Komunitas Seniman Pinggir Kali (SPK), sebuah kelompok pengamen jalanan yang beraktivitas di kawasan Terminal Kalideres, Jakarta Barat, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu sosial dan kesehatan masyarakat. Beranggotakan 35 anak jalanan yang saat ini berada dalam masa pemulihan (recovery), SPK bergerak aktif di bawah pendampingan pegiat kesehatan Hery Oktavianus.
Terbentuk pada tahun 2023, SPK dipimpin oleh M. Abdillah (Kokoh) selaku Koordinator. Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2025, SPK menginisiasi aksi solidaritas berupa galang donasi pada 29 November 2025 di tiga titik area Terminal Kalideres. Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan kepada komunitas pegiat HIV/AIDS yang fokus mendampingi Anak dengan HIV (ADHIV).
Selain itu, SPK juga akan melakukan aksi simbolik berupa pembagian bunga mawar dengan pita merah, sebagai simbol kepedulian terhadap HIV/AIDS. Bunga tersebut akan diberikan kepada lima pemangku kepentingan di wilayah Kalideres:
- Kepala Terminal Kalideres
- Polsek Terminal Kalideres
- Puskesmas Kecamatan Kalideres
- Kelurahan Semanan
- Sekolah yang berada di sekitar Terminal Kalideres
Kenapa SPK Bergerak untuk HIV/AIDS?
Anak jalanan merupakan salah satu populasi yang sangat rentan terhadap risiko HIV/AIDS akibat minimnya akses informasi, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial. SPK memahami kerentanan tersebut karena sebagian anggota mereka pernah hidup dalam situasi serupa sebelum masuk ke proses pemulihan.
SPK menyuarakan isu HIV/AIDS karena mereka sendiri adalah pejuang stigma. Latar belakang kehidupan jalanan membuat mereka kerap menerima sanksi sosial dan diskriminasi, bahkan setelah menjalani recovery. Melalui partisipasi dalam kampanye kesehatan masyarakat, SPK ingin menunjukkan bahwa anak jalanan mampu berdaya, peduli, dan menjadi agen perubahan.
Melalui jejaring bersama para pegiat kesehatan, SPK mendapatkan penguatan kapasitas berupa edukasi, pemahaman, dan pendekatan komprehensif terkait HIV/AIDS. Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi SPK dalam memperkuat proses pemulihan, membangun daya tahan (resiliensi), serta mengikis stigma masyarakat terhadap anak jalanan
Pesan Kampanye: “Support Don’t Punish” & “No One’s Left Behind”
Aksi SPK juga mengusung dua pesan kunci: “Support Don’t Punish” dan “No One’s Left Behind.”
Kedua pesan ini menegaskan bahwa anak jalanan, termasuk mereka yang berada dalam proses pemulihan, tidak boleh dihukum, distigmatisasi, atau ditinggalkan dari akses kesehatan, pendidikan, serta dukungan sosial.
SPK ingin mengingatkan bahwa setiap anak berhak mendapatkan dukungan, kesempatan kedua, dan ruang aman untuk tumbuh lebih baik—tanpa diskriminasi.

































