• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Friday, May 8, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    PERMAHI Sorong Sebut Panitia Tanggung Jawab soal Kayu Mangrove Tiang Bendera Partai Gerindra

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Ribuan Kayu Mangrove Dipakai Tiang Bendera Parpol di Papua Barat Daya

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Kursi Komisaris dan Ancaman Senyap terhadap Kedaulatan Gerakan Buruh

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Dari Rio Hingga Palu: Kolonialisme Baru dalam Perang Terhadap Narkotika

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home Liputan Khusus

Limbah Industri Mengalir Sampai Hilir, Proyek Citarum Harum Belum Menyentuh Akar Masalah

by admin
May 8, 2026
in Liputan Khusus
0
Limbah Industri Mengalir Sampai Hilir, Proyek Citarum Harum Belum Menyentuh Akar Masalah

Sungai Citarum di Bendungan Walahar, Kec. Klari, Jumat (27/3/2026).

6
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Proyek Citarum Harum belum maksimal dalam menyelesaikan persoalan limbah yang diduga mengaliri Citarum. Perlu ada penegakan hukum bagi industri yang mencemari Sungai Citarum.

Karawang – Dadan Suhendar, warga Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan kondisi air sungai Citarum yang kotor. Padahal menurutnya, masyarakat sekitar kerap memakai air sungai untuk kebutuhan domestik dan perkebunan.

“Air ganti, air salin yang tadi bening jadinya butek. Jadi nggak bisa dipakai mandi,” ujarnya saat diwawancarai secara langsung, Minggu (12/4/2026).

Dadan menakar setidaknya 20% masyarakat Telukbango masih memanfaatkan air Citarum yang kotor tersebut. Menurut Dadan, pencemaran yang terjadi di sungai Citarum sudah berlangsung selama satu tahun terakhir. Namun ia tidak bisa memastikan sumber cemaran tersebut

“Pastinya kayak air kotor. Sekarang kan musim hujan. Banyak air yang datang.” keluhnya.

Telukbango sendiri merupakan hilir dari sungai Citarum dengan jarak sekitar 40 sampai dengan 50 Kilometer dari kawasan Industri Karawang, khususnya kawasan PT Leuwijaya Utama Textile (Leuwitex) di Klari, akan tetapi limbah industri bahkan terus mengalir hingga hilir. Sehingga Telukbango menjadi salah satu wilayah yang harus menanggung dampak pencemaran.
“Entah itu dari pabrik-pabrik mana ya, saya juga enggak tahu,” lanjut Dadan.

Jarak antara Telukbango ke PT Leuwitex pada Google Maps, Rabu (22/4/2026).

Dugaan Cemaran dari Pabrik

Pada 8 April 2026, Satuan Tugas Citarum Harum Sektor 10 menemukan dugaan pembuangan limbah industri yang berasal dari Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang. Menurut informasi yang diterima Satgas dari masyarakat, dugaan cemaran berasal dari salah satu pabrik, PT Leuwitex.

Meski demikian, Sersan Mayor sekaligus Bintara Administrasi Operasi (Baop) Sektor 10 Satgas Citarum Harum, Supriatna belum berani memastikan dugaan sumber pencemaran itu. “Memang ada berita dari masyarakat bahwa di pembuangan dari Pabrik kawasan Leuwitex cuma kita belum tahu apakah pabrik itu Leuwitex atau bukan, jadi kawasan aja,” ujar Supriatna saat diwawancarai secara langsung, Selasa (14/4/2026).

Bagian Belakang Kawasan Leuwitex yang mengalir ke Sungai Ciliwung, dipotret pada Rabu (15/4/2026).

PT Leuwitex adalah perusahaan industri tekstil hilir terkemuka yang berbasis di Cimahi, Bandung, didirikan pada 23 Desember 1987. Perusahaan yang memiliki beberapa cabang di berbagai daerah ini memproduksi kain polyester berkualitas tinggi. 

Dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Leuwitex ini bukan yang pertama kali. Dilansir dari berita Mata Investigasi pada tahun 2022, Leuwitex pernah menanam pipa pabrik di aliran sungai Cimahi hingga sebabkan fungsi sungai terganggu dan tidak berfungsi dengan baik.

Sejauh ini Satgas bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup Karawang baru memeriksa kadar pH (potential of hydrogen) air di sekitar lokasi temuan. Hasilnya membuktikan kadar air mengalami pencemaran.

“Ya, itu dari busa, air yang berbusa. Akhirnya menimbulkan curiga terhadap masyarakat yang melihat,” ujarnya.

Sampel Air di Kawasan Leuwitex, pada Senin, (13/4/2026).

Tim ahli Sektor 10, Cecep Lukman, menjelaskan lebih lanjut, bahwa kadar air yang dikeluarkan perusahaan memiliki pH di bawah baku mutu yaitu, di bawah 6. Artinya air limbah asam, mengandung B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). 

“Tapi memang ada satu buangan yang pH-nya itu di bawah baku mutu. Artinya kalau baku mutu (yang aman) itu 6 sampai 9, ini kemarin di bawah 6, artinya asam,” tuturnya saat diwawancarai secara langsung, Selasa (14/4/2026).

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang mengaku tidak bisa asal menindak perusahaan demi alasan investasi. Sehingga mereka hanya bisa memberikan peringatan kepada perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran lingkungan.

“Bukan tentang faktor lingkungan saja yang diperhatikan, tapi sosiologi ekonominya. Istilahnya aman dan ramah investasi. Karena kalau misalnya kita langsung tutup banyak yang dirugikan juga,” ujar Pengendali Pencemaran Lingkungan (PPL) dan Tata Lingkungan Tim Patroli Sungai DLH Karawang, Muhammad Samuriman saat diwawancarai secara langsung, Selasa (14/4/2026).

Padahal, masyarakat berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 28H ayat (1). Belum lagi pencemaran ini tidak terhenti sampai pada titik awal pencemaran, tetapi mengalir hingga ke ujung hilir yang masih memegang peran penting untuk aktivitas masyarakat. 

Selain itu, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 10 ayat (1), badan publik wajib mengumumkan informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum. 

Akan tetapi, ketika Samuriman menanggapi perihal transparansi data perizinan perusahaan dalam pembuangan limbah, daripada menyajikan data, menurutnya secara etika, perusahaan memiliki kerahasiaan yang harus diutamakan. 

“Perizinan pasti ada gitu, kan, setiap dunia usaha. Nah, cuman itu tidak bisa kita ekspos nih. Karena ada kerahasiaan perusahaan juga gitu kan, secara etika,” ujarnya saat diwawancarai secara langsung, Selasa (14/4/2026).

Tim redaksi sudah berusaha menghubungi PT Leuwijaya Utama Textile melalui Email terkait permintaan klarifikasi atas dugaan pencemaran, akan tetapi sampai naskah ini tayang tim redaksi belum mendapat jawaban. 

Pencemaran Berulang, Minim Solusi

Sigit Karyadi Budiono dari Koalisi Rakyat Hak Atas Air (KRuHA) menanggapi bahwa kasus pencemaran yang terus berulang ini kemungkinan diakibatkan kekurangan penegakkan hukum dan adanya negosiasi, sehingga menjadi cerminan untuk diterapkan oleh perusahaan-perusahaan lain.

“Kalau enggak ada (penegakan) hukumnya dia akan terus saja seperti itu. Dua, misalnya kadang dinegosiasikan oleh perusahaan dengan aparat penegak hukumnya gitu misalnya nyogok lah. Kemudian itu berulang yang lain kan juga akhirnya ngikut aja. Ditiru, diterapkan oleh yang lain,” katanya saat diwawancarai melalui Whatsapp, Jumat (17/4/2026).

Citarum Harum merupakan salah satu proyek pemerintah dalam upaya merevitalisasi sungai Citarum, mulai dari tahun 2018 hingga berakhir masa insentif pada 2025, kemudian di awal 2026 ini mereka memulai aktivitasnya kembali.  

Sigit turut mempertanyakan efektivitas dari Citarum Harum. Belum lagi proyek ini bukan proyek pertama kali dari pemerintah sebagai upaya revitalisasi sungai Citarum.
“Perlu dicermati kan sebenarnya Citarum Harum ini ya pretensi-nya apa atau intensi-nya apa. Nah, apakah hanya akan meneruskan dulu atau memang benar-benar ada intensi untuk memperbaiki soal Citarumnya sendiri. Kualitasnya, pengelolaannya, dan lain sebagainya. Karena kan banyak kepentingan di situ,”  ujarnya saat diwawancarai melalui Zoom, pada Jumat (27/3/2026).

Posko Sektor 10 Satgas Citarum Harum, pada Rabu (22/4/2026).

Sigit juga memberi saran tindakan yang harus dilakukan pemerintah untuk mengatasi pencemaran yang terus berulang. Meliputi perbaikan hukum yang dapat dimulai dari aparat penegak sampai mekanisme jika terjadi pelanggaran, sampai pelibatan masyarakat agar terikat.

“Mereka harus memperbaiki hukumnya sendiri. Jadi dari mulai aparatnya sampai mekanisme kalau terjadi pelanggarannya itu harus diperbaiki dulu. Kemudian bagaimana negara, pemerintah bisa melibatkan warganya untuk jangan cuma jadi penonton saja tapi juga terikat,” imbuhnya.

Dadan sebagai warga yang terdampak pencemaran menilai program Citarum Harum semestinya tidak hanya fokus dengan yang terjadi di Karawang Kota saja. Ia berharap implementasi program kerja bisa dilaksanakan secara merata hingga ke ujung Karawang.

“Terkadang sosialisasinya ke bawah itu enggak 100% sampai mungkin. Salah satunya program kerja. Mungkin yang di galakin di daerah Karawang Kota saja gitu kan di sisi Citarumnya, tapikemarin ke ujung yangmau ke laut misalkan utara itu enggak sama sekali disentuh gitu kan. Artinya ada perbedaan program gitu. Khawatir cuma formalitas saja. Makanya semuanya kalau memang A (program kerjanya) dari atas harus sampai ke ujung juga A gitu. Artinya semuanya jelas,” harap Dadan.

Penulis: Chika Dari Prasetya, dan Difa Satya Naila

Editor: Izam Komaruzaman

[Tulisan ini merupakan kolaborasi LPM Resonan Unsika bersama Project Multatuli dan Koreksi.org]

Tags: citarum harumkarawanglimbah pabrikpencemaran ciliwung
admin

admin

Related Posts

Penyelewengan BBM Subsidi di Sorong Diduga Libatkan Polisi

Penyelewengan BBM Subsidi di Sorong Diduga Libatkan Polisi

by Ari Yani
April 30, 2026
0

Koreksi, Sorong - Penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) jenis bio solar bersubsidi terjadi di wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya....

Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

by Wildan Humaidyi
March 9, 2026
0

Malam di Pantura Pati-Juana punya cara mengubur jejak. Di depan gapura desa Widorokandang, ingatan Hanif tentang beberapa menit blokade itu...

Janji Transisi Energi Tinggal Isapan Jempol, Warga Suralaya Tetap Menghirup Debu Batubara

Janji Transisi Energi Tinggal Isapan Jempol, Warga Suralaya Tetap Menghirup Debu Batubara

by Anggita Raissa
November 16, 2025
0

Koreksi, Jakarta- Meski matahari belum sepenuhnya meninggi, tapi Sabtu (8/11/2025) pagi itu di Desa Kembang Kuning yang masuk ke dalam...

Realita Orang dengan TBC: Dirundung Stigma dan Kemiskinan di Tengah Minimnya Dukungan Sosial

Realita Orang dengan TBC: Dirundung Stigma dan Kemiskinan di Tengah Minimnya Dukungan Sosial

by Anggita Raissa
November 3, 2025
0

Koreksi, Jakarta- Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru, meski dapat pula...

Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Ketimpangan Ekonomi di Pusat Lumbung Energi Nasional

by Yazid Fahmi
October 31, 2025
0

Koreksi, Jakarta- Jalanan rusak dan banyak genangan air ketika hujan turun. Kondisi jalan seperti itu menjadi pemandangan biasa bagi warga...

Kerentanan Ekologis dan Geologis di Lumbung Energi Panas Bumi Jawa-Madura-Bali

Kerentanan Ekologis dan Geologis di Lumbung Energi Panas Bumi Jawa-Madura-Bali

by Yazid Fahmi
October 30, 2025
0

Koreksi, Jakarta- Sabtu, 20 September 2025, pukul 23.47 WIB, menjadi malam yang panjang bagi warga Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org