• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Monday, May 25, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Warga Lakkang Caddi Bongkar Pagar Sengketa Tanah di Tengah Proses Pengadilan

    Warga Lakkang Caddi Bongkar Pagar Sengketa Tanah di Tengah Proses Pengadilan

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Warga Lakkang Caddi Bongkar Pagar Sengketa Tanah di Tengah Proses Pengadilan

    Warga Lakkang Caddi Bongkar Pagar Sengketa Tanah di Tengah Proses Pengadilan

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Membaca Senyum Purbaya

    Membaca Senyum Purbaya

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

Demokrasi yang Tersandera

by Nanang FS
September 6, 2025
in OPINI
0
Demokrasi yang Tersandera

Ilustrasi Aksi Reset Indonesia. Foto: istimewa

15
SHARES
44
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gelombang demonstrasi yang merebak di berbagai daerah di Indonesia, dipicu oleh tuntutan terhadap tunjangan anggota dewan yang dinilai tidak wajar dan kebijakan kenaikan pajak di tengah lesunya daya beli rakyat, bukanlah sebuah insiden yang terisolasi. Ia adalah puncak gunung es dari kekecewaan yang terakumulasi. Tragedi meninggalnya beberapa pengunjuk rasa, insiden seperti digilasnya Affan Kurniawan, dan fenomena penjarahan yang terjadi di depan mata petugas, adalah gejala dari sebuah penyakit yang lebih dalam yakni, kegagalan negara dalam memenuhi janji-janji demokrasinya dan mengikisnya kontrak sosial hingga ke akar.

Pada intinya, demokrasi dibangun atas sebuah kontrak sosial: rakyat memberikan mandat kepada wakilnya untuk mengelola negara, dan sebagai gantinya, negara menjamin kesejahteraan dan keadilan. Namun, apa yang terjadi ketika para wakil rakyat justru terlihat mengutamakan kesejahteraan mereka sendiri? Kebijakan tunjangan yang “tidak wajar” bagi DPR RI—di saat yang sama pemerintah menerapkan kebijakan fiskal yang mencekik seperti kenaikan pajak—adalah sebuah paradoks yang menyakitkan. Rakyat yang sedang kesulitan ekonomi melihat sebuah ketimpangan yang nyata. Mereka yang seharusnya diperjuangkan justru merasa dikorbankan, sementara para elite politik tampaknya terus menjaga kenyamanan mereka.

Ironi ini semakin menjadi-jadi dan memperdalam luka ketika melihat realitas lain yang sama-sama menyakitkan. Di saat rakyat menjerit oleh kenaikan harga sembako, gaji dan pendapatan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai angka yang tidak masuk akal besarnya, seringkali menyentuh miliaran rupiah per bulan. BUMN, yang seharusnya menjadi alat negara untuk memakmurkan rakyat, justru berubah menjadi mesin bagi-bagi rente untuk segelintir elite. Praktik bagi-bagi posisi kepada kader partai yang tidak kompeten dan budaya rangkap jabatan yang masif antara birokrasi dan politik semakin membuktikan bahwa negara telah disandera oleh kepentingan oligarkis. Ini adalah bentuk “penjarahan terstruktur” yang paling halus, sistematis, dan karena itu paling berbahaya.

Kekecewaan tidak berhenti di ruang sidang paripurna atau menara gading direksi BUMN. Ia merambah hingga ke pelosok negeri, di mana kebijakan bernegara justru menghancurkan kehidupan warganya sendiri. Proyek-proyek strategis nasional kerap digulirkan tanpa kajian yang komprehensif dan partisipatif, mengakibatkan kerusakan ekosistem yang parah, pengusiran paksa terhadap masyarakat adat, dan perampasan tanah ulayat. Hutan yang menjadi paru-paru dunia dan sumber kehidupan masyarakat lokal dikonversi untuk kepentingan tambang dan perkebunan skala besar. Perizinan tambang yang mudah dan bermasalah perlu segera direviu ulang, karena telah terbukti menjadi sumber bencana ekologis dan konflik sosial yang tak berujung. Negara hadir bukan sebagai pelindung, melainkan sebagai operator dari mesin keserakahan yang menghancurkan masa depan bangsa sendiri.

Dalam situasi seperti ini, hukum seringkali tidak hadir sebagai penjaga keadilan, melainkan sebagai alat untuk mempertahankan status quo. Hukum terasa tumpul ketika menyangkut kepentingan elite, tetapi bisa menjadi sangat tajam dan represif bagi rakyat yang menyuarakan aspirasinya atau masyarakat adat yang mempertahankan tanahnya. Ketidakadilan inilah yang mengikis kepercayaan publik hingga habis.

Fenomena “amuk massa” (mass rage) menjadi relevan untuk memahami situasi ini. Konsep sosiologis Emile Durkheim tentang anomie (kondisi tanpa norma) menggambarkan keadaan di mana masyarakat merasa terpisah dari struktur sosial akibat ketidakpuasan yang mendalam. Ruang demokrasi formal dianggap tidak lagi mampu menampung aspirasi atau menghasilkan perubahan. Akibatnya, protes yang awalnya damai dengan mudah terdistorsi menjadi anarkisme. Setiap ruang demo rentan dimanfaatkan oleh para perusuh dengan agenda sendiri, atau oleh pihak yang ingin mendiskreditkan gerakan protes. Penjarahan fisik di jalanan adalah cerminan brutal dari “penjarahan terstruktur” yang telah lebih dulu dilakukan oleh elite.

Aksi 17+8 dan gelombang demonstrasi lainnya harus dibaca sebagai bentuk kekecewaan yang terorganisir dari masyarakat sipil. Ini adalah suara dari mereka yang merasa dikhianati oleh proses bernegara dari hulu ke hilir.

Lalu, apa jalan keluar yang diperlukan langkah-langkah korektif yang fundamental dan berani ?

Pemerintah dan DPR harus moratorium dan mengevaluasi semua kebijakan yang memberatkan rakyat. Tinjau ulang proyek strategis nasional dengan melibatkan partisipasi publik dan kajian lingkungan hidup yang independen. Lakukan audit dan pencabutan perizinan tambang yang merusak.

Lakukan pemotongan gaji dan tunjangan pejabat negara serta direksi BUMN secara signifikan. Hentikan praktik rangkap jabatan dan tunjukkan komitmen nyata untuk berhemat bersama rakyat.

Setiap insiden kekerasan terhadap demonstran dan konflik agraria harus diselidiki secara transparan dan independen. Korban jiwa harus mendapat keadilan. Hukum harus berdiri di atas semua kepentingan.

Selenggarakan dialog nasional yang inklusif dengan melibatkan semua elemen masyarakat sipil, akademisi, dan kelompok marginal untuk membangun kembali konsensus dan kontrak sosial yang telah retak.

Tanpa langkah-langkah ini, demokrasi Indonesia hanya akan menjadi ritus tanpa makna. Negara harus memilih: memperbaiki diri dan menyelamatkan kontrak sosial, atau membiarkannya hancur dan menyaksikan amuk massa menjadi bahasa permanen rakyat yang putus asa.


Tags: demokrasiResetIndonesia
Nanang FS

Nanang FS

Related Posts

Membaca Senyum Purbaya

Membaca Senyum Purbaya

by Nanang FS
May 18, 2026
0

Oleh: Dr. Zulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS Dalam sebuah pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan,  jika Purbaya masih tersenyum, maka kondisi keuangan...

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

by Sasmito Madrim
May 13, 2026
0

Pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya jurnalis Dandhy Dwi Laksono mengalami intimidasi hingga pembubaran paksa oleh TNI di sejumlah daerah....

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

by Nanang FS
May 7, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam Pada pagi hari, 6 Mei 2026, ruang konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menjadi saksi...

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

by admin
May 1, 2026
0

Setiap tanggal 1 Mei, dunia kembali dipenuhi ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tidak terkecuali May Day 2026....

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

by Nanang FS
May 1, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam* Di ruang gelap bioskop, ratusan penonton tertegun menyaksikan fragmen Ghost in the Cell karya Joko Anwar....

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

by Nanang FS
April 30, 2026
0

Oleh : Zulfatun Mahmudah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah...

Next Post
Konsesi PT Gag Nikel Raja Ampat Kembali Beroperasi, AMAN Sorong Wanti-wanti Izin 4 Pulau

Konsesi PT Gag Nikel Raja Ampat Kembali Beroperasi, AMAN Sorong Wanti-wanti Izin 4 Pulau

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org