik...

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

Cerita Foto: Pelajar dan Pembungkaman Demokrasi

by admin
June 15, 2026
0

Pelajar ditempatkan menjadi kelompok rentan yang giat direpresi hari ini. Negara melalui tangan besinya merepresi pelajar dari berbagai sektor: di...

Harga BBM Naik: Alarm yang Sudah Lama Berbunyi, Tapi Siapa yang Mendengar?

Harga BBM Naik: Alarm yang Sudah Lama Berbunyi, Tapi Siapa yang Mendengar?

by admin
June 15, 2026
0

Oleh: Lukman Nurhakim Per 10 Juni 2026, Pertamax naik, senyap, tanpa proklamasi, seolah kenaikan harga adalah urusan administratif yang tak...

Satu Minggu di Gedung CICG: Catatan dari Sidang ILO Jenewa

Satu Minggu di Gedung CICG: Catatan dari Sidang ILO Jenewa

by admin
June 8, 2026
0

Delegasi SEPETA Bangun Nugroho Sudah enam hari sidang Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-114 berlangsung di Gedung CICG, Jenewa, Swiss. Dua...

Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

Dari Sekolah ke Pengadilan, Cerita Pelajar dari Balik Jeruji

by admin
June 2, 2026
0

“Country roads, take me homeTo the place I belong.” Penggalan lagu itu terdengar lirih dari sudut ruang kunjungan Rutan Cipinang...

Nisan Reformasi di Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta.

Aksi Kamisan ke-908: Mahasiswa dan Pelajar Menyoroti Kematian Demokrasi

by admin
May 29, 2026
0

Jakarta–Dua puluh delapan tahun setelah reformasi bergulir, sebagian anak muda merasa kebebasan bersuara justru semakin mahal. Keluhan itu terdengar lantang...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org