• About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber
Tuesday, May 19, 2026
No Result
View All Result
Koreksi.org
  • Home
  • Berita
    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
  • Home
  • Berita
    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    Pemutaran Film “Pesta Babi” Alami 21 Intimidasi di Berbagai Daerah

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    FSGI Dorong Tata Kelola Puluhan Ribu Guru Honorer yang Belum Masuk Dapodik Supaya Tidak Terancam Pemecatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    AJI Jakarta Gelar Pesta Media Angkat Isu Kebebasan Pers, Lingkungan Hidup, dan Kecerdasan Buatan

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    Mengawal Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera

    100 Hari Kerja Prabowo-Gibran: Ironi Ekspansi Militer di Tengah Sunat Anggaran Publik

    Mengapa Perlu Terus Berisik di Tengah Menguatnya Pendekatan Militeristik Era Prabowo

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Salib Merah Simbol Protes Masyarakat Adat di Merauke Dicabut Orang Tak Dikenal

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Dari Demonstrasi ke Meja Hijau, Botok dan Teguh di Hadapan Legalisme Otokrasi

    Massa aksi tidak diperkenankan masuk ke area DPRD Pati yang dijaga ketat polisi dan dipagari kawat pada Jumat, 31 Oktober 2025 (Sumber gambar: Rizky Riawan Nursatria/dokumentasi pribadi)

    Jejak Terkubur Peristiwa 31 Oktober di Jalan Pantura Pati-Juana, Kekerasan Polisi dan Perburuan Aktivis

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    ART Indonesia-AS Banjir Kritik: Merugikan dari Sisi Ekonomi Hingga Sinyal Kematian Pers

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Masyarakat Adat Papua Usir Utusan PT ASI di Konda Sorong Selatan, Nyatakan Sikap Tolak Sawit 

    Trending Tags

  • Liputan Khusus
  • OPINI
    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    MEMBACA SENYUM PURBAYA

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    ​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Amerika dan Mitos Penjaga Perdamaian Dunia

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Kaleidoskop Kebebasan Pers Mahasiswa 2023–2025: Kampus yang Enggan Diawasi

    Akal-akalan Asesmen Narkotika: Antara Pasal Karet dan Pundi-Pundi Kekayaan bagi Aparat

    Perang Argumentasi di Senayan Untuk Kebijakan  Narkotika serta Pertarungan  Komunitas dan Masyarakat  Melawan Kebijakan Turunannya

    Trending Tags

  • RUANG SASTRA
    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Selamatkan Hutan Melalui Film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua”

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film Pangku: Perjuangan Ibu Tunggal di Jalan Sunyi

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    Film “Wall to Wall”: Potret Nyata Kelas Pekerja di Seoul ’11-12′ dengan Jakarta

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    TUMPUK: Manifesto Konsumerisme dan Tumpukan Sampah

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Sanggar Lidi Surabaya Gelar Pementasan Teater “Grafito”,  Kisah Cinta Beda Agama di Balai Pemuda Surabaya

    Cerita pendek: Kemenangan

    Cerita pendek: Kemenangan

    Trending Tags

  • SUARA WARGA
No Result
View All Result
Koreksi.org
No Result
View All Result
Home OPINI

MEMBACA SENYUM PURBAYA

by Nanang FS
May 18, 2026
in OPINI
0
MEMBACA SENYUM PURBAYA
21
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dr. Zulfatun Mahmudah, S.Pd, M.I.Kom, CSRS

Dalam sebuah pidatonya, Presiden Prabowo mengatakan,  jika Purbaya masih tersenyum, maka kondisi keuangan negara ada dalam keadaan aman. Ia juga menegaskan, fluktuasi nilai tukar dolar tak perlu terlalu dikhawatirkan oleh masyarakat di tingkat desa. Pernyataan tersebut disampaikan presiden saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, 16 Mei silam. 
(https://news.detik.com/berita/d-8490924/prabowo-selama-purbaya-bisa-senyum-tenang-aja-mau-dolar-berapa-ribu-kek).

Pernyataan tersebut merepresentasikan dua pesan. Pertama, tidak ada masalah dengan keuangan negara kita, yang kerap diberitakan mengalami defisit. Kedua, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, bukan sesuatu yang perlu dirisaukan. Luar biasanya, ‘Senyum Purbaya’ seolah menjadi garansi untuk meyakinkan publik bahwa kondisi ekonomi masih aman terkendali.

Sebagai orang desa, yang profesinya hanya sebagai ibu rumah tangga, jujur otak saya tidak mampu menterjemahkan pesan-pesan tersebut. Saya bukan seorang ekonom. Saya juga bukan pemain saham, yang bisa jadi terkait langsung dengan naik turunnya nilai rupiah. Namun, ada pertanyaan besar yang berkutat di benak saya. Jika kedua hal tersebut tidak menjadi masalah, mengapa harga kebutuhan pokok selalu naik dari waktu ke waktu?

Meski saya orang desa yang katanya tidak terkait langsung dengan dolar, hati kecil saya mulai bertanya-tanya. Mungkinkah semua itu akibat tingginya dolar? Ekonom mengatakan, ketika dolar naik, imbasnya akan kemana-mana. Sebab, sejumlah barang yang beredar di pasaran merupakan hasil impor, yang tentu saja harus dibayar pakai dolar. Ketika dolarnya tinggi, secara otomatis modal rupiah yang harus disiapkan juga lebih besar. Akibatnya, kenaikan harga juga tidak bisa dihindari.

Mendengar paparan ekonom tersebut, dengan keterbatasan pikiran yang ada, saya pun mencoba mencari benang merahnya. Mungkinkah senyum Purbaya merepresentasikan kondisi sebenarnya? Bahwa ekonomi Indonesia baik-baik saja? Atau justru di balik senyum itu ada ‘hidden agenda’, bahwa rakyat harus dibuat tenang di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit saat ini.

Antara Front Stage dan Back Stage

Erving Goffman, seorang sosiolog berpengaruh abad ke-20 yang dikenal sebagai penggagas teori dramaturgi mengatakan, kehidupan sosial ibarat sebuah panggung, dimana orang-orang merupakan aktor yang memanfatkan pertunjukan untuk membuat kesan tertentu pada audiens.

Dalam konteks teori ini, identitas manusia dapat berganti-ganti secara drastis tergantung situasi dan lawan interaksinya. Sementara manusia merupakan aktor yang memainkan berbagai peran tergantung jalan cerita dan settingnya di hadapan audiens.

Dalam analogi teatrikal ini, Goffman menyebutkan adanya dua posisi, yaitu panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage). Front stage merupakan pertunjukan yang menggambarkan situasi aktor yang sedang disaksikan oleh audiens. Sedangkan back stage merupakan bagian belakang layar, dimana aktor melakukan berbagai persiapan, latihan, dan kegiatan lain untuk mendukung peran yang dimainkan di atas pentas.

Goffman mengatakan, panggung depan cenderung terlembagakan yang mewakili kepentingan kelompok atau organisasi. Ketika aktor melaksanakan perannya, peran tersebut telah ditetapkan lembaga tempat dia bernaung.

Jika dibaca dari sudut pandang teori dramaturgi di atas, ada pertanyaan yang mengusik akal. Mungkinkan ‘Senyum Purbaya’ sebatas tampilan panggung depan? Logika orang awam, khususnya orang desa seperti saya, melihat ada kejanggalan antara situasi yang dihadapi dengan bahasa tubuh pak menteri.

Di tengah tingginya nilai dolar, yang menurut ekonom berpengaruh terhadap harga komoditas, pak menteri masih santai dengan senyumnya. Sebagai rakyat biasa, tentu saja saya sangat senang dengan senyum ramah dan model komunikasi yang ada. Kita sebagai rakyat merasa dimanusiakan dan dihargai karena tidak adanya sekat antara rakyat dan pejabat.

Persoalannya adalah, ketika senyum itu kemudian ditafsirkan sebagai pertanda ekonomi kita baik-baik saja, tentunya perlu dianalisis dengan cara berbeda. Ketika seluruh dunia berkerut kening mencari solusi untuk keluar dari krisis ekonomi dan persoalan geopolitik yang kian tidak menentu, makna senyum itu justru bisa berubah menjadi bentuk penyederhanaan terhadap persoalan.

Senyum itu tidak lagi mengirim sinyal ketenangan, ketika rakyat justru berwajah muram karena sulitnya memenuhi kebutuhan harian. Senyum itu justru seolah mengisyaratkan perbedaan situasi yang dihadapi antara pejabat dan rakyat. Dalam situasi sulit, pejabat masih bisa bercanda tawa, sementara rakyat terbenam dalam situasi yang sulit dicari jalan keluarnya.

Masyarakat Tontonan (The Society of Spectacle)

Jika ‘Senyum Purbaya’ tidak lagi merepresentasikan realitas yang ada, maka orang desa seperti saya pun bertanya. Siapa dan di era apa kita ini sebenarnya? Guy Debord, filosof asal Prancis mengatakan, kehidupan sosial modern tidak lagi dijalani secara langsung melalui pengalaman nyata, melainkan telah bergeser menjadi sekadar tontonan atau representasi.

Menurutnya, media massa, iklan, dan budaya konsumerisme digunakan oleh kaum penguasa untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari realitas sosial yang ada. Dalam situasi tersebut, masyarakat seolah terhipnosis oleh tampilan dan citra yang dibangun seseorang. Dalam situasi tersebut, Guy Debord menyebutnya sebagai “Masyarakat Tontonan” (the society of spectale).

Masyarakat tenggelam dalam sajian manis yang mengesankan situasi baik-baik saja. Disinilah hegemoni penguasa bermain untuk menggeser kesadaran masyarakat terhadap realitas yang dihadapinya. Kini, saya sebagai masyarakat desa yang diminta tidak khawatir dengan fluktuasi nilai tukar dolar, menanti aksi nyata. Semoga senyum pak Purbaya berimbas pada penguatan rupiah sekaligus penurunan harga,

.

Tags: DollarGeopolitikHargaKeuanganKo[erasiKomoditasmenteri keuanganPejabatPerekonomianPidatoprabowopresidenpublikPurbayarakyatRupiahSolusi
Nanang FS

Nanang FS

Related Posts

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

Pesta Babi, Negara, dan Kebebasan Pers

by Sasmito Madrim
May 13, 2026
0

Pemutaran film dokumenter "Pesta Babi" karya jurnalis Dandhy Dwi Laksono mengalami intimidasi hingga pembubaran paksa oleh TNI di sejumlah daerah....

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

Kacau Betul! Komunikasi Pemerintah atau Halusinasi?

by Nanang FS
May 7, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam Pada pagi hari, 6 Mei 2026, ruang konferensi pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) menjadi saksi...

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

May Day dan Imajinasi Gerakan Buruh

by admin
May 1, 2026
0

Setiap tanggal 1 Mei, dunia kembali dipenuhi ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day. Tidak terkecuali May Day 2026....

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

May Day, May Day, May Day ! Horor di Negeri yang Terabaikan. Alerta !

by Nanang FS
May 1, 2026
0

Oleh: Nanang Farid Syam* Di ruang gelap bioskop, ratusan penonton tertegun menyaksikan fragmen Ghost in the Cell karya Joko Anwar....

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

Pemindahan Gerbong Perempuan: Proteksi Atau Diskriminasi?

by Nanang FS
April 30, 2026
0

Oleh : Zulfatun Mahmudah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar posisi gerbong perempuan pada armada KRL dipindah...

​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

​Wajah Buram Demokrasi dalam Percikan Air Keras

by Nanang FS
March 18, 2026
0

​Oleh: Nanang FS ​Malam 12 Maret 2026 di Jakarta Pusat bukan sekadar catatan kriminal biasa. Ketika cairan kimia mendarat di...

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • About
  • Editorial
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Koreksi.org

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • OPINI
  • RUANG SASTRA
    • SUARA WARGA

© 2025 Koreksi.org